Subtansi Zikir.


Sungai dan Mentari Pagi.

Sungai dan Mentari Pagi.

  Pada setiap bulan Ramadhan, seperti biasanya Umat Islam diseluruh dunia, berlomba-lomba mendekatkan diri kepada Tuhan Seru Sekalian Alam.Sebagai bentuk kepasrahan dan pengambdian kepada Sang Khalik. Salah satu bentuk pendekatan diri ini berupa memperbanyak zikir kepada Allah S.W.T.

   Selepas subuh disalah satu hari pada bulan Ramadhan 1430 H ini, kebetulan saya diberi kesempatan berjalan-jalan dan melihat keindahan alam ditepian sungai ini disaat mentari pagi mulai menampakkan dirinya diufuk timur.

   Dan seperti biasa subtansi zikir mulai berkelabat dipikiran ini,Ya Allah ya Rabb betapa berilmunya Engkau Ya Rabb,jika seluruh air dilautan dan sungai-sungai di seluruh permukaan bumi ini dikumpulkan dan dijadikan tinta untuk menulis semua ilmu-Mu maka tinta itu tidak cukup untuk menulis banyaknya ilmu-Mu, padahal ilmu yang Engkau bagikan kepada manusia hanya ibarat setetes tinta yang jatuh diatas kertas putih.Maka apakah pantas manusia berlaku sombong padaMu?..

   Ya Allah cinta dan kasihMu kepada seluruh mahluk begitu sejuk dan dalam laksana dalamnya lautan,bahkan tidak terhingga laksana memandang tepian langit ditengah lautan. Padahal lututku sudah terasa gemetar walau hanya sekedar memandang kesejukan dan ketenangan serta misteri dalam kedalaman air sungai ini, maka pantaskah saya menjadi sombong pada-Mu?Astagfirullah hal adzim..

   Ya Allah janji-Mu pasti, laksana pastinya terbitnya mentari disetiap pagi hari,Ya Allah bagaimana jadinya kalau janji-Mu tidak pasti? apakah saya masih bisa melihat mentari dipagi hari ini?..bagaimana jadinya kalau saya tidak lagi menemukan mentari di pagi ini? Astagfirullah hal adzim..itu artinya kiamat bagiku.

   Ya Allah kasih sayang-Mu begitu indah laksana indahnya hamparan awan.Ya Allah bagaimana jadinya kalau awan itu tidak bergerak sesuai kehendak-Mu? apakah akan terjadi butiran air dari awan itu? apakah burung-burung bisa beterbangan? apakah manusia bisa melihat serpihan awan dari atasnya tanpa izin-Mu?

   Ya Allah pohon-pohon nyiur itu terlihat begitu cantik..laksana gadis cantik lagi sholeha (ups..lagi puasa ding🙂 ) Astagfirullah hal adzim..Ya Allah bagaimana jadinya kalau Engkau tidak menjadikan keindahan dan kecantikan?  betapa hambarnya hidup ini. Subhanallah wal hamdulillah..

   Ya Allah bagaimana jadinya kalau keindahan bumi-Mu ini tidak bisa kami pertahankan? apakah sanggahan para malaikat bahwa manusia hanya akan membuat kerusakan di atas bumi-Mu ini akan jadi nyata? Ya Allah..Engkau Maha Mengetahui, hanya pada-Mu-lah kami berserah diri.

   Hmm..”Allah menciptakan wajah (bumi) dan manusialah yang menciptakan ekspresinya (kerusakannya)”. Ya Allah,apakah segala macam bencana yang terjadi di Negeri ini adalah akibat dari ekpresi kami? hingga bencana gempa Nabire,Jogjakarta,Padang,Sanger Talaud hingga Tasikmalaya tidak bisa kami elakkan?

   Ya Allah, bagaimana pula dengan tsunami, kebakaran hutan, angin puting beliung, kecelakaan pesawat, hingga semburan lumpur di Porong? Apakah ini wujud teguran-Mu yang selalu memperingatkan manusia akan kesombongan-kesombongannya? Ya Allah,sesungguhnya kami hanya manusia yang lemah, yang berjalan dengan membusungkan dada dalam kealpaannya.

   Ya Allah, apakah semua musibah ini adalah buah dari kesabaran dari para yatim piatu, orang-orang terlantar, anak-anak jalanan, para jompo, para TKI/TKW, para buruh, orang-orang miskin yang hak-haknya terabaikan? Astagafirullah hal adzim..ya Allah berilah kami kemampuan untuk meng-instropeksi diri kami, agar kami mampu memperbaiki kesalahan-kesalan kami. Sebab bukankah Engkau selalu bersama orang-orang yang teraniaya?

   Ya Allah berilah kami kemampuan untuk bisa lebih memperindah bumi-Mu ini, agar kami lebih bisa mewujudkan bentuk syukur kami secara lebih nyata. Ya Allah jadikan para korban gempa Tasikmalaya yang meninggal di bulan suci ini, menjadi syahid dijalan-Mu. Ya Allah berilah kami kemampuan untuk lebih bisa memaknai bulan suci Ramadhan ini. Amin ya Rabbul alamiin..

Tag: , , , , , , , , , , , ,

7 Tanggapan to “Subtansi Zikir.”

  1. omiyan Says:

    Allah SWT sudah sering menunjukkan kasih sayang-Nya kepada Umat Manusia walau terkadang kita sendiri melalaikannya…

    Terkadang meringis bila manusia itu sendiri begitu angkuh dan sombong dengan perbuatan dan perkataan yang melecehkan Kitab Suci yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW

    Padahal kebenaran-Nya telah terbukti.
    ——-
    Semoga kita tidak menjadi golongan org yg lalai,apa lagi sombong. Terima kasih sudah berkunjung.

  2. annas nashrullah Says:

    yups dzikir ternyata menu terlezat dalam kehidupan

  3. oRiDo™ Says:

    mari kita tinggkatkan iman dan amal ibadah kita..
    semoga kita dapat istiqamah..
    —-
    iya Insya Allah Mas,sorry telat di approve nih🙂

  4. ebholic Says:

    Mohon maaf lahir batin..boss posisi dimn skrang?no telp brapa skrang?
    —-
    iya sama-sama,mohon maaf yah kalo ada salah.. ntar dikirim via email. Sudah balik dari Jayapura kah? ip addnya pake speedy neh 🙂

  5. Rindu Says:

    Seneng deh baca tulisan yang ini … menunjukan sang empunya blog mulai kembali ke rel yang benar🙂 saya suka tulisan ini.
    ——
    Makasih..🙂 kembali ke rel ini mah udah lama,tapi relnya gak bunyi..🙂 terima kasih suportnya yah.

  6. Nuansa Pena Says:

    Amin ! Dari semua cobaan ini semoga berbuah Keikhlasan dan kesabaran ! Semua hanya titipan Allah .. semuanya akan kembali kepada-Nya !
    —-
    Amin !.. terima kasih sudah di do’ain mas,semua yg ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya dan akan kembali kepada-Nya.

  7. emilholic Says:

    iya pake speedy lagi dimana skarang ?
    —-
    yang jelas bukan di Sungai Rumbai man 🙂 posisi sudah di Karawaci ?

Komentar ditutup.


%d blogger menyukai ini: