Bedah puisi, Nyanyian Untuk “Sumpah Pemuda 2008”.


Puisi ini menceritakan percakapan dua arah, di satu sisi seorang pemuda dan di sisi lain “bangsa” (suara “bangsa” hanya bisa di dengarkan oleh si pemuda).

Konten puisi menceritakan kegelisahan seorang pemuda yang sebetulnya penuh dengan keterbatasan, akan tetapi dengan semangat yang tinggi, ingin memberi sesuatu yang bermanfaat untuk bangsanya. Seperti makna inplisit dalam bait ini:

“Aku cuman mendapat seekor ikan hari ini Bangsaku..anakku sangat membutuhkannya..baik Bangsaku,
akan aku gambar ikan ini dan aku persembahkan padamu”.

Dalam bait di atas, bermakna bahwa pemuda tersebut berprofesi sebagai nelayan, akan tetapi hasil tangkapannya hari itu hanya cukup untuk di konsumsi oleh keluarganya. Tetapi saat bersamaan pemuda tersebut tetap berkeinginan tinggi untuk memberi kepada bangsanya. Hingga dia memutuskan untuk melukis ikan hasil tangkapannya hari itu, dan lukisan ikan tersebut di persembahkan untuk bangsanya, sementara keluarganya tetap bisa mengkonsumsi ikan hasil kerjanya hari itu. Itu berarti bahwa dalam keterbatasan sekalipun, pemuda tersebut tetap berusaha menghidupkan keluarganya sekaligus tetap memberi untuk bangsanya.

Setiap bait dalam puisi ini, mewakili satu bahkan dua profesi tertentu, seperti pada bait pertama, mewakili profesi pegiat kuliner, Garang Asem adalah makanan atau masakan khas Kudus Jawa Tengah.

Ungkapan serigala berbuluh domba, di balik dan di biarkan audiensnya yang mengartikan sesuai sudat pandang pendengar.

Secara keseluruhan subtansi puisi ini merupakan gambaran kegelisahan di ruang waktu yang akan datang, ketika bangsa sudah penuh sesak dengan kepadatan penduduk. Ketika hamparan hijau atau daerah serapan air hanya tinggal menjadi impian belaka.

Secara politik, ini merupakan sindiran politik kepada pemimpin negara, bahwa hal seperti pada konten puisi ini akan terjadi, jika pemimpin tidak mampu me-manage negara, secara jangka panjang.

Nyanyian “sampah”, hanya merupakan bahasa khiasan gambaran kerendahan hati penulis, bahwa jika puisi ini tidak bermanfaat maka anggap saja seperti spam dalam bahasa dunia maya (atau sampah dalam bahasa sehari-hari).

Nyanyian Untuk “Sumpah Pemuda 2008”.

Jangan tanya apa pemberian Bangsa untukku..
Tanyalah apa yang bisa aku berikan untuk Bangsa.
Oh..Bangsaku aku cuman bisa membuat GarangAsem.
Tapi akan aku persembahkan GarangAsem terbaik bagimu.

Bangsaku aku tidak bisa apa-apa..aku hanya suka nendang bola dilapangan hijau.
Tapi sebentar Bangsaku,aku hanya perlu tahu bola seperti apa keinginanku,
aku janji setelah aku tau keinginanku akan aku asah kemampuanku,akan aku persembahkan
yang terbaik untukmu.Akan aku buat harum namamu Bangsaku.

Bangsaku aku cuman bisa bermain dengan sampah..tapi Bangsaku akan aku cari saripati
murni sampah ini untukmu Bangsaku..Akan Aku persembahkan padamu.
tapi Bangsaku..Aku bukan Ustadz lagi pula Aku dari Kampung Sampah..
apa Engkau mau mendengar rintihanku Bangsaku?..

Bangsaku..aku pernah culas padamu.Aku mengambil sesuatu darimu yang bukan untukku,aku sangat
menyesal Bangsaku.Aku janji akan aku perbaiki kesalahanku..akan aku tebus kesalahanku untukmu Bangsaku.
Aku cuman mendapat seekor ikan hari ini Bangsaku..anakku sangat membutuhkannya..baik Bangsaku,
akan aku gambar ikan ini dan aku persembahkan padamu.

Bangsaku..aku hanya bisa menanam..tapi Bangsaku lahanku sudah ditanami gedung-gedung itu.
Baiklah Bangsaku..akan aku tanami beton-beton itu dengan tanaman,akan aku buat kisi-kisi gedung-
gedung itu menjadi Hijau untukmu Bangsaku.Aku irih dengan kupu-kupu Bangsaku,dia bisa terbang..
bebas hinggap kemana dia suka,dia selalu menebar keindahan.Indah sekali dia Bangsaku.

Bangsaku Lebah-lebah itu Bangsaku..dia mengambil sari putih dari kembang-kembang itu,eh tapi..
kembang-kembang itu menjadi lebih indah.Indah sekali,seindah kupu-kupu ditaman kembang berpelangi.
Bangsaku aku tidak bisa apa-apa..aku hanya domba berbuluh serigala,tunjukan padaku Bangsaku,
apa yang bisa aku lakukan untukmu.

Nyanyian ini Untuk “Sumpah Pemuda 2008”..maafkan kelancanganku Bangsaku..aku hanya bisa memberi
nyanyian ini untukmu.(by Farid.W.Hassan)

Dibuat dan di publish, 24 Oktober 2008 @ Nyanyian Untuk “Sumpah Pemuda 2008”.

“Jujurlah dalam karya,karena karyamu merupakan lukisan namamu” # FHs.

Note,
Penggunaan istrumen musik (back sound) Gazebo di ketahui/di acc Mr David Foster melalui account facebook.

Video Puisi disini. Makasih atas kunjungan anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: