Dunia Anak,Berbeda itu Biasa.


“Sitou Timou Tumou Tou”

duniaanak(Manusia Hidup untuk mengHidupkan Manusia Lainnya) By Dr. G.S.S.J.Ratulangi.Manusia tidak hidup untuk dirinya sendiri saja, melainkan juga hidup untuk orang lain.(Hidup untuk dirinya dan orang lain).

Ajari si Kecil menghargai dan menghormati orang lain sedini mungkin.Termasuk memberi pemahaman mengenai perbedaan.

Zaman sekarang para orang tua perlu menyadari,betapa pentingnya mengajarkan cara menghormati orang lain.Dari berbagai ukuran,kemampuan,etnis,dan usia kepada anak-anak.Bila anak bisa menghormati dirinya dan orang lain,ia akan merasa nyaman dengan dirinya sendiri.

Dan bila anak belajar menghargai orang yang berbeda dengan dirinya,ia dapat lebih baik dalam menyiapkan hidupnya secara damai,di dunia yang penuh dengan keaneka ragaman ini.

Sikecil belajar dari keadaan sehari-hari,penting bagi para orang tua untuk selalu sadar dengan apa yang dikatakan dan dilakukan.Anak-anak melihat dan belajar,tiap orang lebih banyak miripnya dari pada bedanya,dan semua orang(tidak peduli apa warna kulitnya,ukuran kemampuan,atau usianya) membutuhkan cinta,kebahagiaan,dan keamanan.Semuanya tergantung pada pesan yang didengarnya atau yang dilihatnya.

Pesan-pesan ini memegang peranan penting tentang bagaimana anak-anak belajar.Anak-anak masa kini mendapat pesan berlipat ganda dari media dan masyarakat disekitarnya.Dengan menyadari pesan-pesan yang diterima mereka,dan memusatkannya pada pesan-pesan positif,orang tua bisa mempengaruhi pesan-pesan yang diterima anak-anak.

Kekuatan Kata-kata.

Apabila didalam kelasnya dipasang papan bertuliskan,”Kata-kata dapat menyakiti atau menyembuhkan.Kata yang mana yang akan  kau ucapkan hari ini?” Kata-kata ini merupakan peringatan,setiap kata bisa memberi pesan yang kuat pada anak-anak,mengenai cara menghormati.

# Pusatkan pada individunya.

Kata-kata yang digunakan orang dewasa untuk menggambarkan orang lain menjadi penting karena yang diucapkannya merefleksikan pikirannya.Dengan menggunakan kata-kata yang menggambarkan seseorang dan bukan ketidak mampuannya akan membuat anak-anak ingat,ketidak mampuan seseorang hanyalah bagian dari siapa dirinya.

Contohnya,pandangan mata Yudi kabur.Ucapan sopan untuk menggambarkannya,”Yudi seorang anak yang buta” dan bukan,”Yudi Si Anak buta!” atau,untuk menunjukan Anda menghormati Angela yang pincang,katakan padanya “Pakailah kursi roda untuk berkeliling”.Inilah yang disebut bahasa yang “mendahulukan orang”.Bahasa yang digunakan cukup sederhana,tetapi mengandung kekuatan dalam memperlihatkan rasa hormat pada orang lain.

# Jangan meng-olok2.

Julukan,bisa sangat menyakitkan.Anak-anak belajar menghormati dengan mendengarkan bagaimana orang dewasa berbicara pada sesamanya.Jika orang dewasa bercanda,memperolok,atau memanggil temannya dengan julukan yang mengandung arti negatif,anak-anak akan menangkapnya wajar.Termasuk memperolok seseorang,baik cara berjalannya,cara bicaranya,dan cara berpakaiannya yang berbeda darinya.

# Ajari cara yang benar.

Kemarahan merupakan emosi yang normal,yang bisa dirasakan,baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.Namun,walaupun Anda sedang marah,tetap harus menghormati orang-orang disekitar.

Anda bisa mengajari anak-anak dengan cara berbeda dalam mengatasi kemarahan,seperti menarik nafas dalam-dalam,menulis buku harian,melukis atau menulis puisi atau bicara dengan seseorang yang peduli dengan Anda.

Bila anak-anak melakukan hal yang membahayakan dirinya atau orang lain,Anda bisa mengajarkannya cara meminta maaf dan cara mengatasi kemarahan dengan lebih baik.

Media Yang Tepat.

Apa yang anak-anak lihat di teve,bioskop,dan internet bisa memberikan pesan yang kuat tentang bagaimana ia memperlakukan orang lain.

# Diskusikan soal karakter atau situasi yang menunjukkan cara menghormati seseorang.

Menonton teve atau video bersama anak bisa dimanfaatkan untuk bicara tentang rasa hormat.Bahas karakter yang memperlakukan seseorang dengan baik atau sebaliknya.Bila karakternya tak baik,Anda bisa berkata,”Mama heran mengapa anak perempuan itu bisa bertindak dengan cara yang berbeda?” atau,”Bagaimana menurutmu,perasaan anak laki-laki itu bila diperlakukan begitu oleh temannya?”

# Pilih acara TV yang merefleksikan nilai-nilai yang Anda inginkan untuk ditiru Si Kecil.

Semua acara memberikan pesan-pesan yang jelas pada anak-anak.Ada film-film yang tidak mendidik,acara hiburan yang membosankan,acara pendidikan,maupun yang berhubungan dengan Agama,atau acara yang memberi pesan seperti berbagi,membantu,dan persahabatan.

# Nonton dan bahas acara TV tentang orang-orang dengan kemampuan berbeda-beda.

Pilihlah film atau acara yang melibatkan karakter anak-anak cacat,yang memperlihatkan berbagai karakter dengan ketidak mampuan yang berbeda,agar Si Kecil bisa memiliki rasa empati dan memahami perbedaan dengan sikap yang lebih bijaksana.Sumber Artikel,Nova 1069/XXI.16-24 Agustus 2008. balik ke hal depan?..>>

Bandung,01 Desember 2008 @ Dunia Anak,Berbeda itu Biasa.

Tag: , , , ,


%d blogger menyukai ini: