Hari Genee..Gak Jujur?! Apa Kata Dunia!


Kapal Kejujuran di Tsunami Aceh.

‘Hari gini jujur-jujur amat,apa kata dunia!’.Ungkapan sederhana ini beberapa tahun lalu,pernah membuat saya terhenyak,terdiam,merasa menjadi seperti orang paling ‘aneh’ ditengah teman-teman kerja saya.

Fenomena ini sudah terjadi bertahun-tahun,bahkan mungkin hingga hari ini,di pemerintahan bahkan mungkin sudah merambah ke instansi swasta.Dan ini terjadi mulai dari tingkat paling atas sampai paling bawah,artinya memang sistem birokrasi kita sudah sangat korup.

Sebagai seorang pekerja komunikasi yang lumayan banyak melalang buana dikantor-kantor pemerintah maupun swasta di tanah air.Membuat saya sangat bersyukur sekaligus miris ketika mendapati kenyataan ini,yang hampir bisa ditemui dimana-mana.Saya tidak mengerti kenapa mental korup ini,ada dimana-mana.Baik dalam skala kecil dari korupsi waktu sampai korupsi tingkat mahir,sekaliber pembobol bank Centuri dan aviliasinya.

Ibarat sebuah kapal yang besar,lama atau cepat kita akan karam kalau tikus-tikus kecil dan besar ini tidak segera dibasmi.Tikus-tikus ini membuat lobang-lobang kecil di kapal besar kita,hingga kemungkinan besar akan membuat kapal besar yang sama-sama kita tumpangi akan tenggelam,atau bisa jadi muatan berharga diatas kapal kita justru bisa terbuang (Losses).

Mental korup ini bisa jadi sudah dimulai sejak orde baru dan semakin menggila justru saat jaman reformasi.Dan pembenahan mental korup ini,tidak bisa tidak,harus dikomando oleh orang nomor satu di negeri ini. Mulai dari diri sendiri terus kebawah.

Sebagai masyarakat,mungkin yang bisa kita lakukan hanyalah mengkampanyekan ‘kejujuran’.Ayo tahun 2011 kita canangkan sebagai tahun kejujuran🙂 mulai dari diri saya dan Anda tentunya, kita mulai dengan slogan sederhana ‘Hari Genee..Gak Jujur?! Kelaut aja! Ayo kita balikkan situasi yang lalu-lalu,yang tidak jujur,dengan slogan kejujuran.Karena kalau mau jujur,saat ini kejujuran masih sangat mahal harganya,bahkan mungkin masih menjadi sesuatu yang langka.Terutama dikalangan para elit, maaf saya hanya berusaha jujur🙂

Kejujuran di tingkat elit sangat penting,karena ketidak jujuran ditingkat elit,akan sangat fatal bagi keluaran akhir (output) nun jauh disana.Maksudnya,ketidak jujuran elit akan membuat ratusan ribu rakyat yang tersebar jauh,tersebar didaerah-daerah akan menderita.

Contoh ketidak jujuran managament elit kita,ketidak mampuan me-manage industri pangan misalnya.Negara kita ini kan katanya Negara yang luas daratannya,lagi pula subur tanahnya,tapi koq kita justru menjadi negara peng-import beras? keliatannya managemen kita lebih bangga meng-eksport pembantu rumah tangga.Nauzu billah himinzalik..

Negeri kita ini katanya lebih luas lautannya ketimbang daratannya. Arti sederhananya kita dikelilingi garam laut, tapi aneh kita justru menjadi negara peng-import garam.Coba deh,dipikir-pikir lucu gak sih negeri kita ini?🙂 itu hanya sedikit contoh ketidak mampuan managemen elit kita.

Padahal tanda-tanda kebangkitan Negeri kita sudah mulai terlihat,kita punya banyak SDM handal yang tersebar ditanah air maupun di luar tanah air.Beberapa tahun belakangan saya mengamati kebangkitan teman-teman kita di industri,khususnya industri ‘aplikasi’ internet.Dan Alhamdulillah berkat perjuangan teman-teman disektor ini,akhirnya banyak orang yang melek internet di tanah air.Hebatnya pengguna internet kita termasuk santun,ini yang membuat search engine sekaliber Google.Corp. senang berkolaborasi dengan pengguna internet berbahasa Indonesia.

Terus kemudian terlihat kebangkitan industri media cetak dan elektronik kita,yang dimotori oleh teman-teman Jurnalis.Kebangkitan jurnalistik ini,sangat menopang proses demokrasi di tanah air. Kebangkitan jurnalistik ini,diikuti oleh kebangkitan para pengusaha (entrepreneur).Ini bisa terlihat dari iklan-ilkan yang santun dan mendidik saat ini,meski terlihat agak narsis🙂 tapi melalui iklan-iklan ini jutru menunjukkan para pengusahalah yang duluan bisa menangkap paradigma perubahan di tanah air. (Khusus untuk para JUrnalis,ikut prihatin dengan kekerasan yang menimpah para Jurnalis belakangan ini,semoga kasus ini bisa diselesaikan dengan cepat oleh teman-teman di Kepolisian).

Kebangkitan berikutnya ditunjukan oleh teman-teman di industri musik🙂 (luar biasa perkembangan industri musik kita)🙂 semoga ini bisa mengilhami disektor-sektor budaya,film,dan pariwisata.Kebangkitan musik kita,sudah mulai menggelitik industri olah raga kita,ini mulai di tunjukkan oleh teman-teman di olah raga sepak bola.Semoga teman-taman di musik dan jurnalis bisa lebih memberi semangat untuk teman-teman di sepak bola kita.(Untuk sepak bola,bagusnya sih Alfred Riedl Cs,hanya menggunakkan paling banyak 4 orang pemain naturalisasi,selebihnya sudah bisa melihat bibit pemain bola junior kita yang berlatih di Eropa,dan ada juga tuh bibit pemain bola di sepak bolanya TNI,boleh dong TNI kita bisa menyumbang pemainnya untuk Timnas kan?)🙂

Nah,gejala-gejala kebangkitan ini sudah terlihat di tanah air.Tapi sayangnya pemimpin kita tidak bisa me-manage ini. Sayangnya para elit hanya sibuk me-melototin hukum kita, hingga akhirnya hukum kita, menjadi terbelenggu oleh kepentingan politik  para elit , hingga kepentingan Negara menjadi terabaikan.

Nah berbicara,tentang hukum kita.Balik lagi deh ke topik awal🙂 ‘kejujuran’. Ya..mari kita mulai meng-kampanye-kan kejujuran. Dan (khususnya untuk yang mengaku beragama Islam) kejujuran akan keadilan dan hukum, merupakan perintah Allah.Jadi perintah Allah ini wajib bagi semua orang Islam, kecuali anda mengaku bukan beragama Islam.Untuk itu dengan penuh kerendahan hati,mohon kesediaan para ulama (yang hadir di Masjid Istiqlal),untuk memulai mengkampanyekannya di Zikir Akbar di Masjid Istiqlal pada malam perpisahan tahun 2010-2011 nanti.

Perintah Allah itu ‘antara lain’ berbunyi:

” Jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan,menjadi saksi karena Allah,walaupun terhadap dirimu sendiri,ibu bapakmu,dan kaum kerabatmu”.Q.S.4 (An-Nisaa):135.

Semoga tahun 2011 nanti,akan menjadi tahun yang baik bagi Kebangkitan Indonesia,Insya Allah (amin). =>

Tag: , , , , , , , , ,

3 Tanggapan to “Hari Genee..Gak Jujur?! Apa Kata Dunia!”

  1. Farid Says:

    Ya Allah ya Rabb,dengan ke-Agungan-Mu,dengan keindahan nama-Mu,kami telah memasuki tahun baru Hijriyah dan tahun baru Masehi dengan cara yang aman dan damai.Semoga tahun baru ini menjadi berkah bagi kami,untuk perubahan (hijrah) kearah yang lebih baik.Semoga ditahun baru ini,bisa merubah pola pikir kami,meninggalkan segalah bentuk ketamakkan dan keserakahan kekuasaan yang membelenggu kami ditahun kemarin, agar kami bisa merubah arah mengarah ke jalan-Mu (hijrah hati dan pikiran) kearah yang lebih baik.Ya Allah berilah kami Pemimpin baru (dengan cara-Mu) yang lebih baik ditahun ini,pemimpin yang bisa menjadi panutan kami,pemimpin yang bisa mengakomodasi kepentingan semua pihak (tanpa membedakan,agama,suku,ras dan status sosial apapun) agar kami bisa terbebas dari segalah bentuk pembodohan dan kemiskinan (moral) yang membelenggu kami selama ini. Agar Indonesia kami,bisa bangkit berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain,dan agar kami bisa memperoleh kemerdekaan kami secara hakiki.

    Rabbi..tiada daya dan kekuatan,yang melebihi kekuatan-Mu.Untuk itu dengan segalah kerendahan dan kenistaan,kami memohon pertolongan dan perlindungan-Mu.Amin..

  2. anang nurcahyo Says:

    jujur pada diri sendiri saja kadang susah..
    —-
    Nah ini justru yang paling sulit,ketika kita mampu jujur pada diri sendiri,saat itulah kita tidak mampu berbohong kepada orang lain, sebab kejujuran kadang terasa menyakitkan,tapi itulah konsekuensinya,ketika kita tahu pernyataan jujur kita bisa menyakitkan orang lain, ini justru bisa menjadi menyakiti diri kita sendiri juga (mendatangkan rasa tidak nyaman bagi diri sendiri).

    Tetapi untuk alasan kemaslahatan orang banyak, hal ini kadang harus dilakukan,sekalipun kita tahu dengan ‘kejujuran’ itu, bahkan kita sendiripun akan ikut tersakiti. Inilah mungkin yang namanya mengorbankan diri sendiri demi untuk kepentingan orang banyak.

    Dan mungkin inilah yang dimaksud oleh Rasulullah S.A.W, ‘katakanlah kebenaran itu,meski itu terasa pahit’.

    Intinya dengan kejujuran,meski sederhana (tetapi jika dilakukan oleh elit) maka ini akan memberi efek yang sangat luas dan jauh kedepan.Bahkan bisa melintasi segalah jaman,Rasulullah S.A.W sudah membuktikan itu,dan hingga hari ini kita merasa Rasulullah S.A.W seperti seorang sosok yang baru meninggal kemarin.Ini karena beliau sangat dekat di hati kita.

    Kejujuran pemimpin bisa menyelamatkan bumi,contoh konkritnya seperti bencana yang sekarang sedang melanda dunia.Semua kita sepakat ini adalah efek global warming.Coba lihat apa penyebab global warming? diantaranya penebangan hutan besar-besaran,polusi udara dsb,lebih jauh lagi ini karena keserakahan manusia (pemimpin,karena skala kekuasaannya lebih besar) entah karena keserakahan (didorong hasrat memuaskan perasaan penting dsb) atau karena kebodohan.

    Hingga pemanasan global terjadi,penguapan air laut menjadi cepat dan dalam wilayah cakupan yang luas,hingga membentuk gumpalan-gumpalan awan,saat bersamaan suhu udara menjadi tidak mereta,hingga bergeser dari satu ruang keruang yang lain,dengan volume besar dan cepat,inilah yang membentuk angin topan,badai dsb.

    Saat bersamaan terjadi gesekan awan secara sporadis hingga membentuk halilintar dsb,membuat curah hujan yang tinggi,sementara hutan sudah gundul (tanah tidak sanggup menyerap debit air yang besar),hingga terjadi banjir dimana2.

    Di sisi lain akibat pemanasan global ini,gumpalan-gumpalan es dikutub mencair,hingga menyebabkan permukaan air laut naik.Ini menyebabkan lempengan-lempengan bumi bergerak lebih cepat,hingga daerah seperti di Indonesia banyak terjadi gempa,karena memang pusat singgungan lempengan bumi terletak di Mediterania (perairan kita).Benturan akibat pergeseran lempengan ini,menyebabkan gempa,hingga magma diperut bumi menyejadi terdesak keluar,membentuk gumpalan bumi (gunung berapi).Letusan gunung berapi menyebabkan pemanasan bumi semakin cepat dan besar,membuat suhu udara terpola menjadi besar,hingga membuat angin dalam pola yang besar,bergerak cepat tak beraturan membentur apa saja,bahkan membentur permukaan laut,hingga menyebabkan tsunami.Jadi siapa bilang kalau semua bencana ini bukan karena kesalahan manusia? dalam hal ini kesalahan para pemimpin dunia? dan jika dilihat secara spiritual,apakah ini bukan teguran Allah buat manusia? terutama pemimpin?..

    Intinya sadarlah wahai Presiden,keselahan kecil anda akan membuat dunia dan tanah tanah air kita menjadi seperti neraka.Kata orang bijak semua orang ‘bernafsu’ mengejar jabatan kepemimpinan (bahkan berusaha membangun rezim yang tak tergantikan) tetapi tidak semua orang mampu memimpin,bahkan pemimpin terbaik hanya lahir dalam kurun waktu 100 tahun sekali,di Indonesia dalam dekade 100 tahun lalu sudah ada yaitu Ir Soekarno,dan pemimpin kaliber inilah yang membuat gebrakan berani,membuat rencana besar (perubahan besar) kemerdekaan negeri ini,dari yang semula berada dalam kungkungan Hindia Belanda.Nah kita sekarang telah memasuki satu abad kemudian,artinya akan lahir seorang Pemimpin sekaliber Soekarno (yang diharapkan akan membawa perubahan Indonesia kedepan) tetapi pemimpin sekaliber Soekarno itu bukan Pak Beye dan rezimnya. Wallahu’alam bisyawab..

  3. Farid Says:

    Melihat kemelut politik di negeri ini mah jadi sedih😦 wong negeri masih acak kadut begini koq,bisa2nya parpol penguasa,berusaha melempar isu untuk capres 2014.Emang prestasi apa yang sudah ditorehkannya pada periode pemerintahan 5 tahun lalu,plus 1 tahun kemarin?..Ada-ada saja,sadarlah..ini hanya panggung sandiwara,bisa jadi loh pemerintahan sekarang hanya sampai dipertengahan tahun 2011 loh🙂 Lupa yah,kalau jutaan Rakyat mengelus dada atas tingkah para elit parpol penguasa ini,bukan tidak mungkin lah kalau ‘Sang Pemilik Nafasnya Presiden’, akhirnya menjawab jutaan doa Rakyat yang bergulir siang dan malam,untuk meminta agar mendapat PEMERINTAHAN BARU,yang bersih yang profesional dan berwawasan jauh kedepan,yang mampu menjawab semua keinginan Rakyat.

    Ketidak sukaan Rakyat terhadap pemerintah sekarang,bisa digambarkan seperti yang terjadi di PSSI.Lihat saja ketidak profesionalan di PSSI.Akhirnya Rakyat ‘pecinta bola’membuat organisasi tandingan seperti LPI kan? apa tindakan LPI ini salah? tidak juga,ini jaman demokrasi bung.Segalah sesuatu bisa terjadi,untuk alasan profesionalisme dan perbaikan prestasi sepak bola kita kedepan,tindakan LPI tidak ada salahnya.Justru LPI menjadi wadah bagi sebagian klub sepak bola yang menginginkan manajemen persepak bolaan yang profesional.

    Lepas dari apapun kontroversi dalam tubuh PSII,mbok yah sadarlah,intropeksilah.PSSI harus mampu mengakomodasi keinginan pecinta bola Indonesia,gak usahlah terlalu egois,rangkullah LPI itu,jangan buat ‘kebangkitan sepak bola kita’ menjadi kendor gaungnya dan justru membuat kemarahan Suporter bola,hingga akhirnya turun dan berhadapan langsung dengan pengurus PSSI.PSSI jangan justru membuat sepak bola kita terpuruk lagi.

    Nah di politik pemerintahan,kemelut PSSI bisa jadi akan memberi inspirasi bagi Rakyat yang tidak suka dengan ‘arogansi santun pemerintah’yang sedang berlangsung.Toh pemerintah sekarang tidak mewakili kepentingan semua kepentingan poltik rakyat bukan?..lah trus apasalahnya kalau Rakyat membuat ‘poros baru’?.. seperti apa yang dilakukan LPI?..toh Negeri ini bukan milik pemerintah pusat dan elit parpol penguasa bukan? sama halnya dengan sepak bola,jugan bukan hanya milik PSSI kan? Apapun alasannya,tapi jangan buat prestasi Timnas kita terganggu.

    Dalam polemik politik yang sedang berkembang sekarang,seperti misalnya dalam penyelesaian kasus DIY.Pemerintah tetap memaksakan kehendaknya,untuk pemilihan di DIY.Trus mengangkat Gubernur ‘istimewah/luar biasa’ (atau apapun namanya),di samping Gubernur DIY yang lain (logika yang bingung).

    Ini sih bukan solusi buat DIY,ini hanya akan menimbulkan ‘dualisme’ kepemimpinan di DIY,dan jelas ini akan menimbulkan masalah baru di DIY.Duh aya-aya wae🙂

    NOTE:
    Penentangan terhadap ‘KEBIJAKAN’ pemerintah ini (termasuk dalam pengungkapan kasus Centuri dan korupsi umumnya), merupakan bentuk ‘permintaan maaf kita’kepada Rakyat,karena saya merupakan salah seorang relawan yang mengarahkan ‘pemilih’ dalam Pemilu 2009 lalu untuk memilih Pak Beye.Untuk itu saya minta kepada teman-teman,untuk membuat “perbandingan terbalik’ terhadap kerja yang pernah kita lakukan dalam pemilu lalu,dalam mendukung parpol ‘penguasa saat ini’.Kalau kita tahu membuat parpol pemerintah melejit dalam pemilu lalu,itu artinya kita tahu bagaimana membuat ‘parpol itu terpuruk’.Teman-teman,strategi itu tetap kita rahasiakan dulu,sebab jangan sampai disalah gunakan oleh elit politik tertentu.Teman-teman,ketika kita tahu kendaraan yang kita tumpangi akan terperosok ke dalam jurang,masak kita biarkan saja.Ayo kita perbaiki kesalahan ‘pengambilan keputusan kita yang lalu’ karena akhirnya kita tahu,mereka hanya mementingkan kepentingan ‘kelompok mereka saja’ dan mengenyampingkan kepentingan Negara seperti yang kita harapkan,ini artinya kita semua telah dihianati. Astagfilullah hal adzim..

Komentar ditutup.


%d blogger menyukai ini: