Kalau ada Negara penjajah nomor wahid,Negara itu adalah Belanda.


Catatan Sejarah.

Topik di atas bukan isapan jempol belaka, coba flash back kejadian di Ambon dan sekitarnya beberapa waktu lalu (sekedar untuk menguak sepak terjang Belanda,bukan bermaksud mengorek luka lama,sebab siapapun yang mengalami kejadian di Ambon,akan merasakan bahwa luka itu sangat pedih).

Coba kumpulkan bukti-bukti dan para saksi dari kedua belah pihak yang bertikai di Ambon,secara objektif.Siapa yang mendisain petaka itu,semua bukti akan mengarah ke RMS,coba tanyakan negara mana yang memberikan ucapan selamat melalui facsimile,ketika RMS berhasil mengibarkan benderanya di Ambon,semua orang Ambon juga tahu kalau negara itu adalah Belanda.Lantas siapa sekarang yang melanggar Hak Azasi Manusia? lebih jauh fakta sejarah menunjukan bahwa ratusan tahun Belanda menjajah Indonesia,hingga hari ini melalui kaki tangannya bernama RMS,apakah pantas Belanda mengklaim sebagai pejuang Hak Azasi Manusia?..

Kejadian penundaan keberangkatan Presiden ke Belanda, menjadi bukti bahwa hingga hari ini Belanda masih berusaha mempermalukan Indonesia di hadapan dunia.Saya sendiri tidak kaget,ketika mengetahui bahwa ternyata Belanda mengakui Indonedia merdeka pada tahun 1949.Kita semua tahu bagaimana Belanda dengan liciknya, menjalankan politik devide et imperanya.

Pengakuan Belanda tidak penting,yang terpenting adalah pengakuan Dunia,sebab dunia juga tahu sepak terjang Belanda.

Coba anda temui di kampung-kampung pedalaman Papua.Tanyakan pada om-om dan tante-tante di  Papua : “enak mana jaman sekarang di banding jaman Belanda?”. Anda akan kaget ketika dia menjawab “enak jaman Belanda”. Coba tanya alasan dia,dia akan bilang bahwa pada jaman Belanda,mereka sering dibagikan roti dan minuman beralkohol,dan mereka bebas bisa mabuk dan tiduran di jalan-jalan.

Coba bayangkan,betapa jahatnya efek penjajahan Belanda ini,hingga hari ini “proses pembodohan ini” masih tertanam dalam paradigma berpikir sebagian kecil masyarakat Papua (OPM) dan RMS.Pertanyaannya,sebagai manusia beradab dan merdeka,apakah kita masih akan terpancing dengan provokasi  Belanda?..cukuplah bagi kita dijajah 350 tahun.Kalau dulu nenek moyang kita berani melawan Belanda dengan bambu runcing,maka sekarang kita harus berani melawan Belanda dengan falcon,sukhoi dan kapal induk. PT Pal mampu membuat kapal induk, PT Pindad mampu membuat jutaan amunisi, IPTN mampu membuat pesawat. Dan Amerika benar, terkadang damai harus ditempuh dengan perang. Karena masih banyak kekuatan-kekuatan yang tak terlihat (invisible hands) yang tidak mengiginkan dunia ini DAMAI. @ next

Tag: , , , , , , ,

3 Tanggapan to “Kalau ada Negara penjajah nomor wahid,Negara itu adalah Belanda.”

  1. Asop Says:

    Padahal negara kecil, tapi menjajah. Tiongkok aja, negara dengan penduduk milyaran, tapi gak menjajah.😦
    *setidaknya Tiongkok menjajah dengan cara yang lain :mrgreen:*

    ————-
    Paradigma dulu berbeda kali yah🙂 karena negara kecil,maka harus memperluas imperiumnya. Mungkin juga permerintah Belanda sudah sumpek melihat imigran RMS di Negaranya,makanya mereka mendukung gerakan RMS,agar RMS cepat-cepat angkat kaki dari negeri itu.Sebelum negeri itu benar2 penuh/sesak.Sayangnya Indonesia juga udah “ogah” nerima RMS ini. Jadinya RMS ke laut aja kali yah😀 ehmm..setidaknya Tiongkok lebih cerdas di banding Belanda,tapi Tiongkok gak mau bersaing dengan kita,lha wong turunan Tiongkok banyak juga disini koq, artinya kan ilmunya sama:mrgreen:

  2. maminx Says:

    Ada lagi penjajah yang masih masuk kategori wahid gak bang??belon puas kali tuh Belanda ya, msh niat coba-coba kali bikin percikan di negara kita, hehe

    salam.
    —–
    ada lagi gak yah?.. ntar gw pikir-pikir dulu🙂 he eh thx Bro..

  3. Asop Says:

    Benar, benar juga komentar Mas Farid.🙂
    —–
    Alhamdulillah,tenang aja Sobat🙂 bahkan Amerika dan UE “membenarkan” ini koq😀 *becanda Sob* tapi kita hanya berusaha mengikis paradigma lama tentang politik “devide et impera”,saat ini saya melihat Belanda sendiri sudah merubah paradigma politik luar negeri mereka,dalam melihat kedepan..🙂

Komentar ditutup.


%d blogger menyukai ini: