Tidak Mudah Menata Indonesia, Diperlukan Pemimpin Kuat.


Detik.com.Laporan dari Stockholm.Bukan perkara mudah untuk mengatasi masalah sangat kompleks yang dihadapi Indonesia saat ini. Perlu pemimpin kuat dan modal kesadaran rakyat untuk membangun negerinya.

Demikian antara lain butir-butir yang disepakati dalam Dialog Interaktif dengan tema “Retrospeksi dan Tantangan ke Depan”, yang digelar KBRI Stockholm (25/5/2008) dalam rangka memperingati 100 tahun Harkitnas, bertepatan dengan Peringatan 80 Tahun Sumpah Pemuda dan 10 Tahun Reformasi.

Digarisbawahi bahwa Indonesia bisa menuju ke situasi yang lebih baik. Untuk itu perlu dilakukan aksi kongkrit dari setiap warganegaranya, baik di dalam maupun di luar negeri sebagai kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Selain itu dialog juga menyepakati bahwa adanya keterbukaan saat ini memang memungkinkan publik dapat memonitor secara langsung pelaksanaan kebijakan pemerintah maupun penggunaan dana APBN, misalnya yang diperuntukkan pendidikan.

Diperlukan suatu kebijakan yang dapat lebih banyak memikat para lulusan sekolah di luarnegeri untuk kembali ke tanah air dan membangun Indonesia yang lebih maju. Salah satunya adalah penetapan UU Dwi Kewarganegaraan yang tidak dibatasi oleh faktor usia.

Disepakati pula bahwa di era globalisasi saat ini kebijakan luarnegeri Indonesia perlu terus dilandasi kekuatan diplomasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan bidang hubungan luarnegeri.

Indonesia hendaknya tidak hanya dilihat sebagai sebuah negara dengan berbagai persoalan tetapi juga sebuah negara yang mempunyai banyak peluang untuk dikembangkan.

Masyarakat Indonesia di Swedia akan terus saling bekerjasama dan mengembangkan jaringan kerja dengan mitra mereka di Indonesia dalam upaya untuk terus memberikan sumbangan berarti kepada bangsa Indonesia. Termasuk dalam hal ini mendorong para intelektual lulusan Swedia, agar kembali ke tanah air dan bersama-sama membangun Indonesia untuk lebih maju.

Dialog menampilkan 3 pembicara Tom Ilyas (Stockholm), Abram Perdana (S3 Chalmers University Goteborg) dan dr. Trisasi Lestari (S2 Umea University, sebelumnya ditulis dr. Trisasi menempuh S3).

Sedangkan para pembahas terdiri dari Janto Marzuki (tokoh masyarakat Indonesia di Swedia), Edwin Setiawan Tjandra (KTH/Royal Institute of Technology), Patricia Rinwigati Waagstein (staf pengajar Uppsala University) dan Hariyadi Wirawan (staf pengajar FISIP-HI, UI).Sumber,Detik.com

Mencermati laporan diatas,saya “pribadi” jadi berpikir apa yang bisa kita perbuat untuk Bangsa ini?..Permasalahan yang dihadapi Negara sudah sangat kompleks,rasanya tidak mungkin hanya dibebankan kepada seorang Pemimpin.Seorang Pemimpin bagaiman pun juga hanya seorang manusia biasa yang tentu saja punya keterbatasan.Harusnya persoalan ini menjadi beban kita bersama sebagai anak Bangsa.Sikap saling menyalahkan,merasa paling pintar sendiri,coba mulai kita hilangkan.Kita tidak perlu berpikir menjadi seorang Pemimpin apalagi menjadi Pemimpin Negeri ini.Kita tidak perlu berpikir habis-habisan bagaimana caranya agar harga BBM tidak naik.Bahkan kita jangan berpikir terlalu jauh tentang Negara..wong dapur kita aja ngebulnya senin kemis kok..yang terjadi justru tambah semrawut..kemacetan dimana-mana..anarkis..dsb..dsb

Berbuat untuk Negara,mualailah dari diri kita sendiri..nggak usalah tengok kanan-kiri,diri kita dulu.Apa yang bisa saya persembahkan untuk bangsaku?..
Kalo saya berprofesi sebagai tukang parkir jadilah tukang parkir yang baik..jangan pungli,kalo saya seorang preman jadilah preman yang baik..seperti premannya extravaganza itu lho..hehe.. Adeem Khahh..Kalo saya seorang Wakil Rakyat jadilah Wakil Rakyat yang baik..benar-benar mewakili Rakyat bukan justru mewakili periuk dapur Gue..kalau periuk dapur Gue tidak memungkinkan ya jangan ikutan teriak-teriak mampu menjadi wakil Rakyat.Kalo saya Polisi ya jadilah Polisi yang Profesional..Kalo saya seorang Tokoh Agama ya jadilah panutan yang baik..jangan justru melontarkan statement yang meresahkan banyak orang..gitu aja kok repot..hehe..Kalo saya seorang pebisnis ya jadila Pebisnis yang baik..dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung..gak usah nepotislah..wong Gue lahir,hidup,cari makan,buang air,jadi kaya raya disini kok..ngapain Gue harus mikirin sono..jadilah Anak Bangsa yang baik,jangan cuman ngakunya Anak Bangsa sini..tapi yang dimaju’in hanya Anak Bangsa sesama darah sono..hayyaa mendingan Gue hidup disono lah..Kalo saya jadi kapiten..dsb..dsb.

Jadilah Pemimpin diri kita sendiri,apa yang bisa saya perbuat untuk diri saya dan keluarga saya?…Apa yang bisa saya perbuat untuk “Priuk Dapur Gue?..” kreatiflah..wong kita hidup di Negara kaya kok..ngapain Gue harus minta-minta?..malu lah..Setelah punya solusi untuk diri “Gue” baru mikirin keluarga dekat..keluarga jauh..keluarga se-lingkungan..keluarga se-tanah air..dst..dst.

Kalo “Gue” merasa tidak mampu keluar dari kesulitan “priuk dapur Gue”..ya carilah teman se-hobi,se-profesi,se-visi,se-komunitas,ajaklah bicara tentang kesuliatan “Gue”..carilah “solusi”..jangan diem aje..trus panas dingin ngeliat kehidupan tetangga.Ajaklah.. Gotong Royonglah..jangan mau terpuruk sendiri..walahh bisa jadi seperti “ayam mati dalam lumbung padi”..hehe..Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menolong “diri sendiri” ataupun menolong “orang lain”..gak usah gengsi lah..yang penting halal,jujur,dan yang terpenting bisa menolong kelangsungan kehidupan “priuk dapur gue”..lebih muliah lagi bisa menolong kelangsungan kehidupan “priuk dapur banyak orang”..jadilah perpanjangan tangan,saluran “Berkah” bagi orang lain.Jangan negative thinking dulu..Bangsa kita terpuruk karena “Gue”terlalu mendahulukan “negative thinking”.Bayangin kalau 1 juta orang Indonesia mendahulukan negative thinking terhadap Pemimpin Negeri ini?..apa yang akan terjadi di Negeri ini?…Mengutip Wallace D.Wattles dalam bukunya,The Sciense of Getting Rich,Rahasia dibalik The Secret,”Apa yang kita pikirkan,akan berbalik kekita.Tidak perduli itu pikiran baik atau pikiran buruk.Ini pasti..sama pastinya dengan Hukum Gravitasi”.Jadi hati-hatilah kalau berpikir..apalagi kalau sedang berpikir tentang diri sendiri.

So,jadi..apa yang kita lakukan untuk diri kita?..dalam rangka “tindakan” kita untuk Bangsa ini?..Bagaimana kalau sekiranya Finansial tidak lagi menjadi masalah bagi kita?..(Bukan kaya mendadak lho..walahh..malah jadinya bagi-bagi harta karun kayak Ahmad Zaini Suparta).Bagaimana kalau saya menjadi perpanjangan tangan untuk menolong orang lain?..Bayangin kalau 1 juta penduduk Indonesia berpikiran seperti ini..apa Bangsa ini tidak keluar dari keterpurukan?..

Hmm..supaya tidak jadi mimpi disiang bolong..Bertindaklah..Berbuatlah..mulai dari diri kita sendiri..terserah hal positif sekecil apa yang bisa kita lakukan..walau mungkin hanya memulai memungut selembar daun yang rontok dihalaman rumah kita,yang jatuh diatas sepatu kita,ketika kita turun dari mobil mewah kita dan menaruhnya ditempat sampah yang telah disediakan.Carilah usaha atau kerjaan yang pasti..yang hasilnya pasti..yang prospeknya pasti..walau dengan modal yang kecil..yang penting efeknya bisa membantu banyak orang..(Jangan mudah percaya dulu sama janji-janji,nanti malah dibohongi)..tapi yang pasti..mulailah..bertindaklah..walau sekecil apa tidakan itu. Back!..

Jakarta, 01 Juni 2008.

Satu Tanggapan to “Tidak Mudah Menata Indonesia, Diperlukan Pemimpin Kuat.”

  1. 2010 NEW Moncler Pop star Women Down Coat Purple Says:

    I discovered your blog site on google and check a few of your early posts. Continue to keep up the very good operate. I just additional up your RSS feed to my MSN News Reader. Seeking forward to reading more from you later on!鈥?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: