Renungan Hari Ini.


 

Ingat Sumpah Jabatan, Bung!

“Tidak ada kemelaratan yang lebih parah dari kebodohan dan tidak ada harta (kekayaan) yang lebih bermanfaat dari kesempurnaan akal.

Tidak ada kesendirian yang lebih terisolir dari ujub (rasa angkuh) dan tidak ada tolong-menolong yang lebih kokoh dari musyawarah.

Tidak ada kesempurnaan akal melebihi perencanaan (yang baik dan matang) dan tidak ada KEDUDUKAN  yang lebih tinggi dari AKHLAK  yang LUHUR.

Tidak ada wara’ yang lebih baik dari menjaga diri (memelihara harga dan kehormatan diri), dan tidak ada ibadah yang lebih mengesankan dari tafakur (berpikir), serta tidak ada iman yang lebih sempurna dari sifat malu dan sabar”. (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani)

Wahai fulan, sesungguhnya kami tidak bermaksud membicarakan kejelekan siapapun atau menggibah siapapun, atau membenci pribadi apalagi kelompok siapapun. Kami hanya prihatin dengan nasib Bangsa dan Negara kami. Jadi siapapun yang menghianati Bangsa dan Negara kami, akan kami lawan.  ==>

Tag: , , , , , , , , ,

5 Tanggapan to “Renungan Hari Ini.”

  1. Farid Says:

    Presiden akan tetap in Watch (tepat waktu atau bertahan maksudnya nih)..

    “Saya ingin menegaskan sekali lagi di hadapan seluruh rakyat, meski pun saya tahu ada wilayah kedaulatan hukum yang saya hormati sesuai dengan undang-udang dasar (UUD), undang-undang dan ketentuan hukum. Misalnya proses penegakan hukum, ada domain atau kewenangan penyelidik, penyidik, penuntut umum, majelis hakim, pembela atau pengacara, tetapi dalam upaya pemberantasan korupsi, saya akan tetap in watch, akan masuk memastikan semua simpul, semua lembaga bekerja dengan benar, bekerja secara efektif dan sungguh-sungguh seperti yang sesungguhnya selama ini, saya jalankan selaku presiden,” ujarnya.

    Quote: “Saya ingin menegaskan sekali lagi di hadapan seluruh rakyat, meski pun saya tahu ada wilayah kedaulatan hukum yang saya hormati sesuai dengan undang-udang dasar (UUD), undang-undang dan ketentuan hukum”.

    Lalu bagaimana dengan Denny Indrayana yang berusaha menginterogasi istri Gayus Tambunan melalui BBM? apa ini namanya tidak melanggar “domain atau kewenangan penyelidik, penyidik, penuntut umum, majelis hakim, pembela atau pengacara?” apa urgensinya Denny Indrayana di Anti Mafia Hukum sementera Denny Indrayana juga sebagai Penasehat Presiden Bidang Hukum?

    Bisa di bayangkan seorang Penasehat Presiden bidang Hukum,(di ijinkankan) bersentuhan langsung dengan istri terdakwa kasus korsupsi,apa ini tidak melangkahi “kewenangan penyelidik, penyidik, penuntut umum, majelis hakim, pembela atau pengacara?” terus Apa UUD 1945 mengenal Satgas Anti Mafia Hukum? dan apakah ini bukan perbuatan melanggar hukum? mengingat Denny Indrayana adalah juga seorang penasehat Hukum Presiden? Kenapa Satgas Anti Mafia Hukum, tidak diambil dari kalangan independent saja,seperti KPK dan Indonesia Corruption Watch (ICW) saja? melihat dari satu “keanehan” ini saja,apakah ini bukan PEMBOHONGAN PUBLIK? Astagfirullah haladzim..

  2. anang nurcahyo Says:

    nasehat2 luar biasa. trima kasih banyak

    Yah sama-sama Mas, teruslah menulis.. tausiyah-tausiyah Ente jauh lebih dahsyat🙂

  3. Farid Says:

    “kebobrokan yang terjadi pada bangsa ini karena kebohongan sudah menggelayuti para pemimpin dalam menjalani amanah rakyat. “Kalau para pemuka agama ini tidak bersuara keras, memperbaiki kebohongan yang dilakukan pemimpin kita, dari mulai Ketua RT hingga Presiden, maka kebohongan itu menjadi kultur, sifat mental bangsa ini,” kata Bikkhu Pannyavaro.

    “Rezim pembohong, tidak ada kata selain revolusi!” Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Tyasno Sudarto.

    Sebagai seorang relawan yang mendukung demokrat saat Pemilu 2009 lalu,saya terus mengikuti perkembangan Pemerintahan Pak Beye ini,saya mengamati pemerintahan pak Beye sejak Juni 2008,saat itu saya berpikir bahwa pemerintahan Pak Beye tidak efektif karena selalu dirong-rong oleh lawan politik.Hingga saya selalu membela Pak Beye melalui internet (teman2 sy tahu itu), ketika Pak Beye dan Pak JK diancam teroris via internet sy membuat oret-oretan tandingan ini.Intinya langkah Pak Beye selalu saya ikuti,dan anehnya saya seperti ikut hanyut dalam politik,hingga suatu hari saya harus mengambil keputusan dengan pekerjaan saya, kalau saya terus bekerja di kantor tempat saya bekerja,tidak mungkin saya bisa mengikuti perkembangan informasi,karena pekerjaan saya mengharuskan mobile ke daerah-daerah.Saat ini saya jadi mengerti bahwa memang politik(saat ini)itu jahat.

    Dan pendapat ini di akui sendiri oleh Pak Ahmad Mubarok(di TvOne) bahwa politik itu identik dengan kebohongan.Meski saya bukan orang yang percaya dengan pendapat Pak Mubarok ini, tetapi setidaknya gambaran yang diberikan Pak Mubarok,menggambarkan langkah politiknya Demokrat secara keseluruhan.Untuk itu saya jadi mengerti kalau saya telah salah selama ini mendukung demokrat dan pak Beye.Untuk membuktikan bahwa dukungan saya efektif,bisa dibuktikan pada pemilu 2014 nanti.Insya Allah.

    Setelah mengamati efek politik saat ini,saya sadar bahwa ternyata ketidak puasan itu ada dimana-mana,bahkan hampir semua kalangan terpelajar.Untuk itu saya minta maaf karena saya telah ikut aktif menggolkan Pak Beye di Pemerintahan.Dan akhirnya saya menyadari kalau ternyata Pak Beye,memang tidak sanggup memimpin negeri ini,dan ini ditutupi dengan kebohongan demi kebohongan yang terjadi selama ini.

    Untuk itu ‘kita semua’ ayo mendukung para Tokoh lintas Agama,DPR dan ‘100 Tokoh Pergerakan’ serta LSM, untuk wacana pemakzulan,kalau perlu REVOLUSI.Tetapi harus dipahami bahwa “pemerintah” yang selama ini dingung-dengungkan lemah itu hanya RI 1 saja, karena RI 1 yang membuat sistem pemerintahan jadi lemah, jadi kelemahan Menteri-menteri sampai ketingkat Camat itu hanya efek dari lemahnya RI 1 saja. Jadi kalau kita semua mau berubah kearah yang “lebih baik” semua elemen harus mendukung termasuk para Menteri-Menteri, Gubernur,Bupati hingga Camat dan Lurah. Tujuan kita ‘SATU’ untuk kebaikan Bangsa dan negara.’Kebaikan Bangsa dan Negara’ itu tidak mungkin bisa kita wujudkan bersama RI 1 saat ini,karena RI 1 jelas merupakan bagian dari masalah yang menggelayuti Negeri ini. Untuk itu mari kita bersatu lakukan REVOLUSI Damai (Soft Power),untuk mengganti Pak Beye dan Rezimnya.Untuk REVOLUSI ini,TNI dan Polri sudah berdiri Netral.Semoga semuanya berjalan aman dan terkendali.Amin..

  4. Farid Says:

    Buat warga Muslim Indonesia, dengan segalah hormat, mari kita lindungi warga minoritas Indoneisa, kita tunjukan pada Dunia, bahwa Islam itu adalah agama yang ” Rahmatan Lil Alamin”.. hati-hati provokasi yang ingin memecah belah kita, gejalah2 itu sudah mulai terlihat, dan itu hanya untuk kepentingan politik, kita semua jangan terkecoh, mari kita buat Indonesia menjadi lebih aman dan damai, Semoga Pak Beye dengan segalah kerendahan hatinya mau mengundurkan diri dari jabatannya, untuk kepentingan Bangsa dan Negara. Kalau beliau tidak mau mundur, REVOLUSI saja, biar semua persoalan bisa tuntas teratasi.

  5. kimberly Says:

    your good
    —-🙂

Komentar ditutup.


%d blogger menyukai ini: