Tausiyah Ramadhan ala Blogger.


Berpuasa di bulan Ramadhan memang adalah bukan sesuatu yang sama sekali baru. Mungkin anda telah melakukan ibadah puasa untuk yang ke-10 kalinya, atau bahkan ke-20 kali, atau mungkin ke-30 kalinya atau bahkan lebih, sesuai dengan umur anda dan sesuai dengan kapan anda memulai ibadah puasa itu sendiri. Tapi jelas sekali, kalau kita kemudian semuanya melakukan evalusi terhadap perilaku berpuasa kita selama ini dan kemudian kita ukur dengan apa yang terjadi di masyarakat, kita akan merasa penting untuk kemudian selalu meningkatan kualitas ibadah berpuasa kita. Sebab mestinya, sebagaimana shalat, puasa menghadirkan taqwa, shalat menjauhkan diri dari fahsya’ dan munkar, tapi kita lihat bagaimana di luar diri kita, mungkin pun bahkan dalam sebagian diri kita, perilaku yang munkar, perilaku yang penuh dengan kekejian, perilaku yang tidak sesuai dengan taqwa ternyata masih berlaku juga.

Hari ini kita mulai berpuasa. Tentu kita menghadirkannya dengan semangat untuk menghadirkan puasa yang lebih baik daripada tahun yang lalu. Kita bisa membuat satu grafik bagaimana dahulu puasa kita, dimana letak kurangnya, dimana letak yang sudah baiknya, kemudian bisa kita hadirkan sebuah grafik yang baru untuk kemudian kita jadikan suatu program ke depan. Mana yang sudah baik pada tahun yang lalu kita lanjutkan. Mana yang belum sukses pada tahun yang lalu kita hadirkan untuk jadi sukses pada tahun yang ini. Dan mana yang sudah baik, mana yang kurang baik pada tahun yang lalu, kita koreksi, kita rubah menjadi satu hal yang baik.

Darimana itu harus dimulai? itu harus dimulai dengan motivasi kita, dengan niat kita. Dan itulah memang satu ungkapan yang Rasulullah pernah sampaikan menjadi ungkapan awal ketika beliau sampai ke Madinah merubah masyarakat yang tadinya penuh dengan krisis, masyarakat yang penuh dengan konflik, masyarakat yang penuh dengan keterbelakangan, masyarakat yang tidak rukun, masyarakat yang tidak akur, oleh Rasulullah dirubah menjadi masyarakat yang baru, masyarakat yang penuh dengan harmoni, masyarakat yang taat hukum, masyarakat yang mementingkan etika, masyarakat yang mampu menghadirkan solusi untuk problema yang menghantui mereka, yaitu problema ekonomi, problema sosial, problema hubungan antar suku, problema hubungan antar agama, itu semuanya diperbaiki oleh Rasulullah dengan suatu tekad utama, yaitu dengan niat yang luhur. Innamal a’malu bin niyat fa innama likulli syai’in manawa wa makana … Sumber Pencerahan Hidayat di Blog Detik,or back to top>>

Jakarta,01 September 2008.(01 Ramadhan 1429 H)

Tag: , , , , ,


%d blogger menyukai ini: