Fenomena Alam dan Sosial,Renungan Akhir Ramadhan 1431 H.


Melihat Fenomena.

Melihat berbagai fenomena alam yang terjadi di depan hidung kita belakangan ini,mulai dari Tsunami di Aceh,gempa di Jogja,Sumbar,Nabire,terus kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan,belum lagi letusan gunung berapi di Sangihe Talaud sampai Sinabung.Rupanya belum mampu membuka mata hati kita.

Fenomena alam ini,bisa saja terjadi karena kejadian alam,tetapi juga bisa jadi karena kelalaian kita sebagai sebagai manusia.Tidak berlebihan kalau orang-orang beriman melihat ini sebagai teguran buat kita.Karena memang tingkah kita dalam segalah hal telah melampui batas.

Di satu sisi para elit dengan pongahnya mempertontonkan kebebalan hatinya,sementara di sisi lain,fenomena sosial yang menunjukan dampak kerja yang memang tidak sama sekali menyentuh,rasa keadilan di kalangan akar rumput.Belum lagi tekanan pihak tertentu yang memang menginginkan moral kita lemah.

Fenomena sosial yang sangat memprihatinkan yang terjadi belakangan ini,sebut saja,maraknya perampokan bersenjata berat maupun ringan (hipnotis),demo demo anarkhis,baik di pusat maupun daerah,dan segala macam kejahatan yang terjadi,yang BISA SAJA merupakan gejala atau dampak dari kesalahan pengatur-pengatur kebijakan di atasnya.

Negeri yang konon bak surga ini,yang terletak di bawah garis katulistiwa,menyimpan potensi kekayaan alam yang melimpah.Tetapi apa yang terjadi dengan penduduknya?..coba saja lihat gambaran nyatanya di perkampungan para pemulung,di tempat-tempat antrian sembako atau di tempat pembagian zakat anak-anak negeri ini,di semrawutnya jalan raya yang sungguh memprihatinkan.Belum lagi keprihatinan,kehidupan para petani,para nelayan,para guru bantu,para tentara di perbatasan/yang bertugas di lautan,di udara dan daratan,para polisi kehutanan,nun jauh di kampung-kampung sana,yang mungkin saat ini sedang bergelut dengan beratnya kehidupan.

Sangat kontras dengan perilaku para pengambil kebijakan yang juga sangat memprihatinkan tingkat degradasi moralnya.Coba bayangkan membangun sauna dan kolam renang di gedung megah,di deretan gedung-gedung kardus,sementara biayanya dibebankan dari pajak yang sudah sangat membebani pundak rakyat itu.Bayangkan sudah berat dalam hidup tetapi juga harus memikul ‘hutang’ pembangunan sauna.Ya Allah ya Rabb,mungkin ada baiknya kalau kita ramai-ramai hijrah saja ke Australia :) toh disini kita juga tidak diberi kesempatan..

Di Akhir Ramadhan 1431 H ini,mungkin tidak ada salahnya kita mencoba merenungi ‘gambaran’ isi pikiran seorang pemimpin,yang pernah memimpin di jaman ke”emasan” Islam sekitar thn 717 M s/d 720 M,melalui syair yang beliau tulis.Beliau adalah Umar bin Abdul Aziz,Khalifah (pemimpin) Rasyidin yang ke lima,dalam sejarah kejayaan peradaban Islam.Demikian bunyi syair beliau:

Siang harimu,wahai orang yang tertipu
berlalu dengan kelupaan dan kelalaian.
Dan malammu hanyalah tidur nyenyak
pada hal kehinaan menimpa dirimu.

Engkau tergoda oleh sesuatu yang akan fana
dan engkau gembira dengan angan-angan
penaka orang yang bermimpi dikala tidur
tertipu oleh puspa-ragam kelezatan.

Engkau sibuk dengan hal-hal yang berakibat
merugikan dirimu sendiri.
Demikianlah binatang-binatang
menjalani hidupnya di dunia ini.

By Khalifah Umar bin Abd Aziz.
(Detik-detik terakhir kehidupan Rasulullah,hal 96).

“Lebaran Sebentar Lagi”.

Sebentar lagi lebaran
segala kesalahan milik
saya pribadi,segala
kebaikan milik Allah semata.

Jangan lihat sesuatu melalui
sampulnya,tapi lihatlah isinya.
sebaimana Al qur’an pertama kali
dipelepa daun korma

di akhir-akhir Ramadhan ini
sayalah mungkin orang yang paling
banyak berbuat salah.

Untuk kesalahan-kesalahan itu
perkenankan saya memohon maaf
lahir dan bathin..Selamat Lebaran
1431 H bagi anda yang merayakannya.
Semoga Renungan di atas,bisa membantu
menjadikan kita sebagai manusia-manusia baru
dengan etos kerja baru..amien ==>>

About these ads

Tag: , , , , , ,

2 Tanggapan to “Fenomena Alam dan Sosial,Renungan Akhir Ramadhan 1431 H.”

  1. Adi Says:

    Selamat berlebaran…
    Salam kenal ya..
    —–
    yup selamat berlebaran juga,ya..salam :)

  2. Farid Hs Says:

    Kemesraan… song all artis :) , vs “jual beli ” song Bimbo cs.. :D

Komentar ditutup.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: