Kupu-kupu ( Valentine ).


forum-kompas-fileGadis itu mengeluarkan mio kesangannya dari garasi rumahnya. Pagi ini cuaca begitu cerah, angin bertiup sepoi-sepoi seakan membelai halus sayap kupu-kupu yang asyik bercengkerama di ranting pohon anggrek kesukaanya. Gadis itu perlahan mendekati kawanan kupu-kupu itu. Dia berjalan kearah kawanan itu,tampaknya dia tidak mau mengganggu acaranya para kupu-kupu itu. Dia hanya mengamati dari jarak beberapa langkah dari kawanan itu. Memperhatikan dan tersenyum-senyum sendiri entah apa yang dipikirkannya.

Diseberang sana di balkon milik bapak kosnya, Rio memperhatikan tingkah gadis itu.”Gadis ini begitu cantik” pikir Rio, “tidak hanya cantik tapi indah, ups kok indah sih” Rio jadi tersenyum sendiri. ” mm sudah hampir sebulan ini aku berusaha mendekatinya, tapi dia selalu punya alasan untuk menghindar, anehnya aku gak pernah sakit hati atas penolakan halusnya” Rio membiarkan pikirannya bermain dikepalanya.

Rio masih belum selesai dengan lamunannya,”Hmm kata ibu kos namanya Zemima,kemarin dia sangat cantik dan anggun dengan jilbab birunya,hari ini dia muncul dengan jilbab warna pink.Tapi apa yang dilakukannya di pohonan anggrek itu?..sepertinya ada sesuatu di tangkai anggrek itu..duh apa yang bisa aku lakukan untuk bisa berkenalan dengannya?..sosok itu begitu menyita pikiranku, tapi sejauh ini aku baru tahu namanya,itupun aku dapatkan dari ibu kos,duh..”

“Uhh..apa aku jatuh cinta padanya?” Rio melangkah terhuyung menuju kamarnya.Dengan agak malas Rio menyalakan komputernya..tapi dia tidak bisa fokus memeriksa naskah (tesis) penelitiannya tentang peran strategis para petani teh dalam pemanfaatan hutan yang gundul dalam kaitannya dengan pemanasan global,untuk ujian akhirnya dua bulan lagi.Kegalauan hatinya seakan susah ditepisnya.Dengan langkah gontai Rio menghampiri jendela kamarnya.Matanya tidak bisa diajak bersahabat,hatinya seakan mampu melumpuhkan otaknya,dari balik jendela dia kembali mengawasi halaman rumah yang luas milik tetangganya itu.”Halaman itu begitu asri” pikir Rio,”tanamannya tertata rapih,sedap dipandang..ups itu dia keluar..dia menstater mio warna merah putihnya, hendak kemana dia?..lha hari ini kan hari valentine!” mata Rio tiba-tiba berbinar, dia seakan menemukan jalan terang untuk mendekati gadis pujaannya itu.

Dengan cepat dia menarik jacket hitamnya, memakai sepatu kets kesayangannya, sambil memakai kaca mata hitam,dia tak lupa menarik ransel butut dan helmnya, berjalan menuruni anak tangga menuju garasi bapak kosnya,tempat dia menitipkan yamaha mio yang juga berwarna merah putih yang baru dibelinya seminggu yang lalu.”Hmm mio ini sengaja kubeli untuk mencuri perhatianmu gadisku” Rio tersenyum geli, sambil memacu sepeda motornya.

Sementara itu, Zemima mengendarai yamaha mionya dengan santai. Dia menikmati dinginnya udara pagi Ciwidey, yang kelihatan lalulintas jalan rayanya agak lengang pagi ini. “Semoga toko buku itu sudah dibuka sepagi ini” pikir Zemima agak ragu.Setelah Zemima sampai didepan toko buku sejahtera tujuannya, benar saja toko buku itu belum dibuka.”wah belum dibuka” Zemima membatin, “sayangnya aku tidak punya rencana B, selain ke toko buku..ya sudalah, mungkin aku bisa main dulu di dekat kebun teh dipinggiran jalan raya tak jauh dari sini, kali aja disitu aku bisa melihat kupu-kupu” pikir Zemima senang.

Zemima kembali memacu sepeda motornya menuju perkebunan teh, dikaki bukit Kawah Situcilencah yang tidak seberapa jauh lagi.Benar saja, Zemima begitu takjub melihat keindahan alam Ciwidey, meski dia sudah sangat sering kesini tetapi kali ini suasana alamnya terasa lebih indah.Hamparan permadani berwarna hijau kebiruan bergelombang mengikuti lengkungan pegunungan,dibawah sorotan sinar matahari pagi,dibungkus kabut tipis, menambah eloknya pemandangan perkebunan ini.”Sungguh ciptaan teramat indah Sang Arsitek Yang Maha Agung” Zemima membatin penuh kekaguman.

“Mangga..mangga Mang” sesekali Zemima membalas sapaan para petani perkebunan teh yang menyapanya saat berpapasan,gadis muda energik yang berprofesi sebagai jurnalis ini tidak mau menyia-nyiakan waktu liburnya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.”Oh di bukit seberang sana ada pelangi,disana lagi gerimis rupanya..woww indahnya” bisik hati Zemima.Perlahan Zemima turun dari motornya, mendekati sesuatu yang menarik perhatiaanya “ups cantiknya kupu-kupu ini?!” Zemima tersenyum girang, memandangi kupu-kupu yang melambai-lambai seakan menyapa ramah kedatangannya.

“Punten?!”..suara dibelakangnya menyadarkan Zemima dari keasyikannya memperhatikan kupu-kupu, “mangga mang!” spontan Zemima membalas sapaan itu seraya berbalik kearah datangnya suara itu.” Lagi ngapain neng?..nama saya Rio”..Zemima mengeryitkan alisnya mengawasi sosok pemuda rupawan yang menyapanya. “Nggak lagi ngapain-ngapain” jawab zemima terbata sambil matanya melirik sepeda motor yang diparkir tidak jauh dari tempatnya berdiri, “kok motornya jadi dua?..warnanya sama lagi” Zemima membatin. “Yang diparkir disamping sepeda motormu,itu sepeda motorku” Rio nyerocos seakan mampu menangkap apa yang ada dibenak Zemima.

“Saya Rio, tetangga barumu..ingat kan?..” Rio menyebut namanya lagi,memastikan agar namanya bisa diingat secara permanen oleh gadis yang membuat dia tergila-gila ini.”Iya saya sudah tahu..tante saya sudah menceritakan semuanya” jawab Zemima cuek, sambil berbalik memperhatikan kawanan kupu-kupu itu lagi.” Tantemu yang mana? ” selidik Rio,”Ibu kosmu” celetuk Zemima,matanya tetap mengawasi kumpulan kupu-kupu yang menjadi semakin rame itu. Kali ini justru Rio yang kaget “mampus..jangan-jangan dia juga tahu kalau aku suka mengawasi dia” Rio membatin.

“Ehmm..ngomong-ngomong apa yang kamu lakukan disini? ” Rio berusaha menetralisir suasana.”oh iya saya mau ke toko buku..tapi tadi toko bukunya belum dibuka..makanya saya main dulu kesini”..Zemima baru tersadar akan tujuan awalnya. Zemima berbalik dan melangkah menuju tempat parkir sepeda motornya.Rio membuntuti,sambil berpikir untuk menahan Zemima agar mau ngobrol sebentar dengannya.

Tetapi sesaat kemudian Rio tersenyum-senyum simpul “semoga usahaku berhasil” bisik Rio dalam hati. Zemima mengeluarkan kunci motor  dari kantong jacketnya,sesaat kemudian dia tertegun mendapati setangkai kembang tergelatak di atas motornya, diambilnya kembang itu,ditangkainya ada kertas berwarna pink bertuliskan Happy Valentine’s Say! tanpa nama pengirimnya.

“Hmm ini pasti kerjaannya si Rio..tapi, jangan terburu-buru” pikir Zemima.Zemima menoleh kekiri dan kekanan seolah sedang mencari seseorang, tanpa menghiraukan Rio yang mematung disampingnya.”Apa yang kamu cari Zemima?..eh nama kamu Zemima kan?”..akhirnya Rio nyeletuk,”saya mencari Mamang yang tadi,mungkin dia yang meletakkan kembang ini”..terang Zemima tanpa berusaha menjawab pertanyaan terakhir Rio. “oh..eh saya yang meletekkan bunga itu kok” Rio menjawab spontan.

“Oh ini kembang milikmu?”..Zemima tersenyum sambil menyerahkan kembang itu ke Rio.”Eh kembang itu untukmu kok..” Rio berkata sambil mengumbar senyum penuh arti. “Saya sangat menghargai hadiah ini..tapi maaf ya,saya tidak merayakan Valentine”,jawab Zemima disertai senyum simpulnya. “Maksudmu?..” Rio mengangkat alisnya.”Menurutku dan menurut apa yang saya pelajari,bahwa kasih sayang itu tidak perlu diraya’in pada hari tertentu, karena sesungguhnya kasih sayang berlaku setiap saat tanpa batas ruang dan waktu, dan tidak hanya terbatas pada sepasang kekasih misalnya, tetapi juga antara manusia dan mahluk Tuhan lainnya”, Terang Zemima panjang lebar.

“Tapi orang-orang pada merayakan Valentine kok..apa salah kalau kita merayakannya juga?”..Rio berusaha sekalem mungkin.”Saya tidak melarang siapapun,karena itu hak mereka, tetapi saya juga berhak untuk tidak merayakannya”,jawab Zemima kalem.”Lantas apa alasan kamu untuk tidak merayakan valentine?” selidik Rio.”Valentine itu bukan budaya kita..sudah begitu setahu saya sejarah awal valentine itu sangat kontroversial, maaf maksud saya sejarahnya sendiri tidak jelas, dan efek perayaan valentine itu justru mengarah ke pergaulan bebas, dengan alasan merayakan hari kasih sayang, orang rela merayakan bahkan hanya berdua saja dengan lawan jenis, kalau ini dilakukan dengan ikatan suami istri tentu tidak menjadi masalah, tetapi bagaimana dengan mereka yang belum berstatus sebagai suami istri?..” Zemima berdiam diri sesaat menunggu reaksi Rio.

Rio termangu “gadis ini tidak hanya cantik,tapi juga punya kepribadian yang baik” Rio membatin, “jadi,kamu tidak mau merayakan valentine, karena valentine merupakan budaya asing?” Rio bertanya sekenanya. “Bukan itu maksud saya, bukan karena valentine merupakan budaya asing, tapi karena valentine tidak sesuai dengan budaya kita,lagi pula saya tidak mau hanya sekedar ikut-ikutan tanpa mengetahui apa sesungguhnya makna valentine itu” jawab Zemima disertai senyum.

“Kamu masih mau disini kan?” lanjut Zemima, bermaksud agar Rio tidak membuntutinya, “oh iya..iya” Rio tergagap, tampaknya Rio sudah tidak bersemangat membuntuti Zemima.”Eh..nanti saya bisa main ke rumahmu kan?” lanjut Rio penuh harap.”Oh tentu..yang pasti bokap saya senang menemanimu ngobrol semalam suntuk, karena memang bokap senang ngobrol” Zemima berkata sambil tertawa. “Mati langkah lah aku, kalo harus ngobrol semalaman sama bokapmu” seloroh Rio.”Ya udah..saya duluan ya”..pamit Zemima sembari menstater motornya.”Benar nih..gak mau ditemani neh” tawar Rio.”Gak perlu..lanjutkan aja penelitianmu,oh iya makasih kembangnya ya?!..kebetulan saya lagi jatuh cinta nih” Zemima berujar sembari tersenyum manis.”Woww jatuh cinta ama siapa ya?” Rio agak GR tampaknya. “Lagi jatuh cinta sama kupu-kupu..bye..bye” Zemima tertawa sambil menjalankan sepeda motornya.
“Duh..tuh cewek benar-benar membuatku mati gaya” Rio bergumam sembari melambaikan tangannya.

klik disini u/ ke hal atas blog ini.

@ Kupu-kupu ( Valentine ).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: