Inpres Yang Menjadi Bumerang.


Yang Tabah yah.. Teman-Teman.

Sepak terjang Satgas Pemberantasan Mafia Hukum yang dibentuk Pak Beye melalui Inpres, sejak awal mestinya sudah bisa ditebak ‘hasil’ apa yang akan didapat dari inpres tersebut.

Sebetulnya Satgas Pemberantasan Mafia Hukum ini punya banyak kelemahan, entah Satgas ini dibentuk untuk ‘memberantas’ mafia hukum, atau entah untuk ‘melindungi’ kepentingan tertentu. Sebab itu sejak awal sudah terlihat Satgas Pemberantasan Mafia Hukum ini, sangat ambigu.

Kelemahan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum:

# Satgas Anti Mafia Hukum ini, tidak akan memberi efek signifikan bagi pemberantasan Mafia Hukum itu sendiri.Keberadaan satgas ini justru membelenggu, institusi Penegak Hukum yang dibentuk berdasar UUD seperti Polri dan Kejaksaan, serta tentu saja KPK yang independent.

# Dilihat dari sisi tindakan, Satgas ini justru sudah terlalu jauh memasuki wilayah yang harusnya wilayah Polri dan KPK.

# Di dalam Satgas itu, berada seorang dalam lingkaran istana pembuat Inpres tersebut.Sekertaris Satgas,Deni Indrayana yang juga dikenal sebagai Staf Ahli Presiden Bidang Hukum.

# Keberadaan Deny Indrayana di Satgas, bisa berarti (maaf kasarnya atau mungkin sederhananya) bisa berarti perpanjangan tangan,telinga dan atau matanya pembuat Inpres.

# Dilihat dari sisi keberadaan Deny Indrayana di Satgas, maaf bisa melambangkan kediktatoran pembuat Inpres.Karena Satgas terlihat(terkesan) justru menghalangi kerja Polri dan KPK.Sekali lagi maaf,Satgas ini cakupannya sangat luas dalam pemberantasan Mafia Hukum, sementara di sisi lain sudah menjadi ‘rahasia umum’ bahwa lingkaran istana juga disinyalir terlibat dalam kasus Mafia Hukum ini, dalam hal ini di kasus Skandal Bank Centuri.

Melihat oret-oretan diatas, wajar sekali jika Rakyat melihat bahwa Satgas punya skenario tertentu dalam keikut sertaannya dalam Pemberantasan Mafia ini. Sangat wajar kalau muncul dugaan bahwa Satgas bertugas untuk melindungi kepentingan ‘tertentu’ dan sebaliknya menyerang (membunuh karakter) ‘pihak atau parpol tertentu’.(Kalo tulisan ini sih, bukan bermaksud membunuh karakter tapi hanya berusaha mengimbangi politik pencitraan,agar Rakyat memperoleh informasi politik yang berimbang,untuk kebaikan Bangsa dan Negara).

Seperti yang sudah terungkap melalui nyanyian Gayus Tambunan,bahwa banyak pihak yang terlibat dalam kasus Mafia hukum ini, termasuk para petinggi dirjen Pajak dan ratusan perusahaan lokal maupun asing.Dilihat dari kelas dan banyaknya ‘pihak’ yang terlibat dalam kasus ini.Menunjukan kalau penerimaan pajak negara saat ini, hanya bisa separuh bahkan bisa kurang dari separuh pendapatan keseluruhan pajak negeri ini. Melihat skandal ini, wajar kalau kita Rakyat negeri ini ‘hidup’ sangat miskin, dan juga mendapat fasilitas negara yang sangat minim.

Melihat lingkaran setan dalam skandal besar ini, rasanya wajar sekali kalau Negara mengumumkan ‘REVOLUSI’ untuk memberantas siapapun yang terlibat dalam skandal besar ini. Sayang sekali sang Panglima, yang harusnya memimpin ‘perang’ terhadap mafia ini, justru mengeluarkan Inpres yang justru membuat skandal ini masuk lebih dalam,kedalam lingkaran setan yang di buat para mafia ini.Bisa dilihat siapa yang diuntungkan, setelah konferensi persnya Mr Gayus Tambunan kemarin? yang jelas yang untung ‘para mafia’.Saya heran koq Sang Big Bos baru kaget yah?… harusnya kekagetan ini sudah muncul saat menandatangani Inpres tentang pembentukan Satgas yang ambigu ini.

Kenapa yah?..tidak memaksimalkan institusi yang sudah ada, seperti KPK yang independent di bantu oleh Polisi yang profesional. Dibawah ‘hunusan pedang’ sang kapiten, mungkin akan membuat para mafia ini ‘keder’ dan akhirnya mengembalikan uang negara ke kas negara.Atau mungkin ‘big fish’nya justru ‘sang kapiten’. Maaf loh,boleh dong Rakyat menduga-duga.Toh Bos juga yang membuat dugaan itu muncul.

Nah untuk membuktikan ini secara adil, boleh dong Denny Indrayana ditarik dari lingkaran itu, dan memberi ruang seluas-luasnya kepada KPK (kalau perlu dibantu ICW) dibawah lindungan bedil para Gegana dan Densus 88. Nah kalau sudah begini baru ‘teriak’ usut tuntas! kasus mafia hukum! tanpa pandang bulu!.. siapun yang terlibat,usut! termasuk anak saya, si Fatimah! kalau dia memang terlibat. (Kalo yang terakhir sih ngutip hadits Rasulullah S.A.W) Bos, gimana Bos mundur atau REVOLUSI (impeach) nih.  ==>

Tag: , , , , , ,

Satu Tanggapan to “Inpres Yang Menjadi Bumerang.”

  1. Farid Says:

    Sepertinya pemberantasan mafia hukum ini masih akan belum terlihat keseriusannya, lihat saja Deny Indrayana sudah terlihat mulai “me-melintir”, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum menjadi Satgas Pemberantasan Mafia Pajak dan Peradilan. Artinya fungsi Satgas ini ‘dipersempit’ cakupannya dari misi semula. Entahlah.. entah, sy jadi semakin sulit menangkap arah kebijakan ini, sulit dipercaya kalau ini tidak atas persetujuan Big Bos. Sebaiknya Satgas dibubarkan saja.

    Para politisi di DPR (minus demokrat), sebagai Wakilnya Rakyat,Anda semua akan bertanggung jawab, atas kekeliruan ini.Anda punya posisi setara dengan Pemerintah, tetapi Anda terlihat ‘segan’ (takut) mengambil langkah-langkah terhadap pemerintah. Padahal Anda mengemban amanah UUD 1945 dan amanah Rakyat seluruh Indonesia,yang Anda wakili. Dan atasnya Anda semua di sumpah. Kepada siapakah kami harus mengadu kalau bukan kepada Anda?.. Ingat kapan lagi waktu Anda digunakan untuk Negara, kalau bukan saat ini?..

Komentar ditutup.


%d blogger menyukai ini: