Nyanyian Kemiskinan.


Birokrasi..
Birokrasi yang korup,
tidak fleksibel
akan membuat
urusan apapun
jadi lambat
potensi suap, mark up, terjadi
akibatnya ekonomi biaya tinggi

Korupsi..
Sistem yang korup
akan membuat semua elemen
korup,akibatnya anggaran
berceceran sana sini
tidak tepat sasaran
akibatnya ekonomi biaya tinggi

Nepotisme..
mempercayakan pekerjaan
kepada bukan ahlinya,tidak profesional
pekerjaan tidak efektif,tidak fokus
akibatnya ekonomi biaya tinggi

Kebijakan..
pajak eksport di turunkan,
pajak import dinaikan..
pengusaha lokal
bisa tumbuh dan bernafas dalam persaingan
akibatnya ekonomi tumbuh..

Etrepreneur..
ransang dan ajak para pengusaha
bangun pabrik semen,seng
dan turunannya..
outomotife dan turunannya etc,merata
dari Aceh sampai Papua..
lapangan kerja akan bertambah
akibatnya ketersediaan lapangan
kerja terpenuhi, Jakarta tidak macet..

Pencurian..
tangkal pencurian kayu di hutan,
pencurian ikan di laut..
kelaloh bahari dengan baik..
kelolah pertanian dengan baik
akibatnya ekonomi akan tumbuh

Moralitas..
pilih mereka yang jujur dan bermoral,
berhati nurani..
akibatnya pembangunan akan tepat sasaran..

Keamanan..
beri insentif dan alat yang memadai
bagi penjaga perbatasan
ciptakan rasa aman, si kaya berempati
ke pada simiskin,simiskin menghargai si kaya
kecemburuan sosial bisa di tekan, anarkisme menurun
akibatnya ranah ekonomi sejuk dan tumbuh..

Ransang kesadaran..
beri kail jangan beri umpan
akibatnya tangan di atas akan merakyat
bukan sebaliknya, kurangi plesiran,
semakin sedikit tangan di bawah
indikasi semakin makmur..
selanjutnya nyanyian sendu kemiskinan
akan semakin sayup terdengar.. by ==>>

Tag: , , , , , , , ,

3 Tanggapan to “Nyanyian Kemiskinan.”

  1. elmoudy Says:

    nyanyian itu terdengar enak didengar..oleh para birokrat..pemimpin negeri ini yang begitu baik hati memeprhatikan rakyatnya yg miskin….
    senangnya yang jadi birokrat…hehheheeee
    ——
    he eh… semoga para biroktat kita pada baik hatinya yah🙂 (jadi ‘kita’ gak seperti di penjara)😀

  2. Farid Hs Says:

    bravo! Mahkamah Konstitusi. Di negeri ini tidak ada yang kebal hukum, termasuk seorang Presiden 🙂 apalagi cuman departemen yang namanya perpajakan,serahkan saja pengurusan pajak ke pihak swasta, biar lebih afdol 🙂

  3. masbadar Says:

    pinter..
    —–😀

Komentar ditutup.


%d blogger menyukai ini: