Pembelajaran Politik Yang Indah Oleh Tiga Tokoh Negarawan.


Demokrasi.

Demokrasi.

Melihat perkembangan politik saat ini, terlihat ada signal politik yang baik yang diperlihatkan para Negarawan kita. Dan ini sangat positif mengingat Negara kita saat ini dalam posisi transisi menuju kebangkitan yang ke-Dua (Semoga).

Dalam konteks ini, saya hanya melihat 3 Tokoh :

# Tokoh pertama adalah Bpk Yusuf Kalla.

Menurut saya (sbg orang awam), bahwa Bpk Yusuf Kalla yang saat ini menjabat sebagai Wapres sekaligus Ketua Umum Parpol papan atas. Menunjukan kapasitas Beliau sebagai seorang Negarawan, dalam perkembangan politik saat ini Beliau tidak bertindak dalam skala yang sempit, dalam arti golongan atau Partai tetapi lebih jauh kepada kepentingan Bangsa dan Negara.

Statement Beliau “Lebih cepat lebih baik” (menurut saya) mempunyai pengertian yang luas, bahwa lebih cepat lebih baik dalam konteks perbaikan atau pembangunan disegala bidang kenegaraan. Jadi tidak dalam konteks personal apalagi kepentingan parpol. Mungkin saat ini, Beliau dalam posisi siap menang sekaligus siap kalah dalam kaintanya dengan Pilpres yang akan datang. Beliau sadar betul bahwa Parpol yang Beliau pimpin saat ini tidak dalam performa yang terbaik. Secara interen terlihat memang parpol ini dalam kondisi krisis kepercayaan diri, tetapi dengan pengalaman yang panjang dan kematangan politik para petingginya, saya yakin parpol ini bisa keluar dari krisis interen ini.

Menurut saya, saat ini Bpk Yusuf Kalla tidak mempersoalkan apakah nanti Beliau dalam Pemerintahan atau tidak, tetapi lebih kepada pembangunan Negara. Jadi siapapun yang terpilih akan Beliau dukung, baik Beliau didalam Pemerintahan maupun sebagai oposisi. Artinya jika Beliau harus mengambil keputusan untuk menjadi oposisi, Beliau tetap menjadi oposisi yang baik dalam artian selalu memberi masukan yang baik dan memberi pengawasan yang membangun untuk pemerintahan “siapapun yang terpilih” dalam Pilpres yang akan datang. Dan posisi ini tidak kalah penting dalam fungsinya mengontrol jalannya pemerintahan.

# Tokoh kedua adalah Bpk Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebagai Tokoh yang memimpin Parpol yang sudah terlihat unggul dari parpol lain. Terlebih dengan jabatan Beliau saat ini sebagai Presiden, Beliau tetap memperlihatkan kehalusan hati Beliau sebagai seorang Pemimpin yang rendah hati.

Beliau bertindak sangat cepat dalam menanggapi setiap isu yang muncul tetapi itu dilakukan dengan cermat dalam pertimbangan kenegaraan bukan dalam kepentingan parpol, sekalipun Beliau Ketua Dewan Pembina dalam salah satu parpol papan atas saat ini. Disini Beliau menunjukan kapasitas Beliau sebagai seorang Politisi Negarawan, yang demokratis dan tetap menjujung tinggi kebersamaan.

# Tokoh ketiga yaitu Mantan Presiden RI, Bpk B.J.Habibie.

Sebagai seorang Negarawan Bpk B.J.Habibie tetap memperlihatkan kecintaan Beliau terhadap Negeri yang pernah Beliau Pimpin ini. Dalam talk show Beliau di media (TvOne) belum ini. Beliau memberi isyarat bahwa Kepentingan Negara harus tetap diletakkan diatas kepentingan pribadi,golongan apalagi kepentingan Parpol.

Beliau sempat mengulas tentang Golongan Karya yang pernah Beliau pimpin. Menurut Beliau, Golongan Karya waktu itu adalah wadah atau organisasi tempat berkumpulnya para individu atau Golongan Yang ingin Berkarya. Jadi konteks golongan karya saat Beliau pimpin berbeda dengan golongan karya saat ini.

Dari tulisan singkat ini, dapat diambil kesimpulan bahwa ketiga Tokoh ini mempunyai kesamaan pandangan bahwa “Kepentingan Negara harus didahulukan”. Melihat perkembangan politik saat ini, kita patut bersyukur bahwa ditengah kita masih hadir para Tokoh Negarawan ini, saat Negara kita dalam posisi transisi yang tentu saja sangat riskan dilihat dari berbagai sudut.(Tulisan ini hanya menurut analisa saya yang awam ini, tentu saja Pikiran yang susungguhnya ada di masing-masing Tokoh ini).

Kembali ke hal atas blog ini? >>

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

Satu Tanggapan to “Pembelajaran Politik Yang Indah Oleh Tiga Tokoh Negarawan.”

  1. Jafar Soddik Says:

    Ketiga tokoh di atas bukan tokoh yang baru jadi, ketiganya sudah malang melintang di dunia politik dari sejak lama. Sehingga tiap ucapan yang keluar dari ketiganya tentu sudah dipikirkan dengan penuh kematangan.

    Selalu ada yang baik yang kita dapatkan meski itu keluar dari sesuatu yang buruk. Kita dapat belajar kepada ketiga tokoh di atas, meskipun ketiga tokoh di atas pun tidak selamanya benar.

Komentar ditutup.


%d blogger menyukai ini: