Posts Tagged ‘Global Warming’

Perubahan Kearah Yang lebih Baik (Opini).

September 18, 2011

Filosofi Perubahan.

Mungkin saja perubahan dalam banyak paradigma, hanya berlaku pada sistem ketatanegaraan seperti banyak kejadian yang kita saksikan saat ini. Perubahan dalam tatanan politik misalnya, bermula dari bertiupnya angin kencang perubahan yang ditiupkan oleh Presiden Barack Obama, dalam kampanye beliau di Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.

Kemudian perubahan menjadi jualan yang menarik, hingga kemudian berpengaruh pada tatanan politik di semenanjung Arab. Seperti di Tunisia, Mesir dan Libya hingga juga bergemah di Suria,Yaman dan beberapa negara Arab termasuk juga tidak menutup kemungkinan akan merambah eskalasi politik di Israel. Hal itu tidak tertutup kemungkinan, mengingat perubahan juga terdengar gaungnya di Eropa. Seperti demo besar-besaran yang terjadi di Yunani dan Inggris belum lama ini.

Disatu sisi perubahan menjadi semacam angin segar, tetapi disisi lain perubahan justru menjadi seperti mesin penentang kemapanan (terlepas dari bentuk apapun kamapanan itu). Indonesia misalnya, kemapanan Orde Baru masih sangat kental terasa dalam tatanan politik meski sudah dikemas dalam bentuk kemasan Reformasi agar lebih terkesan merakyat.

Kita semua tahu,perubahan yang radikal dalam tatanan politik dinegeri ini, terjadi pada saat lengsernya Presiden Soeharto tahun 1998 lalu. Tetapi sangat disayangkan perubahan itu tidak diikuti oleh visi dan misi yang mengarahkan negeri ini kearah yang mestinya dikehendaki oleh UUD 1945, yaitu “menuju masyarakat yang adil dan makmur”.

Perubahan di negeri kita terasa seperti menentang kemapanan, ironisnya kemapanan itu adalah akumulasi kemapanan yang justru terbentuk sejak orde baru, yang hingga saat ini masih sangat terasa begitu kuat membelenggu paradigma berpikir sebagian elit politik kita. Harus diakui meski hanya tinggal sedikit (pembelah kemapanan ini) tetapi mereka justru berada dilingkaran elit, mereka berkuasa dan mempunyai kekuatan finansial yang cukup kuat.

Sayangnya para pengusung perubahan (kearah lebih baik/ sesuai amanah UUD 1945) yang ironisnya mengaku berjiwa reformis justru menjadi seperti tidak bernyali, trauma yang menyertai keruntuhan rezim orde baru, yang justru ditiupkan oleh para pendukung kemapanan orde baru yang sebetulnya masih menguasai Parlemen dan Eksekutif, menjadi momok yang menakutkan para reformis (para pendukung perubahan). (more…)

Waspadai Pergerakan NII.

April 21, 2011

Waspadai NII.

Islam adalah agama yang menggunakan pemahaman akal (rasio), itulah sebabnya (wallahu’alam) Iqra menjadi ayat yang pertama kali diturunkan Allah, Iqra yang berarti “bacalah”.

Bacalah yang bermakna filosofis, pelajari, teliti, dipahami, dimengerti dsb.. Islam bukan dogma, “bacalah” berarti juga penekanan penggunaan akal pikiran jadi bukan menggunakan “rasa” atau “selera”.

Itulah sebabnya dalam penelitian Prof Dr Maurice Buchaille dari Perancis, beliau mendapat kesimpulan bahwa Islam dan sains tidak bisa dipisahkan. Banyak hal-hal yang tidak bisa dipecahkan oleh sains (ilmu pengetahuan), tetapi jawabannya bisa ditemukan dalam Al-Qur’an. Beberapa contoh diantaranya adalah penelitian beliau tentang “Pertemuan antara air laut  asin dan air tawar di laut merah” terus penelitian (pembedahan) mummi Fir’aun. Prof Dr Maurice Buchaille mendapati kesimpulan bahwa Al-Qur’an sangat bersinergi dengan ilmu pengetahuan.

Nah bagaimana hubungannya dengan NII?..menurut saya (melalui penelusuran teman-teman wartawan) bahwa NII ini sangat tidak masuk akal. Jadi sangat tidak Islami, mereka menggunakan dogma tanpa memberi ruang berpikir. Mereka hanya mampu mempengaruhi orang-orang yang jiwanya sedang labil. NII itu tak lebih hanya untuk kepentingan ‘duit’ para petingginya, jadi jelas mereka sudah keluar dari Islam. Untuk itu berhati-hatilah kita semua terutama “para blogger” belakangan mereka di ketahui menggunakan metode hipnotis, untuk mempengaruhi calon mangsanya, dan mereka melek internet bahkan bisa jadi mereka ada disekitar kita, sebagai blogger. Mereka jago menggunakan dalil-dalil Al-Qur’an, padahal di internet sudah merebak software Al-Qur’an online yang bisa di down load oleh siapa saja.Ketika bicara software komputer tentu saja siapapun bisa melakukannya, yang perlu diketahui kan hanya keywordnya jadi apapun informasi yang di cari pasti jawabannya akan ditemukan dengan cepat.Jadi di internet kita jangan cepat terkesima dengan kehebatan seseorang dengan penggunaan dalil-dalil Al-Qur’an, karena bisa jadi dibantu oleh penggunaan software Al-Qur’an itu tadi.

Saat ini pergerakan NII sangat menghawatirkan dan pergerakan perekrutannya bertambah cepat melalui jejaring sosial, karena itu kita semua harus waspada. NII bisa dikategorikan sebagai teroris, karena dia hanya berusaha membuat keresahan, harusnya yang memerangi ini menjadi tanggung jawab Negara, tetapi para pembesar kita justru hanya sibuk dengan pencitraan. Jadi yah.. kita harus menumbuhkan kesadaran kita sendiri, mulai dari diri saya dan Anda tentu saja. Karena sebagai masyarakat di Negeri ini kita tidak bisa mengandalkan siapa-siapa lagi, kita harus membenahi diri kita sendiri, Negara terlihat seperti membelakangi kita.Padahal ini justru menjadi lahan subur bagi pergerakan paham-paham seperti NII ini. Sebagai masyarakat mari kita berlindung kepada Allah, dan biasakanlah berzikir (minimal) Allah..Allah..Allah,agar pikiran kita tidak kosong,hindari pengkultusan individu, jika menemukan orang yang selalu mengkultuskan orang lain, ini menjadi salah satu indikasi syirik, sebab itu berarti percaya kepada selain Allah. Dan semoga Allah selalu memberikan cahaya kebenaran hakiki dibalik kebenaran-kebenaran instant disekeliling kita. Amin.. mari kita lawan NII secara bersama-sama. ==>

Era Technology Informasi, good bye “basa-basi”.

April 8, 2011

Mr Gagap 🙂

“Selamat tinggal basa-basi, selamat datang kejujuran”, ini adalah slogan yang tepat di era teknologi informasi ini.

Di zaman teknologi informasi, orang-orang yang gaptek seperti saya 🙂 akan terkesan lucu, lugu dan menggemaskan 😀 tidak perlu jauh-jauh melihat ini, lihatlah situasi politik saat ini di negeri ini, mohon maaf kalau boleh dibilang gaya politik ini masih merupakan “stylenya” zaman baheula, indikasinya masih penuh intrik, penuh dendam kesumat, ketidak jujuran, penuh basa-basi, dan tujuannya sangat sempit yaitu KEKUASAAN, para pelakunya masih saja “tidak sadar” kalau zaman terus berubah, dan perubahan akan menggilas apapun dan siapapun, tidak perduli dengan politisi sekaliber Muamar Khadafi. Semuanya akan tergilas oleh perubahan.

Teknologi informasi adalah turunan dari era teknologi industri, yang kemudian menurunkan teknologi komputer, nah teknologi komputer inilah yang kemudian menelorkan teknologi informasi. Ketika bicara komputer sebagai komponen teknologi informasi, maka itu artinya selamat tinggal basa-basi. Karena komputer tidak mengenal basa-basi, contoh konkritnya adalah fenomena wikileaks,video lipsing you tube yang belakangan menghangat, termasuk mall/buku online (website, blog dsb) belum lagi jejaring sosial (social network)  FB, Twiter dsb..

Melihat perkembangan teknologi informasi ini, maka saya tidak heran kalau pelaku-pelaku politik sisa jaman baheula di negeri ini seperti tergagap-gagap 🙂 selamat tinggal basa-basi , jadi ketika misalnya, perubahan meminta President Muamar Khadafi mundur dari jabatannya, itu berarti bukan permintaan basa-basi, dan lihat saja tindakan “bukan basa-basi ini”, Nato! silahkan bombardir istananya Muamar Khadafi. Tunjukan kalau perubahan bukan basa-basi. Masyarakat Dunia sudah jenuh dengan politik “haus kekuasaan” dan “basa-basi”.

Contoh berkarakter “bukan basa-basi” di negeri ini, seperti yang ditunjukan sineas muda berbakat Hanung Bramantyo, meski bukan dari kalangan politisi tetapi dia menunjukan bagaimana seharusnya berkata dan bertindak pada zaman teknologi informasi ini. Saya tidak melihat Hanung Bramantyo dari sisi “benar atau salah”, tetapi saya melihat dari keteguhan (konsistensi) dia mempertahankan pendapat-pendapatnya, dan keberanian dia mengakui kesalahannya kalau dia salah. Dia salah satu tipikal orang yang akan eksis di zaman teknologi informasi. Terlepas dari apapun kontroversi yang dibuatnya.

Melihat kegagapan politik di era teknologi informasi di negeri ini  akhir-akhir ini, sebetulnya ada tips atau strategi untuk menghadapinya, agar politik dalam hal ini (politik penguasa) tidak dipermainkan oleh arus politik era teknologi informasi, tetapi (mohon maaf) ilmu ini tidak gratis, karena semua kita tahu, bahwa biaya pendidikan di negeri ini sangat mahal.

Jadi di era teknologi informasi ini, selamat tinggal “pembohongan” (basa-basi) dan selamat datang KEJUJURAN, kita semua sangat haus akan kejujuran, dan tindakan nyata yang bukan basa-basi.  =>

Tsunami Jepang Dan Pelajaran di Baliknya.

Maret 15, 2011

Tsunaminya 'istana' Negeriku.

Ketika bicara tentang gempa dan tsunami, tentu saja Jepang menjadi rujukan yang paling tepat. Letak georafis Negeri Sakura ini, yang memang sangat rentan dengan gempa, membuat Bangsa ini seperti ditempah oleh alam, membuat mereka menjadi sangat tangguh, ulet, tabah, disiplin, juga jika dilihat dari sumber daya alam yang minim, membuat bangsa Jepang bekerja ekstra keras, kreatif dan inovatif, hingga mereka mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju di dunia. “Turut sedih, prihatin dan berduka cita atas musibah gempa dan tsunami yang melanda Jepang”.

Dari balik musibah ini satu hal yang pasti, bahwa memang tidak ada yang pasti dikolong langit ini. Seperti pengakuan para ahli gempa dan tsunami Jepang, bahwa “waktu” terjadinya gempa dan tsunami tidak bisa diprediksi. Mereka hanya bisa menganalogikan, seperti “menekuk ranting cemara”, mereka tahu ranting itu akan patah tetapi kapan waktu (terjadi) patahan itu dan kealur mana retakan patahan itu mengarah, ini yang tidak bisa dipastikan.

Dari analogi itu bisa diambil kesimpulan bahwa secanggih apapun teknologi yang di miliki manusia, tapi  tetap saja tidak mampu menjawab wilayah ” ( tak terhingga)”. Artinya memang ada area di semesta ini, yang tidak bisa dijangkau oleh ilmu manusia.Yang jika dalam Islam ini dinamakan area “gaib” areanya pemilik bumi itu sendiri.

Jadi yang bisa kita lakukan adalah hanya berusaha menjaga alam, bersatu dengan seluruh penduduk bumi, untuk melestarikan alam  dan sumber dayanya. Karena suka atau tidak,  kita (manusia) hanya merupakan menghuni satu kolong langit yaitu yang kita namakan bumi. Kita diijinkan untuk mengelolah sumber bumi untuk kemaslahatan manusia, seperti misal tanah, air, udara, gas, nuklir dan sebagainya.

Tetapi bagaimana dengan pengelolaan sumber alam yang berbiyaya tinggi dan beresiko besar, seperti nuklir kalau tidak dikelolah yang bukan ahlinya? dalam soal nuklir kita semua sudah tahu bagaimana efek baiknya untuk hajat hidup manusia, tetapi sebelum kesitu tentu saja kita juga harus berhitung tentang kemungkinan resiko yang akan timbul jika terjadi salah pengelolaan.

Seperti kebocoran nuklir yang mengancam Jepang saat ini, adalah diluar kontrol manusia, karena memang disebabkan oleh alam. Disini terlihat pergumulan ilmu manusia untuk menaklukan alam. Sebagai sesama penduduk bumi, tentu saja kita semua berharap agar Pemerintah Jepang dan Para Ahlinya mampu mengatasi ini, agar kita tidak melihat kepunahan manusia. (Semoga itu tidak terjadi) Naudzu billah himinzalik..

Untuk itu yang bisa kita lakukan adalah berusaha memotivasi Para Ahli Nuklir Jepang dan Dunia untuk tetap tenang dan tidak gegabah dalam berusaha menangani “pemanasan reaktor nuklir itu”. Para ahli Jepang mengatakan, bahwa mereka sedang berusaha menyuntikan air kedalam reaktor inti nuklir itu, agar tidak terjadi pemanasan. Dan ini meraka lakukan diluar “buku petunjuk”. Artinya bahwa memang ancaman kebocoran nuklir di Jepang ini, sudah pada tahap menghawatirkan dan cara penanganannya belum pernah dilakukan sebelumnya. Untuk itu kalau para ahli Jepang itu sedang berusaha mendinginkan ‘inti reaktor nuklir’ maka sebagai sesama penduduk bumi, yang bisa kita lakukan adalah berusaha mendinginkan kepala para ahli jepang itu, agar mereka tetap tenang, tidak panik dan sambil mempergitungkan langkah-langkah efakuasi untuk warga Jepang, jika kemungkinan hal-hal buruk terjadi.

Kata Rasulullah S.A.W, “serahkan pekerjaan kepada ahlinya”. Dan Jepang dalam hal ini sangat ahli. Dalam pengelolaan birokrasi (Pemerintahan) atau management nuklir, Jepang dikenal sangat disiplin, mereka tidak akan mau melakukan kesalahan sekecil apapun yang mereka sadari, termasuk (terlebih) korupsi yang menjadi salah satu penentu keberhasilan mereka, mereka akan sangat malu jika meraka korupsi dan (mohon maaf, ini sangat kontras dengan perilaku para elit negeri ini).

Di negeri ini, ketika wikileaks (misalnya) membocorkan rahasia Negara lain, para elit kita ikut tertawa dan menganggap itu sebuah kebenaran. Tetapi jika kemudian wikileaks membuka kebohongan petinggi kita, para elit kita beramai-ramai mengatakan bahwa itu tidak valid. Kalau para ahli Jepang berlomba-lomba membangun tembok penanggulangan tsunami (air bah di permukaan laut), nah kalau di negeri kita, para elit sangat ahli membangun “tembok” menahan gempuran tsunami wikileaks, Inna lillahi wa’inna ilaihi raji’un. Alangkah Lucunya Negeriku. Astagfirullah hal adzim.. =>

Ahmadiyah Dalam Perspective Penegakkan HAM.

Maret 4, 2011

Mr Khadafi Mundurlah, demi Rakyatmu.

Ahmadiyah jika dilihat dari sisi Islam, saya pikir kita semua sudah tahu bagaimana pendapat para Ulama, baik Dalam dan Luar Negeri tentang Ahmadiyah ini. Logika sederhananya, sama dengan kita Shalat tetapi ‘wudhu’ kita batal, pertanyaanya apakah shalat kita sah kalau wudhu kita batal?

Nah untuk itu sebagai seorang Muslim, saya minta kepada teman-teman Penegak HAM yang khususnya mengaku Islam, untuk menjawab pertanyaan saya ini : Apakah Anda semua sudah pikirkan bagaimana efek perjuangan Anda terhadap generasi Islam kedepan? apakah Anda semua sudah siap memikul dosanya para generasi Islam (di ke depan) yang tidak sadar kalau ‘wudhunya’ (akidahnya) sudah batal? maaf teman-teman, Anda harus sadar bahwa yang Anda perjuangkan akan berimbas melampaui ruang dan waktu. Apakah Anda semua sudah memperhitungkan semua ini?

Ketika bicara Hak Azasi Manusia, kita semua sepakat bahwa letakkan ‘Hak Dasar Kemanusiaan’ melampui, agama, suku, ras, budaya atau apapun. Dalam hal ini di tengah-ditengah komunitas Muslim terbesar di Dunia ini, apakah Anda semua berani meneriakan Hak-Haknya Yahudi? untuk itu saya minta Anda semua berpikir jernih.

Ahmadiyah jika dilihat dari sisi Islam, asumsi sederhananya sama dengan mendirikan negara di dalam negara, apakah Anda semua mendukung kalau ada sekelompok kecil orang di negeri ini mau mendirikan negaranya sendiri di dalam wilayah negeri ini? (more…)