Arti Demokrasi dalam Poligami.


pancasilaBicara tentang poligami,pada jaman modern sekarang ini akan terdengar seperti “malu-malu tapi mau”.Yang menyakitkan poligami sering dikaitkan dengan kehidupan Rasulullah S.A.W (Syalam dan takzim ditujukan kepada Beliau,Keluarga dan Para Sahabatnya).Sadar atau tidak,sengaja maupun tidak disengaja,anti poligami terasa seperti gerakan terorganisir(Legal) untuk mendiskreditkan Rasulullah S.A.W.Ini sangat mengganggu perasaan umat Islam yang begitu mencintai dan menghormati Rasulullah S.A.W.Jelas ini mengganggu proses demokrasi.

Bicara tentang kehidupan Rasullah S.A.W dalam keterkaitannya dengan kehidupan rumah tangga Beliau,hanya ada dua sumber resmi yang pantas menjadi rujukan,yaitu Al-Qur’an dan Hadits Nabi S.A.W.Tetapi dalam perjalanan sejarah ada dokumen(bayangan) yang menyertai kisah kehidupan Rasulullah S.A.W ini.Dokumen bayangan ini ditulis oleh kaum munafik(yang ditulis/diartikan seenaknya sendiri),bukti adanya dokumen bayangan ini seperti terjadi belum lama ini,fitnah komik nabi yang beredar diinternet(harus diakui,kejadian ini sudah sering terjadi).

Yang menjadi sorotan dalam tulisan ini,apakah pembuat komik nabi merupakan orang-orang yang demokratis?..kalau dianggap demokratis kenapa tega menyerang pihak lain dengan fitnah?..kalau sudah begini,sebenarnya siapa yang lebih demokratis?..Apakah si Lia eden (sang dajjal) yang mengaku agamanya paling benar itu,adalah yang paling demokratis?..

Hingga saat ini..Dunia masih mencari,demokrasi seperti apa yang sesungguhnya pantas diterapkan?..demokrasi ekonomi terbukti runtuh dengan ditandainya krisis ekonomi global saat ini.Apakah demokrasi harus seperti yang dikatakan Presiden George w.Bush saat Beliau memberi komentar tentang pelemparan sepatu atas diri Beliau di Irak,belum lama ini?..

Demokrasi Terukur (Demokrasi Pancasila).

Kebebasan sesungguhnya dibatasi oleh kebebasan itu sendiri.Intinya kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain.Contoh sederhananya,misalnya ada dua orang pemuda yang tinggal bersebelahan kamar dalam satu asrama.Pemuda satunya sebut saja si A,suka menyetel musik dengan volume keras.Sementara pemuda satunya lagi suka suasana tenang.
Ketika si A menyadari bahwa volume musiknya sudah menggangu si B,tanpa diminta dia langsung mengecilin volume musiknya,artinya dia menghargai kebebasan si B.Dengan asumsi ini, apakah tindakan artis tampil dengan pakaian “kurang” bahan kain (maaf maksudnya dengan pakaian yang nyaris terbuka gicu loh) di media eloktronik yang mayoritas customernya(pemirsa) Muslim,dianggap menghargai customernya?…Perlu dipahami,Islam sangat menghormati dan menghargai wanita.Untuk itu Islam tidak mengenal seni dengan objek “keindahan tubuh” wanita.Karena ini bisa menjadi malapetaka bagi para wanita itu sendiri maupun lingkungannya secara luas,Islam melarang eksploitasi keindahan tubuh wanita.

Kemudian apakah orang anti poligami bisa dijamin tidak selingkuh?..tidak gonti-ganti pasangan?..tidak dugem?..TTM dsb?…kalau anti poligami tetapi suka selingkuh/dugem,apakah bisa dihitung berapa kali dia berganti pasangan dalam setahun?..trus apakah orang seperti ini tidak rentan dengan penularan hiv/aids?..Apa kebisaan seperti ini tidak mengganggu kehidupan rumah tangga orang lain?..adakah pesan Allah S.W.T dalam  fenomena penyakit aids ?..Wallahualam.

Trus apakah Allah S.W.T menghalalkan poligami tidak beralasan?..mengutip sair lagunya Glen Fredly “aku hanyalah seorang lelaki”..Glen Fredly dengan jujur mewakili kelemahan laki-laki..Trus apakah kelemahan ini lepas dari perhitungan Allah S.W.T ?..Sesungguhnya Allah sehebat-hebatnya sutradara dan sehebat-hebatnya pembuat muslihat.

Poligami itu terukur..sebelum berpoligami,seorang laki-laki harus tahu apakah dia sanggup memenuhi kebutuhan “lahir dan batin” istri-istrinya(syarat ini harus mempuyai kemampuan kedua-duanya,kalau masih suka ke mak erot mah kebangetan :) ),mampukah dia berbuat adil untuk istri-istrinya?(syarat ini paling mudah dalam pengakuan tapi belum tentu dalam aplikasinya),trus harus ada persetujuan dari Istri pertama(nah ini dia nih,kudu siap kena palang pintu dulu hhhh).

Sesungguhnya Demokrasi,telah dicontohkan Allah S.W.T.

Menengok kehidupan rumah tangga Rasulullah S.A.W,kisah seorang istri Beliau yang bernama Zainab R.A.(Zainab berstatus janda).Istri Beliau ini keturunan bangsawan suku Quraisy dan Zainab sendiri adalah sepupu Rasulullah.Artinya status sosial Zainab R.A cukup terpandang ditengah masyarakat Quraisy.Terus kemudian Rasulullah mempunyai seorang anak angkat yang bernama Zaid bin Muhammad,Zaid ini awalnya seorang budak yang dihadiahkan istri pertama (Khadijah R.A) kepada Beliau,Rasulullah S.A.W dengan gembira menerimah Ziad (bin Haritsah),kemudian Beliau memerdekakan Zaid bahkan mengangkat Zaid menjadi anak angkat.Rasulullah S.A.W begitu menyayangi Zaid,Zaid pun demikian begitu menyayangi dan menghormati Rasulullah S.A.W sampai-sampai Zaid tidak mau berpisah dengan Rasulullah.

Karena begitu mencintai Zaid,Rasulullah S.A.W mau menikahkan Zaid.Beliau meminang Zainab (wanita bangsawan) untuk anak angkat Beliau yakni Zaid ini.Sebagai orang keturunan bangsawan awalnya Zainab dan keluarganya tidak mau menerima Zaid.Tetapi karena kepatuhan Zainab kepada Allah S.W.T dan Rasul-Nya,akhirnya Zainab mau menerima pinangan ini.Dan menikahlah Zaid dan Zainab,Rasulullah sendiri sebagai walinya.

Awalnya kehidupan rumah tangga Zaid dan Zainab begitu bahagia,tetapi rupanya Allah berkehendak lain.Perlahan tapi pasti rasa cinta diantara dua sejoli ini mulai memudar dan terancam bercerai.Zaid datang kepada Rasulullah dan meminta petunjuk,dan Rasulullah berusaha keras untuk tetap menyatukan kehidupan rumah tangga Zaid dan Zainab.Sebagai manusia biasa Rasulullah merasa mempunyai tanggung jawab moral terhadap keutuhan rumah tangga Zaid dan Zainab.Bagaimanapun Zaid adalah anak angkat Beliau dan Zainab juga adalah sepupu Beliau,dan Beliau sendiri yang menikahkan keduanya.Beban ini sangat berat buat Beliau,karena harus bertanggung jawab secara moril kepada keluarga Zainab dan masyarakat Quraisy pada umumnya.

Tetapi kehidupan rumah tangga Zaid dan Zainab sudah tidak bisa disatukan lagi.Rasulullah sangat sedih dan menyerahkan persoalan ini sepenuhnya kepada Allah S.w.T.Rupanya Tuhan telah menetapkan Qadla dan Iradat-Nya,yang Rasulullah sendiri harus tunduk pula kepada Qadla dan Iradat itu.Tuhan lalu menurunkan wahyu-Nya kepada Rasulullah S.A.W : “Engkau menyimpan satu hal dalam jiwamu,sedang Tuhan membukakan rahasia itu,engkau takut (sungkan) kepada manusia,sedang kepada Tuhanlah kamu seharusnya lebih takut”.

Dengan tegas sekali Allah menyatakan,bahwa Nabi sendiri ingin menyembunyikan apa-apa yang sudah ditentukan Allah,dengan mengharapkan perbaikan rumah tangga Zaid dan Zainab,karena takut kalau-kalau hal itu menjadi kegemparan terhadap orang banyak,karena bukankah Zaid itu anak angkat Nabi dan Zainab itu adalah saudara sepupunya pula?..

Rasulullah akhirnya tunduk kepada putusan Allah,sebab putusan Allah adalah diatas segala putusan.Zaid dan Zainab akhirnya bercerai.Ternyata persoalan pelik ini tidak hanya sampai disini,setelah selesai masa idah perceraian Zainab,Allah S.W.T tiba-tiba menyuruh Rasulullah S.A.W menikahi Zainab.Nabipun tidak punya pilihan,Beliau akhirnya menikahi Zainab atas perintah Allah S.W.T.
Kejadian ini lebih menggemparkan lagi dari kejadian yang sebelumnya.Zainab sendiri bukan main gembira hatinya.Karena gembiranya,Zainab R.A berkata kepada istri-istri Nabi lainnya: “Saya nikah dengan Nabi,Allah sebagai wali saya,sedang kamu nikah dengan Nabi dan yang menjadi walinya adalah bapakmu masing-masing”.

K.H.Firdaus A.N menuturkan:Terhadap manusia banyak,ini adalah satu perubahan besar dan luar biasa,keluar sejauh-jauhnya dari rel yang selama ini dijalani oleh ummat bangsa Arab.Seorang Nabi Besar dan Mulia,kawin dengan bekas janda anak angkatnya sendiri.Ada pula yang berkata,bahwa Nabi kawin dengan janda budaknya sendiri dan lain-lain perkataan lagi.Dengan kejadian itu menurut pandangan orang-orang yang berakal panjang (berpandangan luas) dan orang-orang yang beriman,makin tinggilah martabat Nabi,karena Nabi telah meruntuhkan adat kuno,yang membeda-bedakan perempuan dan manusia dengan darah dan turunannya,yang membeda-bedakan isteri dengan gadis dan kecantikannya.Adapun yang dikehendaki Allah S.W.T(Wallahu’allam..) dengan kejadian itu,ialah bahwa tidak ada bedanya manusia dengan manusia lainnya,sekalipun yang seorang asal bangsawan dan yang lainnya asal seorang budak.

Nabi memang adalah manusia yang luar biasa.Beliau tidak kawin dengan anak-anak gadis karena kegadisan dan kecantikannya tidak pula dengan wanita bangsawan karena kebangsawanannya.Tetapi Beliau Nikah dengan wanita tua atau mudah,bangsawan atau budak,kaya atau miskin,janda atau perawan yang telah ditetapkan Allah Aza Wajallah baginya.

Masih menurut K.H Firdaus A.N,bila dalam perkawinan di dunia modern sekarang ini,orang kembali menurutkan filsafat perkawinan Nabi,maka akan terjaminlah pergaulan hidup suami istri yang lebih baik,yaitu hidup dimana semua orang meyakinkan,bahwa isteri-isterinya itu adalah isteri yang sudah ditentukan Allah baginya dan isteri yang sebaik-baiknya.

Tetapi dunia sekarang penuh dengan perhitungan sendiri-sendiri,yang keluar dari otak manusia masing-masing,sehingga untuk menetapkan calon istri,orang tidak menyerahkan diri dan pilihan kepada Tuhan Yang Maha Pintar dan Bijaksana tetapi memilih sendiri.Ternyata sudah,bahwa pilihan sendiri yang diluar kepercayaan kepada pilihan Tuhan itu kebanyakan meleset,sehingga banyak orang modern sekarang ini yang gagal dalam hidup dan rumah tangga mereka dengan isteri pilihannya masing-masing.

Allah S.W.T telah berfirman dalam Kitab Suci-Nya Al-Qur’an : “Dan sesungguhnya engkau ya Muhammad contoh budi dan Akhlak yang paling tinggi”.

Kehidupan Rasulullah S.A.W sebagai Nabi dan Rasul Terakhir (Penutup/Sempurna) secara utuh merupakan contoh demokrasi yang diperlihatkan Allah S.W.T

Demokrasi yang mendekati ini,saat ini “mungkin” Demokrasi Pancasila.Sebab demokrasi Pancasila,mampu mengakomodasi semua permasalahan secara universal,dan berpangkal pada satu sumber Kekuatan Maha  Sempurna yaitu Tuhan Yang Maha Esa (Iman Tauhid).Wallahu’allam bisyawab.Kembali kehalaman depan?..

Bandung,16 Desember 2008 @ Arti Demokrasi dalam Poligami.

6 Tanggapan to “Arti Demokrasi dalam Poligami.”

  1. Suchmaschine optimieren Says:

    The following time I read a blog, I hope that it doesnt disappoint me as much as this one. I imply, I do know it was my option to learn, but I really thought youd have one thing interesting to say. All I hear is a bunch of whining about something that you may fix should you werent too busy searching for attention.

  2. all exclusive vacations Says:

    F*ckin’ amazing issues here. I am very satisfied to peer your article. Thank you so much and i’m taking a look ahead to touch you. Will you kindly drop me a mail?

  3. الطيار Says:

    Hello, thank you for good post. Bookmarked.

  4. best romance novels Says:

    I have been exploring for a little for any high-quality articles or blog posts on this sort of area . Exploring in Yahoo I at last stumbled upon this site. Reading this information So i am happy to convey that I’ve a very good uncanny feeling I discovered exactly what I needed. I most certainly will make sure to do not forget this website and give it a glance regularly.

  5. attorney services Says:

    I have been researching further into this subject and appreciate your well written post on this matter. I have bookmarked Arti Demokrasi dalam Poligami. BootCamp Community. so that I can credit back to it and once again, thanks so much for the time spent creating this post.

  6. minecraft skins Says:

    I agree with your Arti Demokrasi dalam Poligami. BootCamp Community., superb post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: