Isu jelang Akhir Tahun.


TimNas.

Bertepatan dengan menjelang akhir tahun 2010 M, rotasi perputaran bumi menempatkan selisih perhitungan hari pada bulan Masehi dan Hijriyah, menjadi bersinggungan seperti bersinggungannya planet-planet dalam sistem tata surya. Sungguh Allah menciptakan perbedaan (yang konstan), agar manusia bisa mengambil pelajaran darinya, seperti perbedaan siang dan malam yang tentu saja keduanya memberi manfaat kepada makhluk-Nya. Subhanallah..

Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari isu akhir tahun ini. Diantaranya dalam penyampaian selamat :

–  Selamat Tahun baru Hijriyah 1432 H. 1 Muharam 1432 H.

–  Sehubungan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru (bagi
Anda yang merayakannya), maka di ucapkan  Selamat, kepada mereka-meraka yang berprestasi, seperti ibu Albertina Ho (Srikandi Kehakiman), pak Petrus Reinhard Golose (Kesatria institusi Polri dalam pengusutan kasus terorisme), Chris Jhon (Kesatria olah raga tinju), Alfred Riedl dan team Singanya, semoga “moment” reputasi Alfred Riedl cs ini bisa bergaung ditingkat Asia hingga sepak bola Dunia. Dan bagi Anda yang (sebentar lagi) merayakan Natal dan Tahun Baru Masehi, semoga menjadi perayaan yang Damai dan Indah.

Sesungguhnya perbedaan itu ada, karena dari perbedaan itu akan tumbuh persaingan sehat untuk maju dan berkembang, hingga peradaban akan berganti dengan yang lebih baik dan lebih baik lagi. Untuk menjembatani perbedaan itulah dibutuhkan Demokrasi, maka Demokrasi seyogyanya tidak akan pernah berbenturan dengan apapun, kecuali jika dilihat dengan “pandangan” yang sempit.

Note:
Persinggungan planet2 dalam sistem tata surya bila dilihat dari sisi efeknya (dilihat dari arah berlawanan dengan datangnya sinar matahari) efek inilah yang kemudian membentuk siang dan malam. Intinya persinggungan dari efek pantulan sinar dalam sistem tata surya🙂

Btw, Selamat untuk hari Anti Korupsi dan dukungan untuk gerakan Januari sebagai bulan “gerakan anti Pembohongan Publik” yang digerakan oleh para pemuka agama,akademisi,LSM,tokoh masyarakat,dan masyarakat secara umum,agar di dukung oleh “masyarakat” media cetak dan elektronik secara masive.==>>

Tag: , , , , , , , , ,

6 Tanggapan to “Isu jelang Akhir Tahun.”

  1. Blogseven77 Says:

    kalo Anda beragama Islam,, ada larangan untuk memberi ucapan selamat hari raya pada umat non muslim…

    —–
    Yup,saya mengerti 🙂 makanya saya selalu menambahkan kata2 “bagi anda yang merayakannya” maaf dalam artikel di atas saya lupa menulis kata2 tsb (sudah di edit,mohon dibaca lagi),btw tolong tunjukan ke saya “larangan” itu, Insya Allah dengan ijin Allah bisa kita bahas dari sisi filosofi.Allah sudah “memberitakan” kepada kita akan penilaian “baik dan buruk” melalui “niat” dan “tindakan”, niat dan tindakan disini bermakna sangat luas.Btw,maafkan kalau saya salah🙂 Subhanallah,sesungguhnya hanya Allah yang mengerti apa-apa yang terselip di batin semua makhluk-Nya.

  2. Asop Says:

    Jangan lupa doa akhir tahun dan awal tahun dibaca.🙂

    —-
    Makasih sudah diingatkan..🙂

  3. Pelatihan Motivasi Says:

    Sip…sepakat pak! artikelnya bagus =)
    —-
    Makasih,sayang anda tidak menyebut secara spesifik dimana letak bagusnya🙂

  4. Farid Says:

    Mari kita dukung Mahkamah Konstitusi di tangan prof Mahfud MD sebagai ketuanya, MK menjadi pilar hukum terakhir yg relatif bersih,bravo prof Mahfud MD.

    Trus alangkah baiknya kalau Polri mau menyerahkan sebagian kasus Gayus ke KPK, agar bisa lebih efektif. Soalnya dikasus lain, sudah mulai terlihat (di kasus Centuri) ketidak hadiran Kapolri atas undangan DPR di sidang DPR kemarin memperlihatkan ketidak profesionalan,dan ini digunakan oleh parpol tertentu untuk menunda sidang tersebut. Apa mungkin ini yang dimaksud dengan “pembohongan” publik?

    Khusus kasus Centuri, masyarakat sudah bisa melihat siapa saja yang berada dibelakang kasus itu,untuk itu tidak perlu ditutup-tutupi,sebab ini hanya akan melukai rasa keadilan Rakyat. Sungguh keadilan itu pasti akan terungkap.Sebab jangan lupa, Allah sedang memperhatikannya dengan “asma-Nya” yang Maha Dahsyat,jauh lebih dahsyat dari bola matahari. Dan Allah selalu berpihak kepada Rakyat yang terzalimi.

  5. Farid Says:

    Menyororot statement penting hari ini 13/12/2008:

    Stamement kontraproduktif:

    – SBY: Penegak Hukum berkomunikasi tidak efektif. (Satu lagi statement yang justru memukul balik pemerintah).

    – SBY: Kejaksaan Harus membongkar kejahatan pajak.(Terkesan ambigu,bagusnya Kejaksaan dan Polri harus mendukung KPK dalam pemberantasan kejahatan pajak).

    Statement yang produktif (efektif) :

    – SBY: Timnas bermain melawan Philipina tanpa harus terbebani. (Yup,positif buat Timnas).

    – AFF: Alfred Riedl berharap SBY memperhatikan kondisi lapangan.
    (Nah ini statement yang sangat cerdas,statement AFF ini sangat filosofis🙂 btw memang harusnya kondisi lapangan juga diperhatiin jadi bukan cuman harga tiket saja yang diperhatiin).

    – Amin Rais: Pemerintah harus menyerap aspirasi Masyarakat DIY. (Harusnya begitu Pak Amin, tapi bos kita ini feodal banget,yakin deh kita akan terus terseok-seok kalo beliau tidak mundur atau di-impeach).

    – PAN DIY: Pemaksaan kehendak Pemerintah Pusat atas DIY inskonstitusional. (Nah loh..pemerintah miskomunikasi lagi neh).

  6. Farid Says:

    Untuk Save Jakarta:

    Green design penyelesaian kemelut Jkt sudah ada, tapi desaign ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pejabat setingkat Gubernur, efek pelaksanaannya ekonomi nasional akan tumbuh. Tapi syarat membicarakannya, RI 1 harus mundur dulu, terlalu sulit mempertahankan beliau. Sebab bahkan alam ikut menolaknya. Terlihat beliau hanya mementingkan kepentingan golongan beliau, padahal kita-kita juga butuh makan untuk hidup bukan? Memang saat ini, pemerintah terlihat menggelontorkan dana besar-besaran tapi ini belum tentu tepat sasaran (terlihat pemerintah sudah frustasi).

    Pemerintah boleh tidak percaya,bahkan menembak saya. Tapi ingat! “resikonya Anda tanggung”, ingat sejarah Tanjung Mas (Etiopia) bukan?..Sesungguhnya ilmu hanyalah milik Allah Azawajallah semata.

Komentar ditutup.


%d blogger menyukai ini: