Ketika Travel Warning Berbuah Teror.


J.W.Marriott (www.flickr.com File).

J.W.Marriott (www.flickr.com File).

  Siapapun pasti akan tersentak dengan kejahatan kemanusiaan yang baru saja terjadi di J.W.Marriott dan Ritz-Carlton Jakarta. Siapapun pelakunya, jelas dia (mereka) adalah kaki tangan setan, dan wajib hukumnya untuk membasmi setan.

  Teror ini jelas bernuansa politik,sebagai Rakyat kita harus sadar bahwa kita  (Bangsa Kita) yang kaya ini,menjadi semacam roti manis yang tentu saja selalu memancing banyak semut disekitarnya untuk ikut mencicipinya.

   Untuk itu kesadaran kita akan pentingnya PERSATUAN dan KESATUAN serta KEBERSAMAAN menjadi kekuatan kita untuk memerangi segala kejahatan baik dari dalam maupun dari luar.

  Sebelum kejadian di J.W.Marriott, kita tahu bahwa ada peristiwa penembakan di lokasi Freeport Mcmorant Timika Papua, bisa jadi kejadian di Timika ini merupakan rangkaian (strategi) teror di J.W.Marriott Jakarta. Dan kejadian di Timika hanya merupakan taktik memancing perhatian masyarakat Indonesia Dan Dunia, terutama Pemerintah dalam hal ini TNI/Polri.

  Rangkaian kejadian ini, jelas dilakukan oleh orang-orang terlatih dan profesional. Bisa jadi ini operasi intelijen asing (spionase), yang menggunakan kaki tangannya, orang-orang Indoneisa yang mudah dihasut atau dimanfaatkan. Tujuannya membuat citra Indonesia di mata Dunia kembali rusak. Dan lebih konkrit lagi bertujuan memecah belah Indonesia.

  Momentum kejadian ini, sepertinya direncanakan saat Indonesia berhasil dengan gemilang mengsukseskan Pemilu 2009, yang merupakan pesta Demorasi yang dipantau Dunia. Dan moment ini menjadi lebih fantastis ketika Mata Dunia mulai mengikuti laga MU di Jakarta,  jelas kehadiran MU (sebagai klub olahraga elit Dunia) akan membetot perhatian Dunia. Dan citra Indonesia yang sudah baik di mata Dunia berhasil diruntuhkan dengan sekejap oleh orang-orang laknat ini.

  Teror apapun bentuknya bertujuan membuat kepanikan atau ketakutan massa, dan salah satu bentuk teror yang sistimatis adalah mengeluarkan travel warning yang tidak pada tempatnya. Kalau bertujuan baik kenapa harus mengeluarkan travel warning ? kenapa tidak langsung menghubungi pihak TNI/Polri saja?

  Sebagai Rakyat kita harus mendukung Pemerintah dan TNI/Polri, untuk menjaga KEDAMAIAN dan KEDAULATAN KITA, baik atas gangguan dari dalam maupun dari luar.  Sebagai Rakyat/Masyarakat yang bisa kita lakukan adalah menjaga dan memperhatikan pergerakan di sekeliling kita (tentu saja yang bisa terpantau oleh mata kita) jika terlihat hal-hal yang mencurigakan langsung menghubungi TNI atau Polri. Bisa dibayangkan kalau setiap individu (masyarakat) di seluruh Indonesia melakukan hal yang sama,  ini  berarti setiap jengkal tanah kita akan terpantau atau terawasi KEAMANAN DAN KEDAMAIANNYA. Selanjutnya kita serahkan penyelesaiannya kepada TNI dan Polri.

  Untuk kebangkitan Indonesia hendaknya kita semua ikut mengambil peran positif kita untuk Bangsa dan Negara, tidak perduli sekecil apapun tindakan positif kita, dan kita harus mulai dari diri kita masing-masing. Banyak hal yang bisa kita lakukan, dan salah satunya adalah memantau pergerakan teroris di sekitar kita, serta tidak melakukan DEMOKRASI KEBABLASAN.

  Kalau teroris tidak takut mati dalam pengabdiannya terhadap setan, kenapa kita harus takut mati dalam pengabdian kita terhadap Allah Aza Wajalah dan untuk Bangsa kita? Allah Maha Mengetahui niat dan tindakan kita, dan Allah selalu bersama orang-orang yang berniat untuk perbaikan Bumi Allah ini.

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

12 Tanggapan to “Ketika Travel Warning Berbuah Teror.”

  1. Singal Says:

    Mari kita bersatu padu mendukung pemerintah dan pihak berwajib, agar negeri kita aman dan damai.
    —–
    Yup..Setuju Bung Singal. Bersatu & Bersama dalam perbedaan akan membuat kita kuat.

  2. romailprincipe Says:

    fakta…mereka pintar..salut..
    opini..konferensi pers berbau tak enak..
    fakta..korban berjatuhan dan “musuh” mereka, yaitu kapitalis dan “kafir” versi pembom, tidak kalah..

    andai setitik rasa kasih menyirami setiap hati..
    ——-
    Sayang Anda tidak menyebut siapa mereka,dan siapun mereka jelas mereka bukan orang bodoh,faktanya memang begitu.
    Pers kita juga harus hati-hati membentuk opini publik..saat ini peran pers menjadi sangat menentukan,tetapi sy yakin pers kita sangat pro remformasi,perubahan,perdamaian,persatuan dan kesatuan,serta tegaknya NKRI.

    Korban memang banyak yg berjatuhan,tetapi yakinlah Negara kita tidak akan kalah dengan mereka.

    Menyinggung sedikit yg Anda ulas di blog Anda,menurut sy Pilpres barusan berlangsung adil,dan persoalan DPT lebih tertangani dengan baik ketimbang pemilu legislatif kemarin,dan ketiga Cappres/Cawapres bersaing dengan jujur dan profesional, kalau terjadi kesalahan-kesalahan di tingkat KPU DAERAH,ini lebih disebabkan human error,dan berilah kesempatan kepada KPU Pusat untuk mengkoreksinya toh ada Bawaslu yang memantaunya.

    Kalau terjadi penolakan pelantikan Presiden seperti yg Anda ulas diblog Anda,justru kekacauan tidak bisa dihindari.Karena fakta membuktikan bahwa Rakyat Indonesia 60% lebih sedikit masih mempercayakan Incumbent sisahnya terbagi 3, yaitu untuk 2 kandidat yang lain dan sisanya golput.

    Dalam pemilu ini TIDAK terjadi kecurangan,yang terjadi adalah keberpihakan Rakyat kepada perubahan dan reformasi,sebetulnya yg terjadi adalah Refolusi Paradigma (bersifat soft) tetapi bergerak serentak dan sangat cepat,seperti SILUMAN PENYELAMAT BANGSA dan incumbent terbantu dengan ini,karena memang sepertinya Incumbent masih yg terpilih saat TRANSISI ini.

    Jadi intinya Incumbent masih dipilih sebagian besar Rakyat Indonesia,dan kenyataan ini sudah terlihat.Yang terjadi adalah dukungan Rakyat yang begitu kuat,dan Rakyat bergerak aktif (ikut berkampanye) meski terselubung.Jadi menurut sy tidak benar kalau terjadi kecurangan-kecurangan.Mohon kt semua melihat ini DENGAN BIJAK,untuk Kebaikan Bangsa Dan Negara Kita Kedepan.Kalaupun Misal,Pemilu diulang hasilnya akan tetap sama.Bahkan prosentase pemilih incumbent bisa jadi bertambah. Mohon Kepada Para Elit melihat ini dengan BIJAK, dalam Pilpres ini YANG MENANG adalah RAKYAT dan DEMOKRASI. Mohon dipahami,agar KEDAMAIAN seperti yang diidamkan Rakyat bisa terwujud.

    Terima kasih bung Roma. 🙂

  3. alamendah Says:

    Sebuah tindakan yang tidak sesuai dengan perikemanusian dan perikeadilan!
    —–
    Makanya..alam juga ikutan marah ya Mas.

  4. jerzz Says:

    visit my blog again
    -http://jerzz.wordpress.com-/
    -http://blackercomputerz.wordpress.com/-

    ——
    Ya..ya Jerry 🙂

  5. Kurotsuchi Says:

    kadang2 bingung juga sama konsepsi dan persepsi mereka para pelaku terror itu… mereka berpijak pada konsep kebenaran, keadilan hingga jihad dan pengabdian melalui kacamata mereka sendiri…

    ujung2nya, kita jadi merasa tidak aman dan nyaman di ‘rumah’ sendiri…
    —-
    iya,kadang jadi membingungkan,tapi pedoman kita kan Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad S.A.W.Setelah itu ikuti hati dan logika kita..patokannya pedoman yang dua itu tadi.Kalo sudah terasa berlawanan,tinggalkan saja paham yang aneh-aneh itu 🙂

  6. oRiDo™ Says:

    phhh…
    kenapa harus ada teror…???😦
    —-
    bingung neh🙂

  7. Rindu Says:

    Udah ketemu belum yah pelakunya🙂
    ——
    Belum neh,mau bantu’in nyari?🙂

  8. romailprincipe Says:

    baru main ke sini lagi..

    “Kalau terjadi penolakan pelantikan Presiden seperti yg Anda ulas diblog Anda,justru kekacauan tidak bisa dihindari.Karena fakta membuktikan bahwa Rakyat Indonesia 60% lebih sedikit masih mempercayakan Incumbent sisahnya terbagi 3, yaitu untuk 2 kandidat yang lain dan sisanya golput.

    Dalam pemilu ini TIDAK terjadi kecurangan,yang terjadi adalah keberpihakan Rakyat kepada perubahan dan reformasi,sebetulnya yg terjadi adalah Refolusi Paradigma (bersifat soft) tetapi bergerak serentak dan sangat cepat,seperti SILUMAN PENYELAMAT BANGSA dan incumbent terbantu dengan ini,karena memang sepertinya Incumbent masih yg terpilih saat TRANSISI ini.”

    Sob, perasaan ku ndak pernah nulis menolak tuh..
    aku memang bukan pemilih yang menang, tapi ketika udah menang, mau bilang apa kan…
    kalau terbersit menolak, berarti ilegal..hehe..
    ndak lah, tuk apa menolak..Rakyat menang..Viva rakyat..
    segala tuduhan kecurangan, tak akan terungkap..
    yang nuduh salah? atau yang dituduh salah..?
    hehe
    salam

    ——
    Iya Sob, memang komentar diatas bukan untuk Anda kok,percaya deh ama Bung Roma🙂 (makanya sy gak komentari di blog Anda)🙂
    Kita lihat perkembangan hasil penyelidikan Panwaslu,yang pasti yang nuduh belum tentu benar kan?🙂 yang dituduh juga jadi lebih berhati-hati. Yah inilah proses Demokrasi,yang penting jangan sampai kebablasan,saling menjatuhkan untuk kepentingan sempit.Kasihan kan kita2 rakyat kecil ini,jadi tambah bingung🙂

    Makasih yah sudah berkunjung lagi🙂

  9. kawanlama95 Says:

    Setuju.

  10. kawanlama95 Says:

    yang jelas fakta dilapanganlah yang akan membuktikan. bukan asumsi dan presepsi.oke
    —–
    yap..betul kawan?!..🙂

  11. ng Update Blog Terbaru Says:

    hem…
    —-🙂

  12. kawanlama95 Says:

    mas setannya pas mau ngebom pake baca bismilah loh, masa seeh setan.
    mereka manusia tapi salah paham terhadap pemahaman kalo setan banyak juga seeh tempat pelacuran, diskotik, end tempat maksiat. wah bukan setan ya. kan ga bunuh orang ya. apalagi dapet duit ya .pemerintah ya retribusi, walah pegawai negri gazi dari mana. aduh jadi ga enak neeh orang tua juga orang pemerintah. wah ngeri dah. dimana-mana ada setan

    maaf mas komentnya ga jelas ya
    —–
    yang dibom kan orang yang tidak bersalah,taruhlah sasaran awalnya orang asing, tapi apa ini sudah sesuai dengan ajaran Islam?..Agama kita kan mengajarkan menghargai/memuliakan tamu, siapapun mereka sepanjang mereka bertamu dgn tujuan baik berarti mereka dalam lindungan kita semua sebagai penduduk Negara berpenduduk Muslim terbesar ini kan?..lha kalau mau jihad jangan ngebom diskotik dsb dong..tempat2 seperti itu kan jihadnya dgn lisan saja,beri pengertian orang2 Islam agar jangan pergi ketempat2 maksiat seperti itu,kenapa harus dgn kekerasan?..toh banyak korbannya juga justru orang-orang Indonesia juga.Keamanan kita terganggu,ekonomi terganggu..kita semua juga yang sengsara kan?

    Nabi kita kan mengajarkan bahwa perang terbesar itu yaitu “melawan hawa nafsu diri kita sendiri”…lha ini kok orang-orang yg tidak bersenjata di bom, apa ini motivasinya bukan dendam?..apa ini bukan nafsu namanya?..trus kalo nafsu dibalas dengan nafsu jadinya apa dong..🙂

    Kalo setan sih ada dimana2,jangan kan ditempat2 maksiat, lha wong orang lagi sholat aja masih diganggu setan kok.Makanya sebagai sesama Muslim tidak ada salahnya kita saling mengingatkan kan?..

    Maaf nih jadi ngelantur jg jawabnya..🙂

Komentar ditutup.


%d blogger menyukai ini: