Jualan Kecap.


Ngecapnya ma' nyus. :)

Ngecapnya ma' nyus.🙂

Melihat lesunya ekonomi kita saat ini, disamping karena tekanan resesi ekonomi global,  ada banyak hal yang mempengaruhi. Di antaranya faktor keamanan, kepercayaan investor terhadap mentalitas segelintir pelaku kebijakan yang sok birokratif tetapi korup.  Satu hal penting lagi yang cenderung diabaikan, yaitu minimnya entrepreneur kita.  Melihat berbagai hasil survei ternyata memang jumlah entrepreneur kita masih sangat sedikit,  dibanding dengan wilayah Negara kita yang luas dan sumber daya alam yang sebetulnya sangat melimpah ini.

Melihat sedikit kenyataan dari sekian banyak kenyataan yang menderah bangsa kita, rasanya siapapun yang memimpin Bangsa ini akan terjebak kepada hal (system) yang sama, kalau tidak ada dukungan penuh dari masyarakat sesuai bidang dan keahlian masing-masing. Untuk itu tidak berlebihan kalau pilihan Pemimpin kita, kita jatuhkan kepada Pemimpin yang pro rakyat, yang low profile dan yang terpenting Pemimpin yang demokratis.  Yang tidak otoriter,  yang dengan rendah hati selalu mengayomi Rakyat dan bersedia menyerap aspirasi Rakyat,  dalam setiap pengambilan kebijakannya.

Tidak mengurangi rasa hormat kepada para tokoh yang terlibat kampanye, tapi rasanya menjadi sangat lucu kalau ada orang yang berteriak kencang bahwa hanya dialah yang pantas memimpin Bangsa ini.  Mohon maaf,  seperti dalam kasus kontroversi pembagian BLT.  Menjadi lucu kalau ada sebagian orang berteriak bahwa pembagian ini syarat dengan kampanye terselubung. Trus kemudian mengirim pengawas sukarela, tetapi pengawasan yang juga berbau kampanye terselebung.  Ehm..menjadi sangat menyedihkan menjadi orang miskin di Negeri ini.  Bagaimana rasanya ya?..perasaan para penerima BLT itu?..harga diri dan hidup mereka hanya dijadikan komoditas politik.

Ah..kecaap…kecap.

Berbicara tentang dunia perkecapan. Sumbangsi industri kecap terhadap perbaikan sektor ekonomi bangsa ini layak diperhitungkan. Mulai dari pengadaan bahan baku kecap,  sudah melibatkan banyak petani kedelai atau petani kelapa. Belum lagi dilihat dari bahan-bahan pendukung lain seperti garam, yang tentu saja melibatkan para pembuat garam.  Trus kemudian proses pembuatan kecap yang tentu saja banyak melibatkan tenaga kerja, belum lagi pengemasan yang melibatkan sektor industri plastik dan gelas. Sejauh ini sudah berapa banyak tenaga kerja yang terserap?..sudah berapa banyak masyarakat yang terbantu ekonominya melalu efek domino industri ini?..

Masih dengan topik kecap mengecap. Setelah produksi kecap siap dipasarkan, tentu saja butuh keterlibatan tangan-tangan orang untuk mendistribusikan produk kecap ini keseluruh nusantara. Dalam proses pemasaran, kembali membutuhkan tenaga-tenaga sales marketing. Untuk mempromosikan ke kios-kios, toko, atau supermarket. Belum lagi kalau produsen kecap ini mempromosikan produknya melalu iklan di media elektronik atau media cetak,  sudah berapa banyak orang yang kecipratan rejeki dari industri ini?..

Balik lagi ke topik awal “jualan kecap”…siapakah tokoh dibelakang ide jualan kecap ini?..dia adalah seorang entrepreneur. Lantas pertanyaanya adalah apakah rangsangan atau dorongan, pelatihan entrepreneurship masih dipandang sebelah mata?.. ehm..kecaap..kecap alangkah hebatnya dikau pencetus ide awal pembuatan kecap. Engkau telah membatu jutaan priuk nasi orang lain,  meski tanpa disadari oleh orang-orang yang terlibat dalam industri yang engkau bangun. Entrepreneur industri kecap,  engkau adalah pahlawan bangsa. Kecap..kecap.. ada yang mau beli kecap?..suer, nggak jualan kecap.  🙂   (Punten).

ke hal atas blog ini?..>>

@ Jualan Kecap.

Satu Tanggapan to “Jualan Kecap.”

  1. Nailil Says:

    Kenali bang, aku asal Kediri, sekarang tinggal di Yogya. Aku jadi kangen sama Kecap SAWI, merk asli Kediri. Asli, tiga tahun aku sekolah di SMP 1 Kediri, setiap harinya membaui aroma kecap ini. Panas juga waktu kecap Bango ngiklan gede-gedean. Kecap SAWI tak kalah enak, tapi cukup ngiklan lewat bagi-bagi kaos gratis ke tukang beca. Tapi ini cukup membuat orang kediri fanatik. Hidup Kecap SAWI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: