Dan Allah mengutus Gagak,mengajari kita teknologi.


burung gagak

black crow.bymasivstar.file

Setelah melihat darah Habil mengalir membasahi bumi,disertai jeritan pilu yang menyayat-nyayat hati,Iblis yang merperkuda nafsu Qabil tersenyum simpul,tipu dayanya mempengaruhi Qabil berhasil,dan pergilah Iblis meninggalkan Qabil dengan bersiul-siul penuh kemenangan.

Tinggalah Qabil sendirian,yang mulai sadar akan ketololan dirinya.Perasaan menyesal atas perbuatan yang baru saja dilakukannya perlahan mulai merasuki lubuk hatinya.Teringatlah dia akan adiknya Habil,adalah seorang yang baik hati dan tidak bersalah apa-apa.Mulailah dia merasakan bahwa perbuatannya sangat teramat kejam.Dia mulai gunda gulana,merasa kosong,nelangsa jauh dari perasaan aman dan tentram.

Dengan mata kepalanya sendiri melihat Habil adiknya,yang bergelepar di tanah menghadapi sekaratul maut.Seluruh anggota badan adiknya hebat menghempas kekiri dan kekanan menandakan rasa sakit yang tak terkira.Nafasnya sesak,jantung dan paru-parunya sudah tak kuasa lagi menghirup udara.Akhirnya seluruh gerak dan gerik adiknya terhenti,sekujur badannya lemas lunglai,suara rintihannya semakin halus,akhirnya hilang lenyap,menghembuskan nafasnya yang terakhir.”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”.

Angin sepoi-sepoi mulai berhembus,daun-daun kayu bergerak dan berdesir.Hembusan sepoi-sepoi angin seakan menjamah sekujur tubuh Habil yang sudah tak bernafas lagi,seakan menghibur,membelai dan memberi tanda turut berduka cita.Sedangkan desiran dedaunan mengalun,seakan menyatakan bersedih dan memberi ucapan selamat jalan kepada jenazah Habil yang sedang pulang kembali ke Rahmat Allah.

Adapun Qabil mendengar desiran daun dihembus angin,seperti bisikan yang mengecam dan melaknatnya: “Qabil,engkau pembunuh,engkau pembunuh,engkau kejam,engkau kejam,engkau bodoh,engkau bodoh”.Burung-burung dan binatang buas dengan berbagai bunyi,seakan berkata kepadanya dan menyesali perbuatannya itu: “engkau pembunuh,engkau kejam”.

Qabil mulai mengerang panjang,dia mulai merasa takut,badannya terasa berat dan kedua kakinya berasa lemah.Tiba-tiba dia jatuh tersungkur disamping jenazah adiknya.”Habil,Habil,Habil” dia memanggil-mangil adiknya,Habil tentu saja tidak menjawab karena nafasnya telah bercerai jiwa dengan raganya.

Qabil termangu-mangu disamping jenazah adiknya,dia tidak tahu apa yang harus dilakukakannya.Apakah jenazah adiknya itu akan ditinggalkan begitu saja,sehingga menjadi makanan serigala dan burung-burung?

Tak sampai hati dia meninggalkannya begitu saja,jenazah itu dipikulnya lalu dibawanya,tetapi dia tidak tahu kemana jenazah adiknya akan dibawa dan akan diapakan jenazah itu,dia berjalan dan terus berjalan.Akhirnya dia menjadi kelelahan,lalu berhenti melepaskan lelah,hatinya sedih dan mulai berkhayal agar adiknya hidup kembali.Sesalnya bertambah-tambah,sehingga dia menjadi gelisah dan mulai marah kepada dirinya sendiri.

Setelah lelahnya agak berkurang,kembali jenazah adiknya itu dipikulnya lagi,dan dia berjalan lagi tanpa tujuan.Setelah penat,dia berhenti lagi melepaskan lelahnya.Begitu terus berulang-ulang,sampai letih dan lesu,dibawah terik sinar matahari.

Tiba-tiba Qabil melihat dua ekor burung gagak berkejar-kejaran.Kedua ekor burung gagak itu,menukik kebawah hinggap di tanah.Keduanya berkelahi sehebat-hebatnya,tikam-menikam,pukul-memukul dengan paruhnya masing-masing.Dan salah satu dari kedua burung gagak itu kena pukul yang keras sekali,sehingga patahlah lehernya.Burung yang kena pukul itu menggelepar di atas tanah,menghempas-hempaskan diri.Tak lama kemudian burung itupun mati.

Setelah mengetahui bahwa burung yang kena itu sudah mati,lalu burung gagak yang masih hidup menggali lubang di tanah dengan mempergunakan kaki dan paruhnya.Setelah lubang itu menjadi besar dan dalam,gagak yang hidup menarik gagak yang mati dengan paruhnya kedalam lubang.Kemudian lubang itu ditutupnya kembali dengan tanah.Kemudian gagak yang masih hidup itu terbang meninggalkan tempat itu.

Melihat itu Qabil menjadi takjub,heran sekali dan berkata kepada dirinya sendiri.”Rupanya aku ini jauh lebih bodoh dari burung gagak yang hitam itu”.Diapun meniru gagak itu,lubang digalinya lalu jenazah adiknya ditaruhkan kedalam lubang itu,dikuburkan dan ditimbunnya dengan tanah.(Sumber inspirasi:tulisan KH.Firdaus A.N)

***

Hmm..siapapun anda,apapun suku bangsa anda,sehebat apapun anda,sejenius apapun anda,suka atau tidak suka Qabil adalah kakek moyang saya dan anda.Kecuali kalau anda penganut teori Charles Darwin🙂

Dan suka atau tidak suka,ternyata Allah membuka cakrawala berpikir kakek moyang kita Qabil, melalui dua ekor burung gagak hitam.Dan sehebat dan semegah apapun kuburan yang pernah ada dimuka bumi ini,inspirasi awalnya datang dari kedua ekor burung gagak hitam itu,yang kemudian ditiru oleh Qabil.Terus berlanjut hingga kini oleh arsitek makam terkini sekalipun.

Filosofi takluknya Qabil melalui nafsu angkara murkanya,yang ditiupkan Iblis hingga kini berlanjut.Cemburu,irih,merasa tidak nyaman (dengan pilihan kedua orang tuannya,’Adam dan Hawa’) menjadi pemicu,’hingga hari ini’ pembuatan dan penemuan teknologi terkini,dalam pemenuhan hasrat/keinginan:memata-matai,melindungi diri,menguasai,membantai sesama manusia hanya untuk alasan perut,kebutuhan biologis,kenyamanan,perasaan dihargai,perasaan penting dll.

Bahkan teknologi internet yang kita kenal saat ini,yang bisa di akses dari hand phone di tangan anda hari ini,tidak lepas dari ‘evolusi’ kebodohan Qabil yang kemudian berkembang menjadi pemenuhan keinginan untuk memata-matai,mengawasi,kemudian melumpuhkan lawan.Seperti kita tahu internet adalah turunan/pengembangan local area network,yang di kembangkan pertama kali oleh angkatan bersenjata Amerika,zaman baheula.Untuk penyebaran informasi guna melindungi diri dan atau mengatur strategi,menggempur pertahanan lawan,agar pelakunya dalam hal ini angkatan bersenjata AS merasa lebih aman,dari gempuran lawan dan atau mengatur strategi penyerangan agar memperoleh perasaan penting.🙂

Inti dari tulisan ini adalah secanggih apapun teknologi terkini,yang berhasil dikembangkan oleh manusia.Tetapi ini semua hanya olok-olok (senda gurau semata),yang ilmu awalnya di ajarkan Allah melalui dua ekor burung gagak hitam yang jelek dan bodoh,melalui ‘kebodohan’kakek moyang kita yang bernama Qabil,putra pertama nabi Adam A.S. yang berhasil diperdaya iblis.Sungguh jika Allah menghendaki,apapun akan terjadi di muka bumi-Nya ini.Dan hanya ada satu kemenangan yang pasti,yaitu kemenangan yang disuarakan oleh para muadzin dari menara-menara masjid.Wallahu’alam bisyawab.. =>>

***

Tag: , , , , , , , , ,

4 Tanggapan to “Dan Allah mengutus Gagak,mengajari kita teknologi.”

  1. Asop Says:

    Wah, kita gak boleh terlalu berbangga dengan raihan teknologi sekarang ini.🙂

    ——-
    bangga boleh..untuk selalu memacu motivasi kita,tetapi jangan jadi gelap mata (berlebihan).Jadi tetap proporsional,bahwa kemajuan apapun yang kita raih kita harus sadar bahwa itu hanya kepunyaan (ilmu) Allah yang kebetulan dititipkan ke kita,dan sewaktu2 akan dikembalikan olehNYA.Ya kalau sudah meninggal dunia,semuanya tinggal jadi sejarah kan?🙂

  2. jasmine Says:

    iya nih aku pernah baca cerita ini,dan hal ini menjadi pelajaran agar kita tidak boleh sombong dengan apa yang kita miliki saat ini
    —–🙂 sombong adalah penyakit hati,sombong menjadikan kita takabur,saat sombong menggerogati hati kita,pikiran kita akan jadi bebal,maksudnya kerja otak kita menjadi tidak maximal karena dipengaruhi nafsu (sombong).Dan ini berarti kemunduran,hilangnya apa yang (seolah-olah) kita miliki.. 🙂

  3. senyumdhika Says:

    cerita yang inspiratif🙂

    ——
    🙂 kalo gak salah, yang diperebutkan Qabil dan Habil itu namanya Dhika😀 *becanda Dhika* btw, makasih udah berkenan nengok gubuk sy…

  4. analisa saham Says:

    ok..ok.ok,,namanya jg manusia pasti khilaf.thank
    ——-
    ya..ya,khilaf dalam kasus di atas,sengaja di giring iblis.Sami2..🙂

Komentar ditutup.


%d blogger menyukai ini: