Bedah puisi, Nyanyian Untuk “Sumpah Pemuda 2008”.

Januari 18, 2016

Puisi ini menceritakan percakapan dua arah, di satu sisi seorang pemuda dan di sisi lain “bangsa” (suara “bangsa” hanya bisa di dengarkan oleh si pemuda).

Konten puisi menceritakan kegelisahan seorang pemuda yang sebetulnya penuh dengan keterbatasan, akan tetapi dengan semangat yang tinggi, ingin memberi sesuatu yang bermanfaat untuk bangsanya. Seperti makna inplisit dalam bait ini:

“Aku cuman mendapat seekor ikan hari ini Bangsaku..anakku sangat membutuhkannya..baik Bangsaku,
akan aku gambar ikan ini dan aku persembahkan padamu”.

Dalam bait di atas, bermakna bahwa pemuda tersebut berprofesi sebagai nelayan, akan tetapi hasil tangkapannya hari itu hanya cukup untuk di konsumsi oleh keluarganya. Tetapi saat bersamaan pemuda tersebut tetap berkeinginan tinggi untuk memberi kepada bangsanya. Hingga dia memutuskan untuk melukis ikan hasil tangkapannya hari itu, dan lukisan ikan tersebut di persembahkan untuk bangsanya, sementara keluarganya tetap bisa mengkonsumsi ikan hasil kerjanya hari itu. Itu berarti bahwa dalam keterbatasan sekalipun, pemuda tersebut tetap berusaha menghidupkan keluarganya sekaligus tetap memberi untuk bangsanya.

Setiap bait dalam puisi ini, mewakili satu bahkan dua profesi tertentu, seperti pada bait pertama, mewakili profesi pegiat kuliner, Garang Asem adalah makanan atau masakan khas Kudus Jawa Tengah.

Ungkapan serigala berbuluh domba, di balik dan di biarkan audiensnya yang mengartikan sesuai sudat pandang pendengar.

Secara keseluruhan subtansi puisi ini merupakan gambaran kegelisahan di ruang waktu yang akan datang, ketika bangsa sudah penuh sesak dengan kepadatan penduduk. Ketika hamparan hijau atau daerah serapan air hanya tinggal menjadi impian belaka.

Secara politik, ini merupakan sindiran politik kepada pemimpin negara, bahwa hal seperti pada konten puisi ini akan terjadi, jika pemimpin tidak mampu me-manage negara, secara jangka panjang.

Nyanyian “sampah”, hanya merupakan bahasa khiasan gambaran kerendahan hati penulis, bahwa jika puisi ini tidak bermanfaat maka anggap saja seperti spam dalam bahasa dunia maya (atau sampah dalam bahasa sehari-hari).

Nyanyian Untuk “Sumpah Pemuda 2008”.

Jangan tanya apa pemberian Bangsa untukku..
Tanyalah apa yang bisa aku berikan untuk Bangsa.
Oh..Bangsaku aku cuman bisa membuat GarangAsem.
Tapi akan aku persembahkan GarangAsem terbaik bagimu.

Bangsaku aku tidak bisa apa-apa..aku hanya suka nendang bola dilapangan hijau.
Tapi sebentar Bangsaku,aku hanya perlu tahu bola seperti apa keinginanku,
aku janji setelah aku tau keinginanku akan aku asah kemampuanku,akan aku persembahkan
yang terbaik untukmu.Akan aku buat harum namamu Bangsaku.

Bangsaku aku cuman bisa bermain dengan sampah..tapi Bangsaku akan aku cari saripati
murni sampah ini untukmu Bangsaku..Akan Aku persembahkan padamu.
tapi Bangsaku..Aku bukan Ustadz lagi pula Aku dari Kampung Sampah..
apa Engkau mau mendengar rintihanku Bangsaku?..

Bangsaku..aku pernah culas padamu.Aku mengambil sesuatu darimu yang bukan untukku,aku sangat
menyesal Bangsaku.Aku janji akan aku perbaiki kesalahanku..akan aku tebus kesalahanku untukmu Bangsaku.
Aku cuman mendapat seekor ikan hari ini Bangsaku..anakku sangat membutuhkannya..baik Bangsaku,
akan aku gambar ikan ini dan aku persembahkan padamu.

Bangsaku..aku hanya bisa menanam..tapi Bangsaku lahanku sudah ditanami gedung-gedung itu.
Baiklah Bangsaku..akan aku tanami beton-beton itu dengan tanaman,akan aku buat kisi-kisi gedung-
gedung itu menjadi Hijau untukmu Bangsaku.Aku irih dengan kupu-kupu Bangsaku,dia bisa terbang..
bebas hinggap kemana dia suka,dia selalu menebar keindahan.Indah sekali dia Bangsaku.

Bangsaku Lebah-lebah itu Bangsaku..dia mengambil sari putih dari kembang-kembang itu,eh tapi..
kembang-kembang itu menjadi lebih indah.Indah sekali,seindah kupu-kupu ditaman kembang berpelangi.
Bangsaku aku tidak bisa apa-apa..aku hanya domba berbuluh serigala,tunjukan padaku Bangsaku,
apa yang bisa aku lakukan untukmu.

Nyanyian ini Untuk “Sumpah Pemuda 2008”..maafkan kelancanganku Bangsaku..aku hanya bisa memberi
nyanyian ini untukmu.(by Farid.W.Hassan)

Dibuat dan di publish, 24 Oktober 2008 @ Nyanyian Untuk “Sumpah Pemuda 2008”.

“Jujurlah dalam karya,karena karyamu merupakan lukisan namamu” # FHs.

Note,
Penggunaan istrumen musik (back sound) Gazebo di ketahui/di acc Mr David Foster melalui account facebook.

Video Puisi disini. Makasih atas kunjungan anda.

Peace diary….

Juli 3, 2013

Gambar Oktober 9,2011. Waw…. tanpa terasa hampir dua tahun, engkau tidak kusapa diariku. Maafkan aku diariku, seperti biasa aku membukamu saat aku ‘blank’…. seperti biasa kuikuti jari-jariku sesuka jariku, untuk goresan-goresan ini…. dan lagi-lagi, Kehampaan Pagi menyergapku….

Dan lagi-lagi diariku, blank….
hingga aku hanya bisa menggoreskan catatan usang setahun yang lalu….

Kehampaan pagi.

Oh..pagiku yang kosong
pagiku yang hampa
pagiku yang mati rasa

oh..God,blank..
pagi ini enggak ngerti harus
aku isi dengan apa..

 push up,…. up,semedi..
kujalari rongga-rongga dadaku
kukembalikan energi dalam tubuh
kubangkitkan semangatku

 kutatap cermin..
jiwa ini mendesis..
lama sudah kuabaikan kamu kawan..

 lagi-lagi sosok dibalik cermin itu
menanggapi senyumku dengan dingin..

 oh..segitu sakitkah
engkau kawan,hingga auramu
seakan pudar..

 oh tidak aku bukan seorang fotogenik
senyum sombongmu menyeringai dingin..

 maafkan aku kawan,sudah lama aku
tidak memberimu asupan energi..

 sambutlah kehampaan pagimu
setidaknya dengan senyum..

 biarkan pikiran positif mengalir
dalam tubuhmu, gunakan kekuatan
pikiranmu mengembalikan kesegaranmu..

 oh..tidak jangan engkau mendengus
kecut kawan..
kembalikkan semangat hidupmu..
dipundakmu masih banyak
agenda yang harus engkau kejar..

 jangan biarkan sekelilingmu
menghancurkan semangatmu.

 karena sesungguhnya mereka
hanya tidak mengerti apa
yang ada dalam pikiranmu.

ayo kawan kembalikan
keceriaanmu, sambutlah pagi
dengan senyum, agar dunia
ikut senyum bersamamu

 basahi wajahmu dengan wudhu..
tengadakan tanganmu..

 lantunkan jeritmu hanya
kepada-Nya,sebagaimana
yang sering engkau lakukan

 ayo kawan hiasi waktu dhuhamu
dengan ruku dan sujud
dengan sepenuh jiwa ragamu
moga kehampaan pagimu
berangsur sirna.
13/Maret/2012. # FHs. AKA-One.

Klik disini untuk melihat Video Kehampaan Pagi

FYI..

Oktober 9, 2011

Damai untuk fikiran yang membangun.

Hallo teman-teman blogger (all, castlerockattorney.com.etc) hari ini saya memeriksa komentar anda semua diblog saya, mohon maaf saya masih menahan sekitar 400 komentar berbahasa Inggeris yang belum sempat saya approve, blog sederhana itu ini berisi “tentang kehidupan” yang saya tulis dari pemikiran saya sendiri dan dari sumber yang saya anggap kapabel dibidangnya, saya tidak menduga kalau blog sederhana berbahasa “prokem” itu ini (maaf,maksud saya bukan bahasa Indonesia yang disempurnakan), dibaca orang-orang dari benua Eropa,Amerika,Afrika dsb, meski memang awalnya saya menggunakan “keyword” yang menembak gedung putih (dimasa pemerintahan George W.Bush), dan saya sudah merencanakan (atas pertolongan Allah) agar siapapun yang membaca (men-translate) akan berbalik menjadi men-suport saya,dan hal itu Alhamdulillah benar-benar terjadi, awalnya saya dibuntuti Google, bahkan CIA dan FBI kemudian Cyber Crime dan BIN di Indonesia, kemudian saya juga menduga bahkan para pelaku terorisme juga mengikuti blog itu ini.

Mohon maaf teman-teman, saya hanya mamusia biasa yang tentu saja punya banyak keterbatasan, tidak mungkin saya bisa mendatangi anda satu-persatu, dan maaf saya sudah komit bahwa saya akan tetap menggunakan Bahasa Indonesia dalam tulisan-tulisan saya melalui internet, karena bertujuan memperkenalkan Bahasa Indonesia ke seluruh Dunia dan membantu teman-teman orang Indonesia maupun orang-orang yang bisa berbahasa Indonesia di Luar Negeri agar bisa lebih dibutuhkan dalam proses translate.

Saya tidak mengerti bagaimana saya harus menyampaikan rasa terima kasih saya atas dukungan dan suport anda semua, tetapi saya percaya mesin pencari google,wordpress dan facebook.com bisa melakukannya untuk saya dan anda. Sekali lagi terima kasih, semoga dunia menjadi lebih damai dan kita semua lebih bisa saling berbagi inspirasi “dalam kebaikan” meski dalam bahasa yang berbeda sekalipun. Amin.. my facebook.

Perubahan Kearah Yang lebih Baik (Opini).

September 18, 2011

Filosofi Perubahan.

Mungkin saja perubahan dalam banyak paradigma, hanya berlaku pada sistem ketatanegaraan seperti banyak kejadian yang kita saksikan saat ini. Perubahan dalam tatanan politik misalnya, bermula dari bertiupnya angin kencang perubahan yang ditiupkan oleh Presiden Barack Obama, dalam kampanye beliau di Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.

Kemudian perubahan menjadi jualan yang menarik, hingga kemudian berpengaruh pada tatanan politik di semenanjung Arab. Seperti di Tunisia, Mesir dan Libya hingga juga bergemah di Suria,Yaman dan beberapa negara Arab termasuk juga tidak menutup kemungkinan akan merambah eskalasi politik di Israel. Hal itu tidak tertutup kemungkinan, mengingat perubahan juga terdengar gaungnya di Eropa. Seperti demo besar-besaran yang terjadi di Yunani dan Inggris belum lama ini.

Disatu sisi perubahan menjadi semacam angin segar, tetapi disisi lain perubahan justru menjadi seperti mesin penentang kemapanan (terlepas dari bentuk apapun kamapanan itu). Indonesia misalnya, kemapanan Orde Baru masih sangat kental terasa dalam tatanan politik meski sudah dikemas dalam bentuk kemasan Reformasi agar lebih terkesan merakyat.

Kita semua tahu,perubahan yang radikal dalam tatanan politik dinegeri ini, terjadi pada saat lengsernya Presiden Soeharto tahun 1998 lalu. Tetapi sangat disayangkan perubahan itu tidak diikuti oleh visi dan misi yang mengarahkan negeri ini kearah yang mestinya dikehendaki oleh UUD 1945, yaitu “menuju masyarakat yang adil dan makmur”.

Perubahan di negeri kita terasa seperti menentang kemapanan, ironisnya kemapanan itu adalah akumulasi kemapanan yang justru terbentuk sejak orde baru, yang hingga saat ini masih sangat terasa begitu kuat membelenggu paradigma berpikir sebagian elit politik kita. Harus diakui meski hanya tinggal sedikit (pembelah kemapanan ini) tetapi mereka justru berada dilingkaran elit, mereka berkuasa dan mempunyai kekuatan finansial yang cukup kuat.

Sayangnya para pengusung perubahan (kearah lebih baik/ sesuai amanah UUD 1945) yang ironisnya mengaku berjiwa reformis justru menjadi seperti tidak bernyali, trauma yang menyertai keruntuhan rezim orde baru, yang justru ditiupkan oleh para pendukung kemapanan orde baru yang sebetulnya masih menguasai Parlemen dan Eksekutif, menjadi momok yang menakutkan para reformis (para pendukung perubahan). Baca entri selengkapnya »

Makna Idul Fitri 1432 H di Kaki Katulistiwa.

Agustus 31, 2011

Idul Fitri 1432 H, 1(atau 2) Syawal 1432 H.30 (atau 31) Agustus 2011 M baru saja dirayakan, terlepas dari apapun kontroversi yang menyertainya, dengan hati yang bersih dan fikiran jernih marilah kita semua melihat dari sisi manfaat atau hikmah yang terkandung dari pelajaran yang Insya Allah, Allah berikan dibalik perayaan Idul Fitri ini kepada kita semua sebagai bangsa, hari ini dan jauh kedepan.

Perayaan Idul Fitri dari perspektif Pancasila, adalah sama dengan perayaan hari-hari besar keagamaan lainya di negeri yang terletak dibawah Katulistiwa ini. Idul Fitri di jamin oleh Pancasila, tetapi resistensi yang menyertainya tentu saja di serahkan oleh Pancasila kepada pemeluk agama masing-masing yang merayakan hari raya tersebut sesuai keyakinan pemeluknya.Intinya Pancasila tidak bisa serta merta ikut campur tangan atas resistensi tersebut, karena Pancasila hanya bersifat pengayom dan bukan pelaksana terhadap permasalahan (teknis) yang terjadi dalam pelaksanaan hari-hari besar keagaman dinegeri ini, jika terjadi kesalahan teknis dalam suatu perayaan agama, supaya jangan dibenturkan dengan Pancasila. Perbedaan dalam perspektif Pancasila adalah perbedaan dalam hal lintas agama, jadi bukan perbedaan dalam satu kegiatan teknis keagaaman,dalam satu agama tertentu.

Kembali ketopik diatas, pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1432 H, yang suka atau tidak, sejarah mencatat seperti yang tertulis diparagraf pertama alinea pertama dalam goresan ini.
Alhamdulillah meski demikian tetapi akhirnya berjalan damai,aman dan terkendali, seperti yang diharapkan semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung didalamnya.

Penulisan perayaan Idul Fitri seperti di atas seperti kita ketahui bersama sudah terjadi beberapa kali dalam periode tahun-tahun terakhir sampai pada Agustus 2011 M,diharapkan agar ini tidak terjadi ditahun-tahun mendatang. Penulisan ini harus diambil agar “negeri di kaki Katulistwa” ini tidak tercatat sebagai negeri pembuat/pelaksana teknis perayaan hari besar keagaman, yang mengkoreksi penanggalan tahun Hijriyah dan Masehi yang telah disepakati Dunia.

Sebab baru tercatat pertama kali dalam sejarah Dunia, penghitungan waktu yang berpangkal dari titik yang sama, terjadi selisih waktu 24 jam dititik yang sama,pada perayaan hari besar yang mestinya sama. Ironi ini uniknya mendapat persetujuan pengambil kebijakan yang sejatinya terlibat langsung, bak serial Upin Ipin “betul..betul..betul” (sambil manggut-manggut).

Dari perspektif Demokrasi tentu saja ironi ini tidak menjadi masalah, tetapi dari perspektif sejarah, ilmu pengetahuan dan Islam sendiri sebagai pelaksana perayaan tersebut,ironi ini patut dipertanyakan, mengingat Islam mengajarkan bahwa berpuasa (shaum) pada tanggal 1 Syawal (Idul Fitri) tidak dibenarkan (haram),sebagai penghormatan kepada perayaan hari yang Fitri tersebut. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.