Kinerja IT KPU.


Istana + Hotel November Pertama :)

Istana + Hotel November Pertama🙂

Melihat kinerja IT KPU, sepertinya team IT KPU belum siap dengan koneksi jaringan IT yang baik. Jaringan (network) yang establish belum tentu bisa menjamin jaringan tidak down (over load) saat dilewati data dari seluruh Indonesia,secara bersamaan. Dalam perhelatan akbar seperti Pemilu harusnya perencanaan atau instalasi TI-nya tidak asal jadi.  Seyakin apapun, tentang performance jaringan atau suport system yang dibangun, tetapi untuk mensuport acara besar seperti Pemilu harusnya tetap disediakan jaringan back up, untuk mengantisipasi kendala-kendala yang mungkin terjadi.

(Mohon Maaf) Secara teknis saya tidak mengerti routing yang dipakai, tetapi kalau melihat secara umum sebetulnya PC KPU tidak hank dan koneksi WAN normal, buktinya para operator komputernya masih bisa meng-akses internet (face book  dsb). Sepertinya  ini aneh, kok justru koneksi WAN yang diutamakan?..koneksi ke internet harusnya tidak perlu.
Bukankah dengan terkoneksi ke internet justru rentan dengan gangguan-gangguan pihak lain?..seperti gangguan hacker
misalnya. Kenapa tidak di isolir saja, dibuat Local Area Network (LAN) khusus untuk jaringan KPU seluruh Indonesia saja?..

Kalau koneksitas jaringan kesemua remote (daerah) terputus (network time out) ini kemungkinan yang hank di server
Jakartanya, atau kemungkinan justru link komunikasinya yang down.  Artinya penanganan (perbaikan) bisa lebih cepat
karena yang bermasalah di sisi Jakarta.

Apa mungkin?..hanya dibangun satu server (di sisi Jakarta) untuk melayani remote yang begitu banyak, terlebih untuk
proses transfer data yang cukup besar di jaringan yang sama dalam  waktu yang bersamaan?..Sekali lagi  mohon maaf, bukan berburuk sangka tetapi kelihatan sekali kalau IT KPU tidak siap dalam artian kematangan perencanaan. Apa tidak lebih baik kalau di sisi Jakarta dibangun server sebanyak jumlah propinsi?..satu server melayani satu site (Propinsi), jadi kemungkinan over load bisa dihindari dan kalau salah satu jaringan atau satu server down, akses data dari daerah lain tetap jalan, artinya rekapitulasi data suara tetap bisa dilakukan tanpa tersendat-sendat,  seperti sekarang. Semoga ini bisa di antisipasi dengan baik untuk PilPres yang akan datang.

Tag: , , , , , , , , , , , , , ,

11 Tanggapan to “Kinerja IT KPU.”

  1. buJaNG Says:

    Mungkin KPU hanya mengulur waktu saja, atau mungkin karena dananya yg untuk masuk kantong kurang kali…

  2. Jafar Soddik Says:

    Kalau untuk mengharapkan terjadi perubahan pada pilpres Juli mendatang kelihatannya akan sulit terwujud mengingat kendala teknis dan non teknis yang besar.

    Secara teknis tim IT KPU perlu untuk merancang ulang skema IT mereka, jika seandainya dibuat tidak terpusat (asumsi dibuat beberapa server bayangan) maka akan dibutuhkan kerja ekstra keras dari mereka untuk merubah skema yang sekarang sudah ada dan tentu saja itu berarti ada penambahan dari sisi biaya. Dan karena kemungkinan ada kenaikan dari sisi biaya maka secara non teknis akan sulit untuk mendapatkan persetujuan dari tim anggaran KPU mengingat jalur birokrasi yang panjang dalam menyetujui sesuatu anggaran.

    Jalan yang terbaik adalah memperbaiki yang ada sekarang dengan tanpa harus merubah banyak hal dan segera lakukan audit dari segi kelayakan IT setelah pemilu usai, baik itu dari sisi hardware, software serta orang-orang yang terlibat di dalamnya sehingga kejadian serupa dapat menjadi pelajaran berharga ke depannya.

  3. wong-eling Says:

    Tim IT KPU memang payah. gue pikir mereka gak pake sistem load balancing. seharusnya ketika request dari user tinggi, si server balancer sebagai proxy harusnya membagi load tersebut ke beberapa server aktif yang paling sedikit bebannya. Kemungkinan besar mereka cuman mengandalkan satu server, jadi ketika ada request dari banyak user secara bersamaan, server gak sanggup dan langsung down.

    Gak perlu hacker buat bikin down server kpu down, dalam kondisi normal saja, gue gak yakin sistem mereka mampu melayani beberapa ratus user dari berbagai daerah tanpa down.

    Gimana orang percaya sama sistem IT indonesia klo hajat nasional aja gak becus ngurusnya?

    Gue saranin, kasih kerjaan ke orang yang ngerti, gue yakin, seindonesia ini, banyak yang jago-jago soal IT, jangan yang baru belajar!!

  4. airyz Says:

    “Semoga ini bisa di antisipasi dengan baik untuk PilPres yang akan datang.”

    amin, kita doakan saja😀

  5. yahya ayyas Says:

    q g tau ttg kaya gituan..masih gaptek…lam knal ja…

  6. jawaipost Says:

    Kenapa ya, pemilu 2009 bisa jadi kacau begini. Siapa sebenarnya yang salah ??? aku jadi bingung karena saling tuding menuding dan KPU sangat pandai bersilat lidah. Janji mau membereskan DPT tapi buktinya tetap aja pemilu jadi kacau karena banyak yang terpaksa harus GOLPUT dan terjadi kekacauan setelah pemilu hingga saling tuding antar partai politik dengan pemerintah.

  7. faris! Says:

    namanya juga indonesia🙂
    yeadhi

  8. tricks video editing Says:

    waduh ga mudeng masalah yang ini, kita taunya seharusnya jaringan KPU harus berjalan normal

  9. Farid Says:

    Ya..kt sama2 berdo’a sajalah, semoga semua kekisruhan bisa diatasi dengan baik oleh pihak2 terkait, sebagai masyarakat kita jg jangan gampang terprofokasi. Agar di PilPres nanti semua bisa berjalan lancar dan sesuai harapan kita.

    Semoga semua kekurangan di Pemilu Legislatif ini, bisa menjadi pelajaran berharga buat bangsa kita kedepan. Emang rasanya gondok jg sih, melihat kesalahan2 yang dilakukan berulang2. Tp ya kita harus ttp ber-positif thinking ok. Thank you all.

  10. kellyamareta Says:

    sesaji buat kepala divi IT KPU nya barang kali yang kurang :p

  11. Nailil Says:

    Jangankan merancang Teknologi Informasi: sebuah jalan untuk lalulintas data. Wong bikin TROTOAR aja, orang kita belum gape kok. Trotoar yang mustinya mengutamakan pejalan kaki, malah mengutamakan kendaraan yang keluar masuk garasi setiap rumah. Ya capek lah, pejalan kaki suruh naik turun trotoar. Liat aja trotoar selokan mataram utara UGM. Ini trotoar yang mepet perguruan tinggi lho…betapa…

    —-
    Wah..jangan merehkan IT Indonesia mbak..🙂 banyak kok teman2 IT kita yang bekerja diperusahaan asing, bahkan perusahaan minyaknya U.S.A. bukan hanya didalam negeri tapi di LN jg, beberapa tahun lalu bahkan perusahaan Komunikasi swasta kita pernah jd vendor angkatan bersenjatanya India, cuman sayang masih kurang diperhatikan, kesejahteraan hidupnya masih menyedihkan.Salam.

Komentar ditutup.


%d blogger menyukai ini: