Home Industri Mengguncang Kemapanan.


Kolektivitas industri kecil, di mulai dari home industri sampai usaha kecil berbentuk PT atau CV telah menantang kemapanan industri besar. Korporasi yang terlalu kaku benar-benar merasakan dampak besar guncangan. Banyaknya layanan jasa pekerja individual maupun kolektif kecil semakin lama berani berkompetisi dengan pelanggan khusus yang memiliki kemampuan bergabung secara online. Kemampuan pekerja home-industri ini jelas mengurangi akses korporasi kepada pelanggan.

Secara historis fenomena ini mempunyai akar sejarah gerak transformasi masyarakat modern. Kita masih ingat bagaimana dua abad lalu mesin uap karya James Watt memicu revolusi industri besar-besaran di Eropa dan pada akhirnya mengembang ke seluruh penjuru dunia. Hanya saja mesin uap karya James Watt hanya bisa digunakan oleh industri bermodal besar. Kini komputer, internet, dan telekomunikasi, termasuk piranti lunak mudah digunakan siapa saja.

Memilih kerja di rumah dengan memanfaatkan internet dan telekomunikasi canggih adalah pilihan terbaik para pekerja yang cerdas di masa sekarang. Selama ini mereka memang sudah menikmati hi-tech di perusahaan mereka bekerja. Semua serba mudah. Komunikasi dengan majikan kapan pun bisa dilakukan. Sekadar mencuri pulsa untuk menghubungi teman, pacar atau keluarga bisa dilakukan dengan fasilitas kantor. Tapi karyawan juga manusia. Mereka butuh kebebasan dan selalu berusaha menentang kemapanan. “Rutinitas” dan kejemuan beraktivitas adalah musuh utama manusia-manusia kreatif.Sumber,AufklarungWordpressCom.

Home Industri menuntut kreatifitas para mantan karwayan tadi,salah satunya yang masih gress dan masih “satu-satunya” adalah home Industri Selai Kenari hasil kreasi putra-putri Ternate Maluku Utara.Selai sih..kita suda biasa mendengarnya tapi selai kenari.. ini baru luar biasa.Seperti apa selai kenari ini?..Coba kita lihat lebih jauh  hasil karya kawan-kawan di Ternate ini,atau di sini >>;  or back to top?..

Jakarta,17 September 2008.

Tag: , , , , , ,


%d blogger menyukai ini: