Perubahan dalam perspective Demokrasi(Opini).


Komodo (Lindungi Hewan Langka).

Dewasa ini perubahan menjadi sangat santer terdengar dimana-mana,tetapi dikampung saya menjadi sangat lucu (maaf,saya lagi bicara perubahan dikampung saya,bukan bicara pilem Alangka Lucunya Negeriku)🙂 menjadi sangat lucu ketika perubahan berputar putar diseputar itu saja.Jadi alangkah baiknya kalau kita tuntaskan seperti apa perubahan yang diinginkan dikampung saya ini.

Seperti kita ketahui bersama,bumi ini berputar pada porosnya,berputar seimbang simultan dengan planet lain,yang ada dijagat raya ini.Semuanya teratur tidak berbenturan,semua kita sepakat bahwa dibalik ini semua ada satu kekuatan yang super dahsyat yang mengatur system tata surya ini,sebab kalau tidak misalkan jika ada salah satu planet yang aus.Bisa dibayangkan kalau ada salah satu planet yang aus (rusak atau saturasi),tanpa ada yang merawatnya.Tentu saja planet yang saturasi ini,akan bergerak tidak beraturan,sempoyongan seperti orang mabok🙂 dan kita semua sudah bisa menebak apa yang akan terjadi.Naudzu bilah himindzalik..

Dalam perputaran bumi ini,terjadi proses yang bisa dilihat dan dirasa sangat nyata,yaitu terjadinya siang dan malam.Dan seterusnya seperti ini,siang berganti malam,malam berganti siang dan tanpa kita sadari menjadi sehari,menjadi sebulan menjadi setahun dua tahun dst.Terus seperti itu satu episode kehidupan berganti menjadi episode kehidupan berikutnya.Tidak ada satupun diantara kita yang mampu menahan ini.

Kita semua tahu bagaimana hebatnya zaman firaun dengan sphinxnya,bagaimana hebatnya zaman Babilonia di Irak,bagaimana cemerlangnya zaman Sriwijaya dan Majapahit dengan maha patih Gajamadanya,dengan Borobudurnya,tetapi kita semua hanya bisa melihat itu dari bangkainya melalui peninggalan peninggalannya.Artinya semua akan berubah,bumi berputar,malam berganti siang,tahun berganti,zaman berubah terus seperti itu.Suka atau tidak suka kitapun akan berubah dari tiada menjadi ada kemudian tiada🙂 inilah kekuatan perubahan,the power of changes.Tanpa ada satu kekuatanpun yang bisa menahan ini,semuanya akan tergilas.

Lantas apa yang bisa kita lakukan,untuk memaknai rotasi perubahan ini agar menjadi lebih baik dan lebih baik lagi? bicara lebih baik dan lebih baik lagi,tentunya kita akan melihat keteraturan,perubahan yang beraturan.Bicara keteraturan akan membuat pikiran kita akan berpikir ketidak teraturan.

Tidak teratur,kalau dilihat dari bahasa Sansekerta,berarti kacau,berarti harus ada peraturan agar teratur,agar tidak kacau.Pertanyaannya adalah apakah kehidupan kita saat ini belum teratur? tidak juga,semuanya sudah teratur tetapi keteraturan yang diperlukan adalah keteraturan yang lebih baik lagi dan lebih baik lagi agar perdamaian seperti yang kita harapkan bersama bisa tercapai.Dan untuk mencapai ini tidak cukup dengan reform,sebab kita semua tahu belum ada formasi sebelumnya yang kita pakai yang sempurna.Artinya lebih tepat kalau kita pakai kata perubahan ke arah yang lebih baik.

Lantas bagaimana peraturan atau formasi yang sempurna? peraturan itu adalah peraturan agama,ups jangan skeptis dulu🙂 coba kita lihat lebih jauh,agama berasal dari bahasa Sansekerta,agama terdiri dari dua suku kata, a dan gama,a bermakna tidak dan gama bermakna kacau.Jika kedua suka kata ini digabungkan akan menjadi tidak kacau,tidak chaos.Jadi tidak berhubungan dengan agama apapun,sebab agama disini adalah unsur aturan,bukan subtansi agama.

Berbicara peraturan agama akan meliputi semua agama,tetapi bukan berarti mencampur adukan semua agama yang ada.Secara subtansi semua agama berjalan sebagaimana adanya seperti yang diyakini oleh masing masing pemeluknya.Dan Pancasila biarkan seperti apa adanya (tanpa piagam Jakarta).

Berbicara peraturan agama,tentunya semua agama meyakini adanya SATU kekuatan yang maha dahsyat diluar kemampuan manusia bahkan menguasai semesta.Dan kekuatan ini adalah Allah dalam Islam,Tuhan dalam Kristen Protestan dan Kristen Katolik,Sang Hyang Widi dalam Hindu,Sang Budha Gautama dalam Budha,Dewa dalam Konghucu.Semuanya jelas tidak bersinggungan,dan harus saling menghargai dan menghormati antar sesama pemeluknya.Dan ketika berbicara peraturan agama berarti peraturan Allah yang tertulis di kitab suci masing-masing yang harus ditaati.

Nah ketika berbicara peraturan Allah maka komando tertingginya ada pada Allah Aza Wajallah.Dalam aturan Allah jangan takut akan ketidak adilan,karena memang Allah Maha Adil,jangan takut tidak demokratis,karena Allah memang Maha Demokratis,dalam aturan Allah jangan dulu bicara tentang hak azasi manusia tapi mari kita mulai dulu dari hak azasi semut🙂 dsb,intinya semut juga berhak merdeka.Subhanallah..

Ketika berbicara aturan Allah,maka kebenaran dan keadilan menjadi tidak bisa ditawar lagi.Ketika berbicara kebenaran dan keadilan,maka hukum yang berkeadilan menjadi pilar utama.Mengutip statement Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,”Di Negeri ini kita semua sama di mata hukum”.Artinya siapapun yang berbuat melawan hukum harus ditindak sesuai hukum.Dikaitkan dengan aturan/hukum Allah,yang membedakan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya adalah iman dan akhlaknya,jadi bukan status sosial atau apapun itu namanya.Berat memang tapi dampaknya adalah kedamaian dan ketentraman seperti yang diharapkan semua orang.

Pedoman penulisan:

# “Allah memberikan hikmah kepada siapa yang disukaiNya dan barang siapa yang beroleh hikmah,sesungguhnya ia telah beroleh kebaikan yang amat banyak sekali,akan tetapi hanya orang-orang yang mempunyai akal saja yang tahu mengambil pelajaran”. (Al-Qur’an,surat II:269).

# “Berserulah engkau memanggil kepada jalan Tuhan engkau(aturan/agama) dengan beralatkan hikmah (filsafat) dan pengajaran-pengajaran yang baik”. (Al-Qur’an, surat XVI,ayat 125).

# “Kami akan perlihatkan kepada mereka itu tanda-tanda Kami pada seluruh Dunia,juga pada dalam diri mereka itu sendiri sampai nyata bagi mereka bahwa Allah adalah benar adanya” (Al-Qur’an surat XXXXI,53).

Berbicara mengenai perubahan dalam kaitannya dengan demokrasi rasanya tidak cukup hanya dibicarakan disini,harus ada ruang dan waktu yang cukup untuk membicarakan ini.Dan tulisan ini hanya bersifat opini,kurang dan lebihnya mohon dimaafkan.Segala kebaikan adalah milik Allah semata dan segala keburukan adalah milik saya sebagai manusia biasa.Terima kasih🙂 =>>

Tag: , , ,

5 Tanggapan to “Perubahan dalam perspective Demokrasi(Opini).”

  1. mobil88 Says:

    Good article, menarik dan menggugah untuk berpikir
    Salam hangat dari http://mobil88.wordpress.com
    —-
    makasih🙂

  2. didot Says:

    masalah kebanyakan manusia itu mengukur adil menurut kacamata mereka sendiri,sedang Tuhan itu perhitungan keadilanNYA sempurna,tapi tidak menurut ukuran manusia.

    kalau dalam kacamata manusia ,soal adil biasanya ada yg nganggap sama rata,padahal adil itu adalah si miskin dapat subsidi ,sementara si kaya harus membayar lebih banyak,itulah keadilan seharusnya,bukan sekedar sama rata,meski dalam kasus tertentu adil adalah sama rata juga,harus dilihat konteksnya(terutama bidang hukum ya) ,ini semua butuh kebijaksanaan tentunya

    wallahualam

    nice post🙂
    ———
    iya mas Didot,adil menurut kita belum tentu adil menurut Allah yah.Adil itu sih relatif ,mas Didot keliatannya lebih melihat dari sisi takaran yah,keadilan buat simiskin tidak hanya dalam bentuk pemberian subsidi,bisa jadi dalam bentuk perhatian misalnya atau mungkin membuka lapangan kerja misalnya,terkadang ada orang yang lebih suka memberi jadi ketika dia diberi dia merasa ini justru tidak adil,intinya kita harus melalukan pendekatan dulu dari situ kita akan tahu,bagaimana biar adil untuk si A misalnya,sebab rasa keadilan untuk si A bisa jadi tidak sama dengan si B misalnya.

    Kalau dari sisi hukum,terkadang kita tahu si A salah misalnya,tetapi karena si A lebih dekat ke kita,yah kita bela dia (si A) padahal nurani kita menolak karena kita tahu justru si A yang salah.Pahal kalau hukum yang berkeadilan kita bisa katakan ke si A bahwa dia salah,dan kita memberi dia nasehat dan pembelaan semestinya,artinya kalau si A kalah kita harus sadar bahwa dia memang salah dan harus berani menerima kekalahan demi rasa keadilan.Jadi di hukum juga tetap saja ada pertimbangan hati nurani,karena hukum itu kan permainan data data,artinya kalau kita bisa memainkan data dengan baik bisa jadi yang salah justru menang.Disinilah mungkin yang dimaksud dengan hukum yang berkeadilan,makasih mas Didot🙂

  3. rumahsehatafiat Says:

    Perubahan adalah sebuah tuntutan setiap individu dan bebas berbuat untuk kepentingan dirinya masing-masing. dalam demokrasi. kebebasan individu sangat di akomodir namun kebebasan tersebut tetap diatur sehinga tidak menibulkan efek yang buruk dengan individu yang lain.

    Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).
    ——
    Disinilah pentingnya kebersamaan,kepentingan individiu diharapkan tidak merugikan kepentingan bersama (banyak orang).Demokrasi memungkinkan kita merubah atau memperbaiki yang belum sesuai secara bersama-sama (serentak),sesuai bidang dan keahlian masing-masing,sekaranglah saatnya kita merubah peradaban kita.Mau jadi apa kita kedepan ditentukan oleh apa yang kita perbuat hari ini secara bersama bersama.

    Agar demokrasi tidak menimbulkan efek yang bias,ya itu tadi kita kembalikan ke aturan agama masing masing,dan harus bisa saling menghormati dan menghargai satu sama lain,seperti misalnya cara berpakaian teman teman perempuan mbok ya yang sopan dikitlah🙂 jadi gak lantas jaman demokrasi trus bisa semau gue.Semua punya aturan,kalau kita kembali ke agama biasanya ada rasa malu begitulah kira2.Disinilah mungkin peran serta para pemuka agama untuk mengingatkan,agar bisa membentuk moralitas yang lebih baik.

    Rahmat Allah bisa tercurah kepada kita,bila kita bisa bersyukur dan berterima kasih padaNYA,jadi bagi kita yang muslim yah ikutilah apa yang ada dalam Ummul-Kitab,jangan berbuat seolah olah menentangNYA,agar kebaikan yang sudah ditetapkan kepada kita tidak dihapus,apalagi kalau dirubah menjadi bencana.Na’udzubillah himanzalik.. makasih mas🙂

  4. rumahsehatafiat Says:

    Bentuk kebersamaa dalam sebuah tatanan masyarakat , bisa disebut komunitas, jamaah ataupun kelompok kecil, paguyuban ataupun namanya . Merupakan sebuah kontrobusi positif dalam masyarakat kita yang sangat hetrogen . Namun pada tataran idealisme terkadang ini kadang menimbulkan pro kontra di masyarakat sehingga pada taraf tertentu menjadi kontra produktif .Namun itu semua bisa di komunikasikan dengan mengunakan pendektan rasional masyarakat. Karena apa masyarakat kita kadang membutuhkan penjelasan yang rasioanal. Sehinga sebuah cita-cita demokrasi yang adil bisa diejahwantahkan dalam masyarakat yang komplek.

    Sangat setuju sekali kebebasan individu tetap dihargai tapi jangan melupakan norma , etika ,sosial masyarakat. terutama sebagai Masyarakat indonesia yang semi religius sangat diharapkan agar individu tidak mempengaruhi hal – hal yang bersifat negatif.

    Salam sehat selalu untuk bung farid , postingan yang sangat cerdas
    saya tunggu opini sejenis ini.
    wassalam
    ——–
    Dalam masyarakat yang sangat heterogen,dibutuhkan strategi dalam penyapaian opini,sebab..(lansung saja ke filosofi Jawa kuno,”yang baik menurut kita belum tentu baik menurut orang lain”.Strategi inilah yang bernama politik,kalau dalam hukum Allah lebih dikenal dengan sebutan Allahlah Maha Pembuat Muslihat,Maha Pembuat Siasat.Tetapi siasat Allah selalu berujung kepada kebaikan untuk semua,dunia dan akhirat.(Subhanallah..) Jadi bukan politik yang seperti kita kenal di dunia ini🙂 politik identik dengan abu-abu,parahnya lagi selalu mengarah ke hitam.Jadi bagaimana kalau sekarang kita balik,dari abu-abu ke putih,gimana setujuh?🙂 karena di dunia ini untuk mencapai tujuan baik saja harus menggunakan strategi.Inilah dunia,panggung sandiwara. makasih🙂

  5. Farid Says:

    Beberapa tahun lalu sekitar (thn 1999),sy dan beberapa teman kerja waktu itu,mengambil kesempatan libur Sabtu dan Minggu,untuk mengejar hobby kami.Kebetulan hobby kami waktu itu berburu sarang burung walet gua,yang memang banyak tersebar di wilayah Papua dan Maluku bagian tenggara.

    Pagi itu hari minggu,setelah sehari semalam berjalan tanpa istirahat,akhirnya kami sampai di 0 km.Sekitar pedalaman Sarmi Jayapura. 0 KM karena sudah sampai dipenghujung jalan yang pernah dibuat manusia,itupun buatan perusahaan legal logging.Sampai sudah sejauh itu perjalanan kami,belum tampak ada tanda-tanda sarang burung yang kami cari.

    Dan kami putuskan untuk balik,dalam kepenatan dan kantuk yg amat sangat,sang driver melakukan kesalahan teknis,harusnya pedal rem yg di injak tapi yang ke injak pedal gas.Diturunan pegunungan,dijananan berbatu dan berkerikil,diselah ilalang,mobil kami melaju dengan gaya bebas,entah bagaimana kejadiannya,mobil melaju berguling entah berapa kali gulingan,dan kami berempat di dalam mobil jadi tumpang tindih.Saat itu yang saya ingat,saya mengerang Allah..Allah..Allah sampai mobil benar-benar diam dengan posisi atap dibawah.

    Beberapa saat,kami terdiam memanggil nama satu sama lain,dan ternyata kami masih lengkap,dalam posisi mobil terbalik kami seakan baru sadar bahwa kami baru melewati bahaya,dan bahaya lain masih mengancam,dalam mobil bau bensin dan darah menyengat,dua orang teman saya mengerang tangannya gak bisa diangkat,dan bau darah begitu terasa dihidung sy yang ternyata mengalir berasal dari kepala saya.Ketiga teman sy seakan tidak bisa bergerak,apa boleh buat sy harus bergerak keluar dari mobil yang semua kacanya sudah pecah.

    Dalam keadaan darah masih mengalir dari kepala,sy berhasil merangkak keluar dari mobil,dan disambut pemandangan lain,semak semak dan ilalang ada di mana-mana,beberapa meter dari tempat sy merangkak,berdiri seekor babi hutan menatap seakan penuh ibah.Syukurlah beberapa saat kemudian babi hutan itu pergi meninggalkan saya,dan sy bisa bernafas sedikit legah.

    Setelah memeriksa mobil,saya mendapati mobil tersimpan tidak dalam posisi aman,masih siap menggelinding.Satu meter dari posisi mobil kami,terdapat jurang yang dalamnya kurang lebih 50 M dan dibawah jurang itu hanya terdapat lumpur hidup.Menyadari situasi bahaya ini,sy mengganjal mobil dengan batu seadanya semampu sy,sambil berteriak meminta teman-teman untuk keluar dari mobil.

    Setelah semuanya berhasil keluar,kami berembuk dan kami sepakat bahwa kami dalam masalah besar,jika kami berdiam diri disini,tidak ada seorangpun yang bisa menemukan kami disini,entah sehari dua hari atau tiga hari kedepan.Jalan satu satunya kami harus menyelamatkan mobil ini.Dan mobil harus bisa dipakai untuk sampai ke kilometer berikutnya untuk minta bantuan makanan dan obat-obatan.

    Alhamdulillah kami berhasil membalik mobil dalam posisi seharusnya,walau mobil sewaan dari rental ini masih baru keluar dua minggu sebelumnya dari tokoh,tapi begitu cepat mobil ini berubah seperti mobil rongsokan,kapnya penyok sana sini,kacanya habis,cat mobil jadi berantakan,kap (atas) jadi merapat ke body,tapi Alhamdulillah bensin masih tersisa dan mobil masih bisa distater.Dan merangkaklah kami kaluar dari belantara itu dengan mobil rongsokan.

    Beberapa hal yang saya ambil dari kisah ini diantaranya,pertama: Allah itu selalu ada,dan selalu menolong hambanya yang lagi dalam kesusahan.Kedua: Lumpur hidup itu jadi menakutkan saya,terbayang kalau jatuh terpendam disitu artinya kami tidak akan pernah bisa keluar.Dan ketakukan ini membuat saya jadi berani untuk menghindar,bahkan melupakan darah yang masih menetes dari kepala saya.”Saya dan teman-teman tidak boleh terjebak,di lumpur kematian ini” dan afirmasi sederhana ini akhirnya membuat kami bisa keluar dari bahaya itu,dalam kondisi yang sangat berantakan.Subhanallah,walhamdulillah..”

    Carilah jalan memutar jika sekiranya menemui jalan buntu,banyak jalan menuju Roma”. Mohon maaf untuk sementara,saya akan mengurangi kegiatan bloging dulu,bagaimana pun ibarat kisah diatas,saya harus beusaha mendapatkan bensin mobil saya,karena saya tahu dibelantara itu tidak satu orangpun yang melihat saya,dan saya harus bisa keluar walau dalam kondisi merangkak. back..

Komentar ditutup.


%d blogger menyukai ini: