Ho oh..ya oh..ya oh..ya Bongkar!


ambo sedang tafakur.

Sebagai manusia biasa, tentu saja kita tidak lepas dari rasa frustasi, dari rasa sesal, dari rasa marah, dan berbagai perasaan yang tidak enak yang mendera pikiran dan hati kita. Sementara kita tidak tahu harus marah kepada siapa, karena memang situasi dan kondisilah yang membuat kita marah..

Sebagai manusia, sisi ini pasti pernah mendatangi siapa saja, kecuali manusia-manusia setingkat Nabi, tetapi sebagai manusia yang ‘beradab’, kita juga dituntut harus mampu me-manage amarah kita, agar tidak merugikan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memanage amarah kita, di antaranya yang biasanya suka dilakukan oleh para penyuka ‘art’, yaitu mendatangi pantai yang sepi di malam hari, terus berteriak-teriak sekencang mungkin (tapi pastikan ini, agar tidak ada orang yang terusik) terus kemudian berdiam diri, bersemedi, melakukan tafakur merenungi kesalahan-kesalahan kita sendiri,disarankan untuk merenungi kesalahan diri sendiri, agar rasa marah kita pada orang lain (kalau ada) akan berbalik menjadi pemaafan. Tetapi cara ini, tidak disarankan untuk para perempuan, karena berdiam diri ditempat sepi sendirian, bisa jadi akan mendatangkan malapetaka bagi dirinya sendiri.

Cara lain yang lebih gampang untuk melepaskan amarah, bisa dilakukan dengan bernyanyi sambil jingrak-jingkrak di kamar tidur kita sendiri, atau di dalam mobil sendiri sambil menyetel musik sesuka hati (saat terjebak macet di jalanan misalnya) ini akan sangat di membantu melepaskan amarah, tetapi juga disarankan jangan melakukan proses pelepasan amarah ini, saat (nyetir) mobil yang sedang melaju di jalan tol, sebab bisa saja gantian mobil anda yang marah, dan kalau ini yang terjadi jungkir balik lah mobil andašŸ™‚ dan itu artinya ‘innalillahi wa’inna i’laihi raji’un..’.

Musik melepas kemarahan seperti yang di lakukan oleh bang Iwan Fals, yang di beri judul BONGKAR. Dalam situasi ketidak pastian sosial politik misalnya, dan hari ini kebetulan saya sendiri juga sedang mengalami mood yang tak sedap, makanya saya hanya memainkan jemari diatas tuts keyboard ini sesuka hati, mengikuti irama musik..

Oh oh ya oh ya oh ya bongkar

Penindasan serta kesewenang wenangan
Banyak lagi teramat banyak untuk disebutkan
Hoi hentikan hentikan jangan diteruskan
Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan

Dijalanan kami sandarkan cita cita
Sebab dirumah tak ada lagi yang bisa dipercaya
Orang tua pandanglah kami sebagai manusia
Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta

Oh oh ya oh ya oh ya bongkarĀ  ==>

Tag: , , , , , , , , , ,

Satu Tanggapan to “Ho oh..ya oh..ya oh..ya Bongkar!”

  1. Farid Says:

    Bagusnya poltisi di DPR jangan masuk perangkap partai penguasa, Hak Angket Mafia Pajak akan berbeda dengan Pansus Century, karena di Pansus Century partai penguasa juga yang menjadi ganjalan, sy pikir Panja yang ada di komisi 3 DPR sekarang juga tidak akan efektif, bisa saja karena kungkungan partai penguasa, sama dengan kerja KPK yang terlihat kehilangan taring. Jadi ada bagusnya politisi di DPR Mendukung Hak Angket Mafia Pajak, agar terlihat nanti kinerja politik non partai pemerintah dalam pengungkapan berbagai skandal dari sisi politik.

Komentar ditutup.


%d blogger menyukai ini: