Tsunami Jepang Dan Pelajaran di Baliknya.


Tsunaminya 'istana' Negeriku.

Ketika bicara tentang gempa dan tsunami, tentu saja Jepang menjadi rujukan yang paling tepat. Letak georafis Negeri Sakura ini, yang memang sangat rentan dengan gempa, membuat Bangsa ini seperti ditempah oleh alam, membuat mereka menjadi sangat tangguh, ulet, tabah, disiplin, juga jika dilihat dari sumber daya alam yang minim, membuat bangsa Jepang bekerja ekstra keras, kreatif dan inovatif, hingga mereka mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju di dunia. “Turut sedih, prihatin dan berduka cita atas musibah gempa dan tsunami yang melanda Jepang”.

Dari balik musibah ini satu hal yang pasti, bahwa memang tidak ada yang pasti dikolong langit ini. Seperti pengakuan para ahli gempa dan tsunami Jepang, bahwa “waktu” terjadinya gempa dan tsunami tidak bisa diprediksi. Mereka hanya bisa menganalogikan, seperti “menekuk ranting cemara”, mereka tahu ranting itu akan patah tetapi kapan waktu (terjadi) patahan itu dan kealur mana retakan patahan itu mengarah, ini yang tidak bisa dipastikan.

Dari analogi itu bisa diambil kesimpulan bahwa secanggih apapun teknologi yang di miliki manusia, tapi  tetap saja tidak mampu menjawab wilayah ” ( tak terhingga)”. Artinya memang ada area di semesta ini, yang tidak bisa dijangkau oleh ilmu manusia.Yang jika dalam Islam ini dinamakan area “gaib” areanya pemilik bumi itu sendiri.

Jadi yang bisa kita lakukan adalah hanya berusaha menjaga alam, bersatu dengan seluruh penduduk bumi, untuk melestarikan alam  dan sumber dayanya. Karena suka atau tidak,  kita (manusia) hanya merupakan menghuni satu kolong langit yaitu yang kita namakan bumi. Kita diijinkan untuk mengelolah sumber bumi untuk kemaslahatan manusia, seperti misal tanah, air, udara, gas, nuklir dan sebagainya.

Tetapi bagaimana dengan pengelolaan sumber alam yang berbiyaya tinggi dan beresiko besar, seperti nuklir kalau tidak dikelolah yang bukan ahlinya? dalam soal nuklir kita semua sudah tahu bagaimana efek baiknya untuk hajat hidup manusia, tetapi sebelum kesitu tentu saja kita juga harus berhitung tentang kemungkinan resiko yang akan timbul jika terjadi salah pengelolaan.

Seperti kebocoran nuklir yang mengancam Jepang saat ini, adalah diluar kontrol manusia, karena memang disebabkan oleh alam. Disini terlihat pergumulan ilmu manusia untuk menaklukan alam. Sebagai sesama penduduk bumi, tentu saja kita semua berharap agar Pemerintah Jepang dan Para Ahlinya mampu mengatasi ini, agar kita tidak melihat kepunahan manusia. (Semoga itu tidak terjadi) Naudzu billah himinzalik..

Untuk itu yang bisa kita lakukan adalah berusaha memotivasi Para Ahli Nuklir Jepang dan Dunia untuk tetap tenang dan tidak gegabah dalam berusaha menangani “pemanasan reaktor nuklir itu”. Para ahli Jepang mengatakan, bahwa mereka sedang berusaha menyuntikan air kedalam reaktor inti nuklir itu, agar tidak terjadi pemanasan. Dan ini meraka lakukan diluar “buku petunjuk”. Artinya bahwa memang ancaman kebocoran nuklir di Jepang ini, sudah pada tahap menghawatirkan dan cara penanganannya belum pernah dilakukan sebelumnya. Untuk itu kalau para ahli Jepang itu sedang berusaha mendinginkan ‘inti reaktor nuklir’ maka sebagai sesama penduduk bumi, yang bisa kita lakukan adalah berusaha mendinginkan kepala para ahli jepang itu, agar mereka tetap tenang, tidak panik dan sambil mempergitungkan langkah-langkah efakuasi untuk warga Jepang, jika kemungkinan hal-hal buruk terjadi.

Kata Rasulullah S.A.W, “serahkan pekerjaan kepada ahlinya”. Dan Jepang dalam hal ini sangat ahli. Dalam pengelolaan birokrasi (Pemerintahan) atau management nuklir, Jepang dikenal sangat disiplin, mereka tidak akan mau melakukan kesalahan sekecil apapun yang mereka sadari, termasuk (terlebih) korupsi yang menjadi salah satu penentu keberhasilan mereka, mereka akan sangat malu jika meraka korupsi dan (mohon maaf, ini sangat kontras dengan perilaku para elit negeri ini).

Di negeri ini, ketika wikileaks (misalnya) membocorkan rahasia Negara lain, para elit kita ikut tertawa dan menganggap itu sebuah kebenaran. Tetapi jika kemudian wikileaks membuka kebohongan petinggi kita, para elit kita beramai-ramai mengatakan bahwa itu tidak valid. Kalau para ahli Jepang berlomba-lomba membangun tembok penanggulangan tsunami (air bah di permukaan laut), nah kalau di negeri kita, para elit sangat ahli membangun “tembok” menahan gempuran tsunami wikileaks, Inna lillahi wa’inna ilaihi raji’un. Alangkah Lucunya Negeriku. Astagfirullah hal adzim.. =>

Tag: , , , , , , , , , , , ,

3 Tanggapan to “Tsunami Jepang Dan Pelajaran di Baliknya.”

  1. Farid Says:

    Turut Prihatin dan Berbelasungkawa atas musibah Banjir Bandang, akibat Ilegal Logging di Pidie, Aceh.

  2. Company Profil - Reza Says:

    astagfirullah.. semoga kita dijauhkan dari fitnah dajjal

    —-
    iya..Insya Allah, btw..kayaknya komennya bukan di topik ini ya Pak..🙂

  3. M Andis Wiyanto Says:

    ada bisnis dengan memanfaatkan internet brow,,, cukup dengan klik dan ketik,,,, bsa bikin website hanya dengan 15 menit, hanya informasi aja brow,,,, salam kenal,

    ——
    thank you infonya brow…tahun 2005 sy udah belajar web design, udah belajar memelototin html yang njlimet2🙂 btw selamat datang di dunia bisnis online bro..salam kenal

Komentar ditutup.


%d blogger menyukai ini: