Jangan Biarkan Ibu Pertiwi Terus Menangis..


Melihat berbagai sandiwara politik akhir-akhir ini sampai pada kasus Nazaruddin, sebetulnya sudah bisa ditarik kesimpulan umum, Nyanyian Nazaruddin tidak sepenuhnya salah, Nazaruddin tidak juga bersih, bahkah bisa saja Nazaruddin adalah seorang yang bermain dalam lingkaran setan koruptor di negeri ini.

Nyanyian Nazaruddin bahwa pengungkapan kasus ini akan membahayakan Negara juga tidak sepenuhnya salah, saya percaya Pak Oce Kaligis dan semua elit politik bisa menangkap apa yang saya maksudkan. Maaf, kasus seperti ini tidak hanya menyangkut perorangan,satu kelompok tetapi saling berkaitan, artinya memang ada yang berjalan salah dalam sistem negara kita, kalau boleh saya sebutkan bisa saja Perundang-Undangan tentang dana kampanye dan sistem pendanaan partai.Semoga ini bisa menjadi catatan khusus DPR, ehemm saya yakin DPR sangat mengerti yang saya maksud. Karena secara ikhlas saya sebutkan🙂 bahwa disinilah pangkal kesalahan itu terjadi.

Dalam pengungkapan kasus korupsi yang menjadi ketakutan bukan hanya Nazaruddin seorang, tetapi banyak elit bahkan KPK sendiri, jujur sampai pada tingkat ini sayapun menjadi ketakutan sendiri.Dan saya yakin ketakutan ini juga menghinggapi para elit politik yang bisa menangkap subtansi ini.

Pemberantsan korupsi di negeri ini tidak cukup hanya ditugaskan kepada aparat hukum, tetapi harus dipimpin langsung oleh seorang presiden. Dalam pemberantasan korupsi harus ada revolusi, dan revolusi itu dipimpin langsung oleh presiden sendiri, apapun resikonya kecuali kalau kita memilih untuk membiarkan negeri ini berjalan seperti tanpa arah yang jelas,ironi memang negara berjalan seperti tanpa dimanage tetapi mafia justru sangat terorganisir.

Masalahnya alat pengungkap korupsi(mafia) yang dibangun seperti satgas dsb justru membuat pengungkapan menjadi tumpang tindih, hingga membuat kerja aparat penegak hukum menjadi tidak maksimal.Penggunaan anti virus dalam sebuah komputer bisa di jadikan analogi, jika menggunakan lebih dari satu anti virus dalam sebuah komputer, justru kerja anti virus tidak maksimal, karena anti virus satunya menganggap anti virus yang lain adalah virus, dan sebaliknya begitu, hingga virus yang sebenarnya justru tidak terdeteksi.

Mohon maaf, sampai pada penarikan kesimpulan ini meski tidak secara gamblang disebutkan, tetapi melihat pembicaraan pemberantasan korupsi saat ini, saya melihat ini hanya menjadi pekerjaan sia-sia, karena yang akhirnya terjadi adalah saling menyelamatkan.

Solusi (jangka panjang) yang paling dramatis (cepat) yang bisa diambil, (andai) pemilu 2014 bisa ditarik lebih cepat, maaf kalau menyebut “revolusi” kelihatannya banyak orang yang alergi. Jika mengambil solusi kompromi politik adalah “membuka pintu” calon presiden independent untuk kedepan, ini cara lain untuk memutus mata rantai korupsi. Sebab, jika boleh meminjam istilah reality shownya “mata najwa” MetroTV, bahwa jika memilih “calon pemimpin berpengalaman di negeri ini justru pengalaman itu adalah pengalaman dalam hal berkorupsi. Karena sesungguhnya korupsi di negeri ini sudah terjadi dalam tiga zaman”. Makanya jangan heran jika melihat perangai orang-orang yang terindikasi korusi justru terlihat “pede-pede aja lagi”🙂 karena masing-masing punya senjata pamungkas🙂 ..yang memprihatinkan adalah Ibu Pertiwi tak kunjung Makmur, karena kepentingan negara justru menjadi terkesampingkan.

Jika masih mau berharap, maka harapan jangka pendek kita ada pada KPK, dengan catatan jika Pemimpin KPK segarang Calon Pemimpin KPK (Pak Bambang Widiyanto), itupun kalau beliau bisa konsisten dengan visi misi beliau, dan tentu saja jika Eksekutif dan Legislatif masih peduli dengan masa depan bangsa ini, dengan tidak mengganjal Pak Bambang Widiyanto menjadi ketua KPK periode mendatang. ***

Doa untuk negeri, ya Allah dengan keagungan asmah-Mu, dengan perantaraan safaat (kekasih) Rasulullah S.A.W, kami berlindung dengan asmah “Rahman dan Rahim-Mu” atas kemungkinan terburuk yang terjadi di negeri kami ini, sesungguhnya Engkau jualah yang Mengetahui apa-mengerti apa yang terjadi dibalik setiap kejadian di negeri ini, jika ada tersimpan kejelekan-kejelekan dibalik kejadian demi kejadian (tsunami,gempa dsb) maka buatlah kami mengerti,dan lindungilah kami dari malapetaka dan marah bahaya yang mengintai kami, untuk perbaikan negeri kami kedepan. Amin..==>>

Tag: , , , , , , , , ,

Satu Tanggapan to “Jangan Biarkan Ibu Pertiwi Terus Menangis..”

  1. Asop Says:

    Eh, itu yang bener bukannya “Bambang Widjojanto” ya?
    Bukan Widianto….😐
    —–
    Waduh..maaf Pak Bambang, thx atas koreksinya Sob🙂

Komentar ditutup.


%d blogger menyukai ini: